Kece People, ada dua nama dari Kalimantan Selatan yang kini berdiri di jantung seremoni kenegaraan. Paskibraka Kalsel 2026, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dan Siti Nur Adlina, resmi dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Dari Banjarmasin dan Martapura, keduanya membawa nama daerah ke panggung nasional bersama 74 pelajar lainnya dari seluruh Indonesia.
Keduanya bukan tiba-tiba berada di Istana. Ada rangkaian seleksi, latihan, pembinaan, sekaligus perjuangan panjang yang harus dilewati sebelum seragam Paskibraka itu akhirnya dikenakan.
Harya merupakan pelajar SMAN 7 Banjarmasin. Sementara Siti Nur Adlina, atau yang akrab disapa Adel, berasal dari MA Hidayatullah Martapura, Kabupaten Banjar.
Kini keduanya bersiap menjalankan tugas dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Harya Mulai Bersiap Sejak Desember
Bagi Harya, perjalanan menuju Paskibraka tingkat pusat bukan cerita semalam jadi. Pelajar asal Banjarmasin itu bahkan telah mempersiapkan diri mengikuti rangkaian tes sejak Desember 2025.
Waktu terus berjalan, tahapan seleksi pun dilewati satu per satu. Ketika pemusatan latihan nasional semakin dekat, perhatian Harya justru tertuju pada hal yang sangat mendasar: menjaga tubuh tetap fit.
“Sekarang persiapan yang dilakukan menjaga pola makan dan kondisi fisik agar tidak menurun,” kata Harya.
Pernyataan tersebut disampaikan Harya kepada detikKalimantan pada 7 Juli 2026.
Ia menyebut perjalanan dari tingkat kota hingga akhirnya mencapai tingkat pusat merupakan buah dari kerja keras dan dukungan orang tua. Bukan cuma soal fisik yang harus dipersiapkan, tetapi juga mental untuk menghadapi proses seleksi yang panjang.
Buat Harya, kesempatan ini juga punya arti khusus bagi Banjarmasin. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarmasin Akhmad Muzaiyin menyebut sudah sekitar empat tahun tidak ada wakil Banjarmasin yang berhasil mencapai tingkat nasional.
Sebelum masuk pelatihan, Harya sempat berharap bisa mendapat posisi di pasukan pengibar pagi. Namun, ia menyadari penempatan merupakan kewenangan tim pelatih.
Apa pun posisinya, ia menyatakan siap menjalankan tugas yang diberikan.
Adel Melewati Seleksi Berlapis
Cerita Adel pun tidak kalah panjang. Siswi MA Hidayatullah Martapura tersebut harus melewati seleksi secara berjenjang, mulai dari Kabupaten Banjar, kemudian tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, hingga akhirnya menembus tingkat nasional.
Seleksinya pun bukan sekadar berdiri tegap atau kemampuan baris-berbaris.
Dalam wawancara yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Banjar, Adel menjelaskan tahapan yang dilaluinya mencakup pemeriksaan administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, parade, kesamaptaan, Peraturan Baris Berbaris, minat dan bakat, hingga wawancara.
Dari Kabupaten Banjar, 10 peserta kemudian berhak mengikuti tahapan seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Adel berhasil melewati persaingan tersebut hingga akhirnya mendapat tiket mewakili Kalsel di tingkat pusat.
“Saya sangat tidak menyangka bisa terpilih menjadi salah satu perwakilan Kalimantan Selatan untuk bertugas pada momen Paskibraka di Istana Merdeka,” ujar Adel.
Pernyataan tersebut disampaikan Adel ketika menjadi narasumber Radio Suara Banjar dan kemudian dipublikasikan melalui Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Banjar pada 25 Juni 2026.
Di luar aktivitas Paskibraka, Adel juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah seperti Rudath, Maulid dan Pramuka. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebelum akhirnya berdiri sebagai salah satu wakil Kalsel di tingkat nasional.
Bagi Adel, wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam pembentukan seorang anggota Paskibraka.
Dari Kalsel, Membawa Nama Daerah
Sebelum berangkat mengikuti pemusatan latihan tingkat nasional, Harya dan Adel terlebih dahulu dilepas secara simbolis oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru pada 13 Juli 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin berpesan agar keduanya menjaga kesehatan, disiplin, sekaligus nama baik daerah selama menjalani seluruh rangkaian kegiatan di tingkat pusat.
Kesempatan tersebut memang bukan cuma soal prestasi pribadi. Di balik seragam yang mereka kenakan, ada nama Kalimantan Selatan yang ikut dibawa.
Ada Banjarmasin. Ada Kabupaten Banjar. Ada pula keluarga, sekolah, guru, pelatih, dan masyarakat yang tentu ikut menaruh harapan.
Adel sebelumnya juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga nama Kalsel sekaligus membangun relasi dengan peserta dari provinsi lain selama mengikuti rangkaian Paskibraka Nasional.
Di sinilah cerita dua pelajar tersebut menjadi lebih besar dari sekadar keberhasilan lolos seleksi. Mereka menjadi bagian dari pertemuan generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia.
Akhirnya, Seragam Itu Resmi Dikukuhkan
Setelah melewati perjalanan panjang, momen yang ditunggu akhirnya datang.
Sabtu (15/8/2026), Harya dan Adel resmi dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara, Jakarta.
Harya tercatat sebagai pelajar SMAN 7 Banjarmasin, sedangkan Adel menjadi wakil dari Martapura, Kabupaten Banjar.
Mereka menjadi bagian dari 76 anggota Paskibraka yang berasal dari 38 provinsi. Seluruhnya dikukuhkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dipersiapkan menjalankan tugas pada rangkaian Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kalau dihitung-hitung, 76 orang itu memang tidak banyak dibanding jumlah pelajar Indonesia. Tetapi setiap nama di dalam barisan tersebut membawa cerita perjuangannya sendiri.
Harya membawa cerita dari Banjarmasin. Adel datang dari Martapura. Dua daerah di Kalsel kini punya wakil yang berdiri di Istana.
Senin, Tugas Sesungguhnya Dimulai
Pengukuhan memang telah selesai. Tapi, Kece People, jangan salah sangka. Perjalanan mereka belum tamat.
Justru tugas yang sesungguhnya sudah menunggu di depan mata.
Pada 17 Agustus 2026, Harya dan Adel akan bersama anggota Paskibraka dari 38 provinsi menjadi bagian dari Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Bagi mereka, mungkin nanti hanya ada beberapa menit ketika seluruh mata tertuju pada barisan Paskibraka. Namun untuk sampai pada momen itu, mereka telah melewati perjalanan berbulan-bulan.
Dari seleksi, latihan, menjaga fisik, menguatkan mental, hingga akhirnya berdiri di Istana.
Dari Banjarmasin dan Martapura, dua nama itu kini membawa satu pesan sederhana: anak muda Kalsel mampu berdiri sejajar di panggung nasional.
Dan pada Senin nanti, ketika Merah Putih dikibarkan, Harya dan Adel tak hanya membawa nama masing-masing.
Mereka membawa nama Kalimantan Selatan.






