- Advertisement -spot_img
24.9 C
Banjarbaru
BerandaNgomongin DataAnalisisTahun 2025: 10.267 Warga Banjarbaru Masih Miskin, Garis Kemiskinan Naik

Tahun 2025: 10.267 Warga Banjarbaru Masih Miskin, Garis Kemiskinan Naik

- Advertisement -spot_img

Kece People, kalau cuma lihat angka, cerita kemiskinan di Banjarbaru tahun ini mungkin terlihat baik-baik saja. Grafiknya turun, persentasenya membaik. Tapi coba ditarik ke kehidupan sehari-hari—rasanya beda. Di balik penurunan itu, ada kenyataan lain yang pelan-pelan terasa: untuk sekadar dianggap “tidak miskin”, batasnya justru makin tinggi.

Berdasarkan publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka 2026, jumlah penduduk miskin di Kota Banjarbaru pada 2025 tercatat 10.267 jiwa. Secara persentase, angkanya berada di level 3,44 persen. Dibandingkan 2024, kondisinya membaik karena saat itu penduduk miskin masih tercatat 11.065 jiwa atau 3,79 persen. Artinya, dalam setahun ada sekitar 798 warga yang keluar dari kategori miskin menurut pengukuran BPS.

Sekilas, ini kabar baik. Dan memang, itu patut dicatat sebagai perbaikan. Tapi, Kece People, cerita statistik jarang sesederhana “turun berarti aman”. Ada angka lain yang justru memberi sinyal bahwa hidup layak makin butuh ongkos lebih besar. Garis kemiskinan Banjarbaru naik dari Rp781.405 per kapita per bulan pada 2024 menjadi Rp814.292 per kapita per bulan pada 2025. Kenaikannya sekitar Rp32.887 dalam setahun.

Nah, di situlah letak dramanya. Orang miskin secara jumlah memang berkurang, tapi standar minimum pengeluaran untuk tidak masuk kategori miskin ikut naik. Bahasa gampangnya begini: ada warga yang berhasil melewati garis batas kemiskinan, tapi garis batasnya sendiri bergerak makin tinggi. Jadi, jangan heran kalau sebagian warga tetap merasa isi dompet makin cepat menipis, meski data resmi menunjukkan kemiskinan turun.

Kemiskinan Banjarbaru Turun, Tapi Biaya Hidup Bikin Sesak 1
Tabel Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin di Kota Banjarbaru, 2015–2025, (Sumber: BPS, Kota Banjarbaru Dalam Angka 2026)

Angka itu bukan sekadar deretan nominal. Di baliknya ada cerita belanja harian, biaya makan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, transportasi, sampai kebutuhan kecil yang kalau dikumpulkan bisa bikin kepala pening. Bagi keluarga yang penghasilannya pas-pasan, kenaikan puluhan ribu rupiah per orang per bulan bisa terasa banar, apalagi kalau anggota keluarga lebih dari satu.

Klik Juga  Dari Jalanan ke Layar HP: Apakah Suara Gen Z Masih Punya Dampak?

Untuk memahami angka ini, penting melihat dulu cara BPS membaca kemiskinan.

Klik Juga  1.626 Pernikahan, 690 Perceraian: Wajah Cinta Banjarbaru Sepanjang 2025

“Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan,” dikutip dari penjelasan teknis Kota Banjarbaru Dalam Angka 2026.

Definisi itu penting, sebab kemiskinan dalam data ini tidak diukur dari perasaan “cukup” atau “tidak cukup”, melainkan dari rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibandingkan dengan garis kemiskinan. Jadi, seseorang atau rumah tangga bisa saja merasa hidupnya masih berat, meski secara statistik sudah sedikit berada di atas garis tersebut.

BPS juga menjelaskan bahwa pengukuran kemiskinan memakai pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dalam publikasi itu, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Kalau ditarik ke belakang, kenaikan garis kemiskinan Banjarbaru cukup terasa. Pada 2020, garis kemiskinan masih berada di angka Rp652.030 per kapita per bulan. Lima tahun kemudian, pada 2025, angkanya sudah mencapai Rp814.292. Itu berarti garis kemiskinan naik sekitar Rp162.262 dalam periode 2020–2025.

Namun, menariknya, jumlah penduduk miskin dalam rentang yang sama justru turun tipis. Pada 2020, penduduk miskin Banjarbaru tercatat 10.745 jiwa. Pada 2025, jumlahnya menjadi 10.267 jiwa. Secara persentase, turun dari 4,01 persen menjadi 3,44 persen. Ada perbaikan, tetapi bukan alasan untuk santai dulu.

Kenapa belum boleh santai? Karena kelompok rentan bisa saja berada sedikit di atas garis kemiskinan, tetapi mudah jatuh kembali ketika harga kebutuhan naik, penghasilan tidak stabil, ada anggota keluarga sakit, kehilangan pekerjaan, atau biaya pendidikan datang bersamaan. Dalam situasi seperti itu, jarak antara “aman” dan “rentan” bisa setipis struk belanja.

Klik Juga  Infografis: Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Selatan

Data lain juga memberi warna. Indeks Kedalaman Kemiskinan Banjarbaru turun dari 0,45 pada 2024 menjadi 0,38 pada 2025. Secara sederhana, ini menunjukkan rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan membaik. Tetapi Indeks Keparahan Kemiskinan naik tipis dari 0,07 menjadi 0,08. Artinya, di antara kelompok miskin, masih ada sinyal ketimpangan pengeluaran yang perlu diperhatikan.

Klik Juga  Banjarbaru Makin Ramai Kafe, Tapi Sudahkah Anak Mudanya Berkarya?

Kemiskinan Banjarbaru Turun, Tapi Biaya Hidup Bikin Sesak 2
Tabel Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Kota Banjarbaru, 2015–2025. (Sumber: BPS, Kota Banjarbaru Dalam Angka 2026)

BPS menjelaskan, Indeks Kedalaman Kemiskinan menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Makin tinggi nilainya, makin jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan menggambarkan penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Makin tinggi nilainya, makin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

Dari sini, cerita besarnya menjadi lebih jelas. Banjarbaru berhasil menurunkan angka kemiskinan, tetapi tekanan ekonomi dasar belum hilang. Ada kemajuan, iya. Tapi kalau kebijakan publik berhenti pada selebrasi angka, itu keliru. Yang lebih penting adalah memastikan warga yang baru keluar dari kemiskinan tidak jatuh lagi karena biaya hidup yang makin berat.

Kece People, ini bukan cuma urusan angka di tabel BPS. Ini soal berapa uang yang tersisa setelah belanja dapur. Ini soal apakah keluarga masih bisa bayar transportasi anak sekolah. Ini soal apakah pekerja informal tetap punya napas ketika penghasilan harian naik-turun. Ini juga soal keluarga kecil yang secara statistik mungkin tidak lagi miskin, tapi tetap hidup dengan rasa waswas setiap akhir bulan.

Karena itu, penurunan kemiskinan perlu dibaca sebagai awal, bukan garis finis. Pemerintah daerah tetap perlu memperkuat program yang langsung menyentuh kebutuhan warga seperti pekerjaan layak, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan yang tepat sasaran, layanan kesehatan yang terjangkau, serta perlindungan untuk keluarga rentan. Kalau tidak, angka kemiskinan bisa turun di laporan, tetapi rasa berat di rumah warga tetap kada berubah banyak.

Klik Juga  Mudik vs Tidak Mudik Lebaran: Antara Rindu yang Tertahan dan Realita yang Harus Diterima

Yang juga tidak boleh dilupakan, garis kemiskinan bukan standar hidup ideal. Itu hanya batas minimum. Jadi ketika seseorang berada sedikit di atas garis kemiskinan, bukan berarti hidupnya otomatis nyaman. Bisa jadi ia hanya belum masuk kategori miskin secara statistik, tetapi masih berjuang keras untuk bertahan.

Klik Juga  Marsinah: Pahlawan Nasional, Tapi Keadilan Belum Tuntas

Pada akhirnya, data BPS Banjarbaru 2026 membawa pesan yang cukup tegas bahwa kemiskinan Banjarbaru 2025 memang turun, tetapi biaya dasar hidup bergerak naik. Angka 3,44 persen menunjukkan perbaikan. Namun, garis kemiskinan Rp814.292 per kapita per bulan menjadi pengingat bahwa hidup layak makin memerlukan daya tahan ekonomi yang lebih kuat.

Jadi, Kece People, cerita Banjarbaru hari ini bukan sekadar “kemiskinan turun”. Cerita yang lebih jujur adalah, sebagian warga berhasil bergerak naik melewati batas miskin, tetapi batas kebutuhan minimum juga ikut naik. Dan di sanalah pekerjaan rumah sesungguhnya dimulai.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box