- Advertisement -spot_img
25 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruVeteran Didatangi, Doa Diminta: Cara Erna Lisa Memaknai HUT ke-81 RI

Veteran Didatangi, Doa Diminta: Cara Erna Lisa Memaknai HUT ke-81 RI

- Advertisement -spot_img

Kece People, HUT ke-81 RI di Banjarbaru tahun ini punya cerita yang lebih dalam dari sekadar upacara dan kibaran Merah Putih. Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby memilih mendekat kepada para veteran dan janda veteran, mendengarkan cerita mereka, sekaligus menitipkan satu pesan: perjuangan jangan sampai berhenti hanya karena perang telah usai.

Senin (17/8/2026), rangkaian peringatan kemerdekaan di Kota Banjarbaru diisi dengan sejumlah kegiatan. Selain mengikuti upacara, Pemerintah Kota Banjarbaru membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat dan mengunjungi para veteran serta janda veteran.

Ada pula ramah tamah yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru. Di tempat inilah suasana peringatan kemerdekaan terasa lebih personal. Para pejuang dan generasi yang kini meneruskan pemerintahan duduk bersama, berbincang, dan mengenang kembali arti sebuah perjuangan.

Ketika Pemerintah Datang Bukan Sekadar Membawa Tali Asih

Bagi Pemko Banjarbaru, menemui veteran bukan sekadar agenda tambahan dalam kalender peringatan kemerdekaan.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada orang-orang yang pernah memberikan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan jiwa dan raga demi Indonesia. Pemerintah Kota Banjarbaru juga menyerahkan bantuan tali asih kepada veteran dan janda veteran sebagai bentuk perhatian atas pengabdian mereka.

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari penghargaan pemerintah kepada para pejuang.

“Alhamdulillah hari ini kami mengunjungi janda veteran. Setelah ini ada satu lagi yang kita kunjungi, salah satu pejuang kita,” ujarnya.

Tidak berhenti di sana, ramah tamah menjadi ruang bagi Lisa untuk menyampaikan rasa hormat sekaligus mendengarkan nilai-nilai yang diwariskan para veteran.

Klik Juga  Daging Kurban Yes, Sampah Plastik No

“Dari bapak dan ibu, kami bisa belajar banyak hal, terutama tentang arti perjuangan, keteguhan, dan keikhlasan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Lisa dalam sambutannya.

Klik Juga  WFH Jadi Pilihan, Tapi Sektor Ini Gak Bisa Ikutan

Kalimat itu seperti mengingatkan bahwa sejarah bukan hanya sesuatu yang tersimpan dalam buku. Ada manusia yang menjalaninya, dan sebagian dari mereka masih bisa ditemui hari ini.

Perang Sudah Lewat, Tapi Perjuangan Belum Tamat

Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat sekarang tidak lahir begitu saja. Ada perjalanan panjang, pengorbanan, air mata, keringat, bahkan kehilangan nyawa di baliknya.

Karena itu, menurut Lisa, perjuangan para veteran tidak seharusnya dianggap selesai ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Generasi hari ini memang tidak lagi menghadapi medan perjuangan dengan cara yang sama. Tantangannya telah berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini tugasnya adalah memastikan kemerdekaan tersebut benar-benar menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, bentuk perjuangan itu diterjemahkan melalui pembangunan dan pelayanan publik.

Lisa menegaskan pembangunan Banjarbaru akan terus dilanjutkan di berbagai bidang agar manfaat kemerdekaan dapat dirasakan masyarakat.

“Kami ingin kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Maka, pembangunan bukan sekadar urusan menyelesaikan program pemerintah. Ada tanggung jawab moral untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar kembali kepada masyarakat.

Erna Lisa: Pemerintah Juga Harus Belajar

Ada hal menarik dari pertemuan tersebut. Lisa tidak menempatkan veteran hanya sebagai pihak yang harus dihormati, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran.

Pengalaman para veteran dipandang memiliki nilai yang masih relevan untuk kehidupan pemerintahan hari ini, terutama soal keteguhan, pengabdian dan keikhlasan.

Dalam konteks Banjarbaru yang terus berkembang, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi aparatur pemerintah. Sebab membangun kota bukan pekerjaan sehari dua hari. Ada persoalan yang harus diselesaikan, kebutuhan masyarakat yang terus berubah, serta tuntutan pelayanan yang semakin tinggi.

Klik Juga  WFH ASN Belum Berakhir! Ini Alasan dan Dampaknya bagi Pelayanan Publik

Di hadapan para veteran, Lisa pun meminta doa dan nasihat agar dirinya bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru mampu menjalankan amanah pemerintahan dengan baik.

Klik Juga  9 Videotron Banjarbaru Bikin Pengajian 5 Rajab 2025 Makin Nyaman, Jamaah Auto Tenang!

“Mohon doa dari pian-pian agar kami di jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru diberikan kekuatan, kelancaran, dan kebijakan dalam menjalankan amanah serta melanjutkan perjuangan yang telah bapak dan ibu mulai,” tuturnya.

Sapaan “pian-pian” dalam kalimat tersebut terasa akrab. Seolah jarak antara pemerintah dan para sesepuh perjuangan dibuat lebih dekat dalam sebuah pertemuan yang penuh penghormatan.

Kemerdekaan Bukan Alasan untuk Berhenti Berbuat

Di luar ramah tamah, pesan Lisa kepada masyarakat Banjarbaru juga cukup tegas: kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata.

Menurutnya, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik. Sementara masyarakat memiliki peran menjaga persatuan dan kerukunan.

“Semangat kemerdekaan ini kita isi sebaiknya. Kami sebagai pelayan masyarakat tentunya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Banjarbaru dan mengabdi sebaik-baiknya,” ucapnya.

Pesan tersebut kemudian diperluas kepada seluruh warga. Lisa mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah kerukunan.

“Jaga kebersamaan, jaga persatuan, jangan sampai terprovokasi yang memecah belah kerukunan antar kita dan teruslah berbuat kebaikan,” pesannya.

Di zaman ketika informasi bisa berlari lebih cepat daripada klarifikasi, pesan ini terasa penting. Menjaga kemerdekaan bukan hanya soal mengibarkan bendera, tetapi juga menjaga agar masyarakat tidak mudah diadu domba.

Dari Veteran untuk Generasi Hari Ini

Pada akhirnya, peringatan HUT ke-81 RI di Banjarbaru mempertemukan dua generasi dalam satu ruang.

Ada mereka yang pernah berjuang pada masa lalu dan ada generasi yang kini memegang tanggung jawab untuk menentukan arah masa depan.

Klik Juga  Upacara Hardiknas 2026 di Banjarbaru: Fakta Penting yang Wajib Kamu Tahu

Para veteran meninggalkan warisan berupa kemerdekaan. Sementara generasi hari ini punya pekerjaan rumah untuk memastikan kemerdekaan tersebut tidak kehilangan makna.

Klik Juga  WFH Jadi Pilihan, Tapi Sektor Ini Gak Bisa Ikutan

Lisa menegaskan, kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk kontribusi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Merdeka itu adalah bagaimana caranya kita memberikan yang terbaik buat seluruh masyarakat yang kita cintai, Kota Banjarbaru ini,” pungkasnya.

(red)

 

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box