- Advertisement -spot_img
25.2 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruAnak Muda BanjarbaruCurhat ke AI? Hati-Hati! Risiko Kesehatan Mental Gen Z yang Diam-Diam Mengintai

Curhat ke AI? Hati-Hati! Risiko Kesehatan Mental Gen Z yang Diam-Diam Mengintai

- Advertisement -spot_img

Kece People, tengah malam, layar HP jadi satu-satunya teman. Pikiran lagi penuh, hati lagi ribut, dan tanpa sadar jari mulai ngetik ke chatbot: “Aku depresi nggak ya?” Di era serba cepat ini, self-diagnosis AI, kesehatan mental Gen Z, bahaya chatbot kesehatan, kecanduan gadget, psikiater online bukan lagi sekadar istilah—tapi realita yang lagi diam-diam terjadi. Kedekatan dengan teknologi makin intens, tapi ironi-nya, banyak yang justru makin jauh dari ruang obrolan yang benar-benar manusia.

Di era serba “sutil”—apa-apa mudah—jawaban seakan tinggal satu klik. Mau tahu kepribadian, kondisi mental, sampai hal paling personal sekalipun, tinggal tanya ke AI. Praktis, cepat, dan terasa “dipahami”. Tapi justru di situlah letak jebakannya, Kece People.

Psikolog sekalaigus Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhammad Syarif Hidayatullah menyampaikan peringatan yang cukup serius. Fenomena ini bukan lagi tren kecil—tapi sudah jadi kebiasaan baru di kalangan remaja.

“AI ini sering banget dipakai Gen Z sama Gen Alpha buat tanya soal kepribadian sampai depresi. Malah ada yang sampai menjadikannya tempat curhat karena merasa kesepian di rumah,” ungkapnya.

Dan yang bikin makin “nyesek”, alasannya sering kali sederhana—kesepian. Komunikasi di rumah yang mungkin kada nyambung, obrolan yang terasa hambar, atau rasa nggak dimengerti… akhirnya bikin chatbot jadi pelarian. Lama-lama, rasa “nyaman” dengan mesin itu bisa bikin seseorang menarik diri dari dunia nyata.

Klik Juga  Haru Banget! 3 Tahun Team Singgang Banjarbaru, Supir Lintas Provinsi Makin Solid

Ini sudah masuk zona red flag, Kece People.

Padahal, secanggih apa pun AI, tetap ada batasnya. Ia bisa mengolah data, tapi kada bisa benar-benar merasakan. Ia bisa memberi respon, tapi belum tentu memahami luka yang sebenarnya.

Syarif sendiri menegaskan, AI bukan musuh. Bahkan bisa jadi alat bantu yang cukup berguna—asal tahu batasannya.

Klik Juga  Comeback Setelah 8 Tahun! Ini Cerita Haru di Balik Lagu Baru Cuacamendung

Misalnya, untuk screening awal seperti mendeteksi gejala kecanduan game atau judi online, teknologi ini masih relevan. Tapi masalah muncul saat hasilnya langsung dipercaya mentah-mentah, bahkan dijadikan dasar untuk self-diagnosis tanpa konsultasi ahli.

Bayangkan, cuma dari beberapa pertanyaan singkat, seseorang langsung “melabeli” dirinya sendiri. Lalu makin overthinking, makin cemas, bahkan mencoba pengobatan sendiri. Ini yang bahaya banar.

Solusinya ternyata bukan teknologi yang lebih canggih, tapi hal yang sering kita anggap sepele yakni hubungan manusia.

“AI itu bakal bagus banget kalau dipakai bareng-bareng sama keluarga. Orang tua mesti paham dulu teknologinya, baru deh ajak anaknya ngobrol dan berinteraksi bareng,” tegas Syarif.

Artinya, kuncinya tetap di komunikasi. Orang tua perlu hadir, bukan cuma secara fisik, tapi juga emosional. Anak-anak pun perlu ruang untuk cerita tanpa takut dihakimi.

Jadi,Kece People, di tengah dunia yang makin digital, kita justru ditantang untuk tetap “manusiawi”. Karena sejatinya, yang kita butuhkan bukan sekadar jawaban cepat, tapi pemahaman yang tulus.

Kalau lagi ngerasa nggak baik-baik saja, coba deh pelan-pelan berhenti dari layar. Hubungi orang tua atau teman dekat, cerita ke keluarga, atau cari bantuan profesional.

Karena kesehatan mental itu kada bisa di-diagnosis sembarangan—dan hati manusia, tetap butuh manusia lain untuk menyembuhkannya.

Klik Juga  Jangan Kaget! Irigasi Riam Kanan Dibersihkan 2 Bulan, Ini yang Akan Terjadi

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box