Kece People, Kota Idaman–julukan Banjarbaru, kayanya lagi serius ngajak siswa di Banjarbaru menjauh dari rokok. Bukan sekadar imbauan biasa, tapi gerakan yang benar-benar terasa gaungnya di sekolah-sekolah.
Di momen Hari Jadi ke-27 ini, pesannya terasa semakin jelas, yakni menjaga generasi muda dari rokok dan vape itu sudah jadi kebutuhan tak bisa lagi dianggap hal sepele.
Senin pagi itu, suasana di SMK PGRI Banjarbaru terasa beda. Bukan cuma belajar seperti biasa, sekitar 300 siswa justru larut dalam satu gerakan besar, “Kampanye Berhenti Merokok”. Antusiasnya kada main-main—dari yang awalnya cuma ikut-ikutan, sampai yang serius nyimak tiap penjelasan yang disampaikan.
Dan ternyata, kegiatan tak cuma satu titik saja, Kece People. Gelombang kampanye “Generasi Bebas Asap Rokok” ini juga merambat ke SMAN 5 Banjarbaru dan SMPN 5 Banjarbaru. Tiga sekolah, satu pesan yang sama: sudah waktunya bilang cukup untuk rokok.
Di tiap sekolah, kegiatan ini kada sekadar ceramah formal yang bikin ngantuk. Ada pemeriksaan kesehatan lewat CKG dan skrining kebiasaan merokok—semacam “cek dini” biar siswa tahu kondisi mereka sejak awal. Langkah ini jelas jadi bentuk pencegahan nyata, sejalan dengan visi besar Banjarbaru EMAS: kota yang elok, maju, adil, dan sejahtera.
Masuk ke sesinya dr Siti Ningsih tampil di hadapan siswa Banjarbaru ini membawakan materi yang langsung “nendang”. Dengan gaya lugas tapi relate, ia membongkar fakta yang sering diabaikan anak muda.
“Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko tinggi yang sama terhadap berbagai masalah kesehatan serius, salah satunya adalah kanker paru. Selain itu, perlu dicatat bahwa tidak ada perbedaan bahaya antara rokok konvensional seperti kretek dengan rokok elektrik atau vape. Keduanya sama-sama berbahaya dan harus dijauhi,” tegas dr. Siti Ningsih di hadapan ratusan siswa.
Penjelasan itu bukan sekadar teori, Kece People. Ia juga mengingatkan kalau rokok itu ibarat “paket lengkap racun”—ada nikotin yang bikin candu, tar yang bisa memicu kanker, sampai karbon monoksida yang diam-diam mengganggu oksigen dalam tubuh. Ngeri, kan?
Tapi yang paling kena di hati, bukan cuma soal penyakit. Ini soal masa depan. Soal mimpi yang bisa pelan-pelan pudar gara-gara kebiasaan yang kelihatannya “sepele”.
“Upaya untuk berhenti merokok harus dimulai dengan tekad yang bulat. Sibukkanlah diri kalian dengan kegiatan yang bermanfaat, dan yang paling penting, harus berani mengatakan ‘TIDAK’ jika diajak atau ditawari rokok oleh siapa pun,” pesannya.
Di sisi lain, pihak sekolah jelas kada tinggal diam. Kepala SMK PGRI Banjarbaru, Setiawan, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini yang dinilai sangat berdampak.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan edukasi seperti ini. Selama ini, pihak Puskesmas Banjarbaru Utara sudah sangat luar biasa dalam menjalin kolaborasi dengan SMK PGRI, terutama terkait program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pembagian Tablet Tambah Darah, dan program kesehatan lainnya. Kami berharap, kolaborasi yang sudah terjalin dengan sangat baik ini dapat terus ditingkatkan ke depannya demi kesehatan anak didik kami,” tandasnya.






