- Advertisement -spot_img
23.6 C
Banjarbaru
BerandaRiuh KotaWFH Jadi Pilihan, Tapi Sektor Ini Gak Bisa Ikutan

WFH Jadi Pilihan, Tapi Sektor Ini Gak Bisa Ikutan

- Advertisement -spot_img

Kece People, di saat tren Work From Home (WFH) makin terasa “nyaman”—kerja sambil santai, tanpa macet, bahkan bisa sambil ngopi di rumah—ternyata realitanya kada semua pekerjaan bisa ikut “nikmatin” pola ini. Di balik fleksibilitas yang ditawarkan, masih banyak sektor yang tetap harus hadir langsung di lapangan.

Pemerintah pun mulai mendorong penerapan WFH sebagai bagian dari penyesuaian pola kerja modern. Bukan cuma untuk aparatur sipil negara (ASN), tapi juga diimbau ke sektor swasta. Tujuannya jelas: efisiensi, fleksibilitas, sekaligus penghematan energi di tempat kerja.

Namun, kebijakan ini bukan tanpa batas. Ada garis tegas yang membuat sebagian pekerjaan tetap harus berjalan seperti biasa—datang, hadir, dan bekerja langsung di lokasi.

Mengutip dari IDN Times, pengaturan WFH ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor. Artinya, tidak semua bisa dipukul rata.

Hal ini juga diperkuat lewat aturan resmi dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026. Di sana ditegaskan, ada sektor-sektor tertentu yang memang tidak memungkinkan untuk bekerja dari jarak jauh.

Airlangga Hartarto pun menegaskan langsung sektor mana saja yang tetap harus jalan di tempat.

“Terdapat sektor-sektor yang dikecualikan, sekali lagi sektor yang dikecualikan dari WFH dan tetap bekerja dari kantor atau lapangan, yaitu sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan,” tutur Airlangga.

Klik Juga  Outfit Office Siren Look, Terlalu Formal Buat Nongkrong?

Nah, kalau dirangkum, ada 9 sektor utama yang memang “anti WFH” karena tuntutan pekerjaannya:

  • Pertama, sektor kesehatan—mulai dari rumah sakit sampai tenaga medis—yang jelas kada mungkin menangani pasien dari rumah.
  • Kedua, sektor energi seperti listrik, gas, dan BBM yang butuh pengawasan langsung.
  • Ketiga, sektor infrastruktur dan pelayanan masyarakat, termasuk jalan tol, air bersih, sampai pengangkutan sampah.
  • Keempat, sektor ritel dan perdagangan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
  • Kelima, sektor industri dan produksi yang bergantung pada mesin dan operasional lapangan.
  • Keenam, sektor jasa seperti perhotelan, pariwisata, dan keamanan.
  • Ketujuh, sektor makanan dan minuman—restoran dan kafe jelas kada bisa masak dari rumah untuk pelanggan di tempat.
  • Kedelapan, sektor transportasi dan logistik yang jadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas orang.
  • Dan terakhir, sektor keuangan seperti perbankan dan lembaga finansial yang tetap butuh layanan langsung.
Klik Juga  Usai Mundur dari Wali Kota, Kini Aditya Lepas Kursi Ketua PPP Kalsel?

Di sisi lain, untuk sektor swasta, kebijakan WFH ternyata lebih fleksibel, Kece People. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa WFH bukan kewajiban, tapi lebih ke imbauan.

Artinya, perusahaan punya ruang untuk menyesuaikan sendiri—mau menerapkan WFH penuh, hybrid, atau tetap kerja dari kantor, semua tergantung kebutuhan operasional masing-masing.

Jadi, meskipun WFH terlihat makin “ideal” di era sekarang, faktanya masih banyak profesi yang tetap jadi garda terdepan dan kada bisa digantikan oleh sistem kerja jarak jauh.

Akhirnya, pertanyaannya sederhana tapi relate banget, Kece People, pekerjaan pian termasuk yang bisa WFH… atau justru yang tetap harus turun langsung ke lapangan?

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Klik Juga  Banjarbaru dan Adipura: Bangkit atau Bye?


Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box