- Advertisement -spot_img
24 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruSiapa Desainer Logo HUT ke-81 RI? Karyanya Menang Telak di Polling Publik

Siapa Desainer Logo HUT ke-81 RI? Karyanya Menang Telak di Polling Publik

- Advertisement -spot_img

Kece People, angka 81 mungkin terlihat sederhana ketika dipandang sekilas. Namun, di balik bentuknya yang saling bertaut, tersimpan pesan tentang gotong royong, persatuan, dan perjalanan Indonesia menuju masa depan. Itulah logo HUT ke-81 RI yang resmi digunakan untuk perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026 dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Logo tersebut resmi diluncurkan pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Karya yang kemudian menjadi logo 17 Agustus 2026 itu bukan hasil penunjukan langsung. Pemerintah justru membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan desain yang bakal menghiasi perayaan kemerdekaan tahun ini.

Dari 124 peserta sayembara desain yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, lima karya akhirnya lolos sebagai finalis. Kelima desain tersebut kemudian dipertarungkan melalui polling publik pada 24-28 Juni 2026.

Hasilnya cukup mencolok. Hingga pemungutan suara ditutup pada 28 Juni 2026 pukul 23.59 WIB, tercatat 68.569 suara masuk. Karya Fajar Novario, desainer asal Padang, keluar sebagai pemenang setelah meraih 30.669 suara atau 44,73 persen.

Angka tersebut sekaligus mengantarkan Fajar sebagai kreator logo HUT ke-81 RI yang akhirnya dipilih untuk menjadi identitas resmi peringatan kemerdekaan tahun ini.

Dari Motif Nusantara ke Angka 81

Kece People, kalau dilihat lebih dekat, logo ini bukan sekadar permainan angka. Pemerintah menjelaskan bahwa bentuk 81 yang saling terhubung dan menyilang lahir dari eksplorasi terhadap berbagai pola budaya tradisional yang ada di Nusantara.

Dari keberagaman motif tersebut, Fajar mencoba menemukan kesamaan pola. Potongan-potongan budaya yang berbeda kemudian dirangkai menjadi satu identitas visual yang membawa pesan persatuan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan karya tersebut menjadi pemenang setelah memperoleh suara terbanyak dalam polling publik.

Klik Juga  Eksotis Parah! Danau Seran Banjarbaru, Hidden Gem Bekas Tambang Jadi Surga Wisata

“Karya Saudara Fajar Novario memperoleh suara 44,73 persen dari total suara. Sekali lagi selamat kepada Saudara Fajar Novario, karya Anda ditetapkan sebagai logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, tahun 2026,” ucap Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dalam keterangannya.

Klik Juga  Mudik vs Tidak Mudik Lebaran: Antara Rindu yang Tertahan dan Realita yang Harus Diterima

Menurut Juri, kekuatan desain tersebut tidak berhenti pada tampilannya yang tegas. Filosofi di baliknya juga berangkat dari keragaman motif tradisional yang ditemukan di berbagai daerah Indonesia.

“Dalam keragaman tersebut, terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Juri.

Tahun Ini, Masyarakat Ikut Memilih

Ada satu hal yang membuat proses lahirnya logo HUT ke-81 RI terasa berbeda. Untuk pertama kalinya dalam konteks perayaan tahun ini, masyarakat diberi ruang secara langsung untuk menentukan desain identitas visual melalui mekanisme polling publik.

Antusiasme itu terlihat dari puluhan ribu suara yang masuk selama periode pemungutan. Dari 68.569 suara, Fajar Novario mengantongi hampir separuhnya.

Bagi pemerintah, keterlibatan publik tersebut menjadi bagian penting dari semangat perayaan kemerdekaan. Logo akhirnya bukan semata-mata identitas visual milik pemerintah, melainkan hasil pilihan masyarakat.

Juri juga mengajak publik tidak berhenti pada proses pemilihan logo. Masyarakat diharapkan ikut membuat suasana HUT Kemerdekaan tahun ini lebih semarak.

“Bapak Presiden berharap agar kemeriahan HUT RI ke-81 kemerdekaan RI ini menjadi milik masyarakat, Bapak Presiden berpesan agar rakyat terus berpartisipasi aktif dan mengambil peran dalam peringatan HUT RI tahun ini,” katanya.

Ajakan tersebut kemudian disampaikan secara lebih konkret kepada masyarakat agar memasang Merah Putih dan ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan di berbagai ruang kehidupan.

Klik Juga  Dari Deep Learning hingga 3M: 5 Pesan Kuat Abdul Mu’ti di Hari Pendidikan Nasional 2026

“Mari kita semua masyarakat merayakan dengan semarak, semangat, penuh sukacita dan kebersamaan. Kibarkan Merah Putih di rumah, di sekolah, di kantor, dan di ruang-ruang publik lainnya,” tandasnya.

Klik Juga  20 Hari Tanpa Kunjungan, 33 Paskibraka Banjarbaru Siap Kibarkan Merah Putih

Jangan Asal Ambil Logo dari Internet

Nah, buat Kece People yang sudah mulai menyiapkan dekorasi 17 Agustus, ada satu hal yang jangan sampai luput.

Pemerintah telah menyediakan materi logo 17 Agustus 2026 beserta filosofi dan panduan penggunaannya melalui situs resmi HUT Kemerdekaan RI di logohutri.istanapresiden.go.id.

Panduan tersebut penting karena logo akan digunakan di banyak tempat. Mulai dari spanduk, umbul-umbul, baliho, videotron, merchandise, billboard, sampai konten media sosial.

Juri mengatakan masyarakat dapat mengakses contoh penerapan logo melalui situs tersebut agar penggunaannya tidak melenceng dari identitas visual yang sudah ditetapkan.

“Jadi di sana juga masyarakat bisa mendapatkan contoh-contoh implementasi logo itu ke dalam berbagai media. Di spanduk, di merchandise, di billboard, atau di platform-platform media sosial juga ada contoh-contoh. Jadi bisa mudah masyarakat untuk mengakses logo resmi,” kata Juri.

Artinya, daripada mengambil logo dari sembarang unggahan di media sosial yang entah sudah diedit atau belum, lebih aman menggunakan file resmi yang disediakan pemerintah. Maklum, beda sedikit warna, bentuk, atau komposisi saja bisa membuat identitas visualnya tidak lagi sesuai pedoman.

Angka 81 dan Cerita tentang Indonesia

Pada akhirnya, logo peringatan kemerdekaan tahun ini membawa cerita yang lebih panjang daripada sekadar angka. Ada keberagaman budaya yang dirangkai, ada suara masyarakat yang ikut menentukan, dan ada pesan tentang perjalanan bangsa yang belum selesai.

“Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” bukan hanya kalimat yang ditempel di bawah logo. Tema tersebut ingin diterjemahkan melalui identitas visual yang menempatkan rakyat dan keberagaman sebagai bagian penting dari perjalanan Indonesia.

Klik Juga  Langkah Pertama Menuju Istana: Seleksi Paskibraka Banjarbaru Resmi Dimulai

Jadi, Kece People, nanti ketika melihat angka 81 menghiasi spanduk, baliho, media sosial, atau dekorasi 17 Agustus, jangan cuma lihat bentuknya lalu lewat.

Klik Juga  Dari Deep Learning hingga 3M: 5 Pesan Kuat Abdul Mu’ti di Hari Pendidikan Nasional 2026

Di balik angka itu ada karya Fajar Novario, puluhan ribu suara masyarakat, dan tiga pesan besar: gotong royong, sinergi, serta keberlanjutan untuk terus bertumbuh.

Sederhana bentuknya, tetapi lumayan dalam maknanya. Begitulah cara sebuah angka bercerita tentang Indonesia.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box