Kece People, musim baru Asia Road Racing Championship 2026 akhirnya dimulai, dan sorotan langsung tertuju pada langkah Astra Honda Racing Team yang kembali menurunkan pebalap andalannya di lintasan Sepang International Circuit. Ini bukan sekadar awal kompetisi, tapi juga menjadi momen penting untuk membuktikan bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi balap Asia.
Bertempat di Sepang International Circuit, lima pebalap andalan dari Astra Honda Racing Team siap mengawali perjuangan mereka pada seri perdana Asia Road Racing Championship 2026 yang berlangsung pada 10 hingga 12 April. Dengan turun di tiga kelas sekaligus, yakni Asia Production 250 (AP250), Supersport 600 (SS600), dan Asia Superbike 1000 (ASB1000), tim ini datang dengan komposisi yang tidak hanya kuat, tetapi juga penuh ambisi.
Perhatian utama tentu mengarah pada M. Adenanta Putra yang untuk pertama kalinya akan tampil di kelas tertinggi ASB1000. Setelah menempuh perjalanan dari AP250 pada 2022 dan melanjutkan kariernya selama tiga musim di kelas SS600, pebalap asal Magetan ini akhirnya naik kelas dengan menunggangi CBR1000RR-R. Berbekal pengalaman dan capaian podium dalam dua musim terakhir, Adenanta datang dengan kepercayaan diri untuk bisa bersaing dengan para pebalap papan atas Asia.
“Musim ini menjadi balap pertama saya di kelas ASB1000 bersama CBR1000RR-R, fokus utama saya berusaha memahami karakter motor dan dapat beradaptasi dengan cepat. Meski begitu, saya tetap memiliki target untuk bisa bersaing dengan para rider lainnya, khususnya top rider yang sudah bertarung di ASB1000 sejak tahun sebelumnya,” ujarnya.
Di kelas Supersport 600, AHRT menurunkan dua pebalap muda potensial, yakni Herjun Atna Firdaus dan Fadillah Arbi Aditama. Keduanya merupakan juara bertahan di kelas AP250 pada musim sebelumnya, sehingga pengalaman dan mental juara menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat. Arbi sendiri memiliki tambahan jam terbang di level internasional, termasuk di ajang FIM Junior GP, yang semakin memperkuat peluangnya untuk tampil kompetitif.
“Saya sangat tidak sabar dan antusias untuk menjalani official test dalam putaran perdana kelas SS600. Saya juga menjalani sesi latihan bersama tim pada bulan Januari lalu, dengan hasil yang cukup baik dan optimal. Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim dan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, di kelas AP250, kombinasi antara pengalaman dan semangat baru menjadi kekuatan tersendiri. Rheza Danica Ahrens kembali dipercaya untuk memperkuat tim, didampingi oleh pendatang baru Muhammad Badly Ayatullah yang untuk pertama kalinya tampil di ARRC. Meski berstatus debutan, Badly tetap memasang target tinggi dengan membidik podium sebagai pencapaian awalnya.
“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti ARRC AP250. Meski begitu, saya tetap menargetkan bisa meraih podium. Banyak persiapan yang sudah saya lakukan, baik latihan fisik maupun berlatih di atas motor. Semoga saya bisa mencapai target dan memberikan yang terbaik untuk tim,” ujarnya.
Bagi AHRT, keikutsertaan di ARRC bukan hanya soal hasil akhir di lintasan, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun reputasi pebalap Indonesia di level internasional. Hal ini ditegaskan oleh Andy Wijaya yang menyebut ajang ini sebagai panggung pembuktian bagi potensi anak bangsa.
Putaran perdana ARRC 2026 di Sepang akan menjadi awal yang penting dalam menentukan arah persaingan musim ini. Dua balapan pembuka dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, dengan kelas AP250, SS600, dan ASB1000 yang masing-masing akan menjadi sorotan utama para pecinta balap Tanah Air.
“Ajang balap tingkat Asia ini, menjadi panggung pertunjukan potensi anak bangsa baik untuk pebalap, maupun team dalam men-setting motornya, untuk bisa melesat kencang jadi yang terbaik di Asia,” ujarnya.
Kece People, di tengah persaingan yang semakin ketat di level Asia, kehadiran para pebalap muda Indonesia ini bukan hanya membawa harapan, tetapi juga kebanggaan. Dari lintasan Sepang, mereka tidak hanya mengejar podium, tetapi juga membawa nama Indonesia untuk terus diperhitungkan di kancah balap internasional.






