- Advertisement -spot_img
30 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruKabut Asap Makin Pekat, Motor Tetap Jalan? Ini 9 Cara Biar Tak...

Kabut Asap Makin Pekat, Motor Tetap Jalan? Ini 9 Cara Biar Tak Apes

- Advertisement -spot_img

Kece People, kabut asap di Banjarbaru mulai menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor yang masih harus beraktivitas di jalan. Jarak pandang yang menurun membuat tips berkendara menjadi semakin penting, sementara prinsip berkendara aman dan kampanye #Cari_Aman perlu benar-benar diterapkan agar perjalanan dengan sepeda motor tidak berubah menjadi petaka.

Di tengah cuaca panas dan kebakaran hutan serta lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, kondisi jalan bisa terasa berbeda. Ruas yang biasanya sudah akrab dilewati mendadak tampak samar ketika asap mulai menebal.

Persoalannya bukan sekadar sulit melihat kendaraan di depan. Ketika pandangan tertutup asap, pengendara juga bisa kesulitan membaca kondisi permukaan jalan, mengenali kendaraan dari arah lain, maupun memperkirakan perubahan situasi lalu lintas.

Nah, di sinilah kewaspadaan menjadi harga mati.

Astra Motor Kalimantan Timur 2 melalui Instruktur Safety Riding Main Dealer mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Teknik berkendara perlu disesuaikan dengan keadaan jalan dan lingkungan melalui kampanye #Cari_Aman.

Asap Tebal, Jalan Bisa Jadi Susah Dibaca

Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Derexius Julio Korompis, mengatakan kepungan asap perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang tetap harus menggunakan kendaraan roda dua untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Mengantisipasi kondisi jalan raya atas kepungan asap yang sedang melanda Kaltim, warga Samarinda dan sekitarnya perlu untuk memperhatikan teknik berkendara yang baik dan benar,” ungkapnya.

Menurut Derexius, salah satu persoalan terbesar ketika berkendara dalam kondisi berkabut asap adalah berkurangnya jarak pandang. Semakin tebal asap, semakin sulit pula pengendara melihat situasi di hadapannya.

“Hal ini disebabkan karena kepungan asap dapat mengurangi jarak pandang. Dan jika asap semakin menebal, kabut asap akan sulit untuk ditembus oleh lampu biasa,” timpalnya.

Klik Juga  Akhir Perayaan HUT ke-27 Banjarbaru! Resmi Ditutup, Ini Ceritanya

Artinya, menyalakan motor lalu langsung menarik gas seperti hari-hari biasa bukan pilihan bijak. Ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan sejak sebelum berangkat sampai perjalanan selesai.

Klik Juga  Masuk Sekolah Naik Motor? Simak Tips Safety Riding agar Tetap Aman

9 Tips #Cari_Aman Naik Motor Saat Kabut Asap

1. Jangan Tinggalkan Perlengkapan Keselamatan

Helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tetap menjadi perlengkapan dasar yang sebaiknya digunakan. Jangan merasa karena perjalanan cuma dekat lalu perlengkapan keselamatan boleh diabaikan.

Justru dalam kondisi jalan yang dipenuhi asap, perlindungan tubuh menjadi semakin penting.

2. Cek Rute Sebelum Berangkat

Kalau sudah tahu kondisi udara sedang tidak bersahabat, jangan asal berangkat. Periksa rute yang hendak dilewati dan, bila memungkinkan, cari informasi mengenai kondisi jalan.

Untuk perjalanan yang cukup jauh, memeriksa peta dan menentukan jalur sejak awal dapat membantu pengendara menghindari ruas yang berpotensi memiliki jarak pandang buruk.

3. Lampu Utama Wajib Menyala, Lampu Jauh Jangan Sembarangan

Ketika jarak pandang terbatas, lampu utama sepeda motor perlu dipastikan menyala. Namun, bukan berarti lampu jauh menjadi solusi untuk semua kondisi.

Penggunaan lampu jauh secara sembarangan justru dapat mengganggu pandangan pengendara lain, khususnya mereka yang datang dari arah berlawanan.

4. Jangan Demen Nempel Kendaraan di Depan

Saat pandangan terbatas, pengendara membutuhkan waktu lebih panjang untuk membaca situasi dan bereaksi. Karena itu, berikan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Derexius menyarankan jarak setidaknya lima detik. Ruang tersebut dapat memberikan waktu tambahan apabila kendaraan di depan tiba-tiba mengerem.

Teknologi pengereman seperti CBS (Combi Brake System) dan ABS (Anti-Lock Brake System) juga dapat membantu pengendara ketika melakukan pengereman.

5. Pelan Bukan Berarti Kalah

Kalau asap sedang tebal, tidak perlu membuktikan siapa paling jago buka gas. Kondisi seperti ini justru membutuhkan pengendara untuk menyesuaikan kecepatan.

Klik Juga  WOW! Pesona Banjarbaru, dari Intan hingga Geopark Meratus

Derexius menyarankan kecepatan berada di kisaran 20–40 km/jam. Kecepatan yang lebih terkendali membuat pengendara memiliki waktu lebih untuk merespons ketika tiba-tiba ada kendaraan, lubang, atau kondisi jalan yang muncul dari balik asap.

Klik Juga  Curhat ke AI? Hati-Hati! Risiko Kesehatan Mental Gen Z yang Diam-Diam Mengintai

6. Sebelum Berangkat, Cek Motor Dulu

Jangan sampai sudah berada di tengah kepungan asap baru motor bermasalah. Sebelum jalan, periksa kondisi spion, ban, rantai, rem, kelistrikan, dan gas.

Pastikan kedua spion tersedia dan dapat digunakan dengan baik. Pemeriksaan sederhana tersebut bisa membantu mengurangi risiko gangguan kendaraan ketika perjalanan sudah dimulai.

7. Badan Lagi Drop? Jangan Dipaksa

Kondisi fisik pengendara punya peran besar terhadap keselamatan. Jika sedang tidak fit atau masih dalam masa pemulihan setelah sakit, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk berkendara.

Sebab, konsentrasi dan kemampuan merespons situasi lalu lintas bisa ikut menurun ketika kondisi tubuh tidak prima.

8. Mata dan Pikiran Harus Sama-Sama Fokus

Berkendara dalam kondisi asap membutuhkan konsentrasi ekstra. Pengendara harus lebih peka terhadap kendaraan lain, kondisi permukaan jalan, hingga perubahan situasi di sekitar.

Jangan melakukan aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian selama perjalanan. Dalam kondisi jarak pandang terbatas, sedikit saja lengah bisa berakibat panjang.

9. Masker Jangan Dilupakan

Selain mengganggu pandangan, asap dan debu juga dapat terhirup selama perjalanan. Karena itu, penggunaan masker dapat membantu memberikan perlindungan dari paparan asap dan debu saat berkendara.

Kalau Sudah Terlalu Tebal, Jangan Sok Kuat

Sembilan tips tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal: jangan memaksakan kondisi.

Kabut asap bukan situasi normal. Ketika jarak pandang semakin terbatas dan pengendara mulai kesulitan membaca kondisi jalan, menunda perjalanan atau mencari tempat aman untuk berhenti bisa menjadi pilihan yang jauh lebih bijak.

Klik Juga  Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa ULM Ajak Warga Mentaos Peduli Lingkungan

Sebab, sampai di tujuan sedikit terlambat masih jauh lebih baik daripada memaksakan diri dan menghadapi risiko kecelakaan.

Klik Juga  WOW! Pesona Banjarbaru, dari Intan hingga Geopark Meratus

Derexius kembali mengingatkan masyarakat agar prinsip keselamatan tetap menjadi perhatian utama bagi mereka yang harus beraktivitas di tengah kondisi lingkungan yang dipenuhi kabut asap.

“Jangan lupa untuk menerapkan sembilan tips #Cari_Aman diatas terlebih bagi Masyarakat yang tetap beraktivitas dikala kondisi lingkungan dipadati oleh kabut asap” tandasnya.

Bagi Kece People yang hari-hari ini masih harus wara-wiri menggunakan motor, pesan sederhananya begini, asap boleh bikin pandangan samar, tapi jangan sampai kewaspadaan ikut hilang.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box