Kece People. Belakangan ini pembahasan tentang penyebab kanker ginjal kembali ramai diobrolkan publik. Banyak orang mulai menaruh perhatian setelah mengikuti kisah perjuangan penyanyi Indonesia Vidi Aldiano yang harus menghadapi kanker ginjal stadium lanjut. Cerita tersebut bikin banyak orang sadar. Penyakit ini bisa datang diam-diam tanpa tanda yang jelas. Bahkan tidak sedikit orang yang merasa sehat-sehat saja sebelum akhirnya dokter menemukan adanya kanker ginjal.
Cerita perjalanan Vidi seakan membuka mata banyak orang. Penyakit ini ternyata bisa datang diam-diam tanpa tanda yang jelas. Bahkan tidak sedikit penderita yang merasa sehat-sehat saja, sampai akhirnya dokter menemukan adanya kanker melalui pemeriksaan medis.
Momen Berat Saat Vidi Divonis Kanker
Perjalanan berat itu dimulai ketika Vidi menjalani pemeriksaan kesehatan yang kemudian menemukan adanya masalah serius pada ginjalnya.
Saat dokter memastikan bahwa ia mengidap kanker ginjal, Vidi mengaku hidupnya berubah drastis.
“Dari situ lumayan gelap sih jujur hidup gue. I don’t know how to respond. I don’t know to feel. Gue kasih tahu orang tua, adik-adik gue, dan beberapa teman gue yang dokter supaya bisa bantu gue gimana what’s next. Itu salah satu momen terburuk dalam hidup gue,” tutur Vidi dinukil dari kumparan.com 20 Desember 2019 lalu.
Momen itu tentu tidak mudah. Namun pengalaman tersebut justru mengubah cara pandangnya terhadap hidup.
Namun yang membuat publik kagum, Vidi tidak pernah menunjukkan keputusasaan. Ia tetap tersenyum. Tetap berkarya. Tetap menyapa penggemarnya.
“Dengan titipan penyakit ini, gue jadi sadar setiap harinya bahwa waktu itu berharga,” tulis Vidi Aldiano dalam unggahannya yang dikutip Kompas.com, Rabu (19/3/2025).
Kanker Ginjal Berawal dari Mutasi Sel
Secara medis, kanker ginjal terjadi karena adanya perubahan genetik pada sel-sel ginjal.
Perubahan ini membuat sel tumbuh secara tidak normal dan berkembang tanpa kendali hingga membentuk tumor.
“Dokter mengetahui kanker ginjal dimulai ketika sel ginjal mengalami perubahan pada DNA. DNA ini menginstruksikan sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat,” di kutip dari Cleveland Clinic dan Mayo Clinic melalui Kompas TV
Ketika mutasi ini terjadi, sel yang seharusnya mati justru terus berkembang dan akhirnya membentuk jaringan kanker.
5 Faktor Risiko Kanker Ginjal
Meskipun penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya diketahui, para ahli kesehatan menemukan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini.
Berikut beberapa faktor yang paling sering ditemukan.
1. Merokok
Rokok mengandung banyak zat kimia berbahaya yang masuk ke aliran darah. Zat tersebut kemudian disaring oleh ginjal.
Paparan karsinogen dalam jangka panjang dapat merusak sel ginjal dan memicu perubahan genetik.
2. Obesitas
Berat badan berlebih dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Kondisi ini berhubungan dengan pertumbuhan sel yang tidak normal.
3. Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi juga diketahui memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker ginjal.
4. Faktor Genetik
Riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker ginjal dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit serupa.
5. Penyakit Ginjal Kronis
Beberapa kondisi kesehatan tertentu juga bisa meningkatkan risiko kanker ginjal.
“Faktor risiko kanker ginjal antara lain merokok, obesitas, hipertensi, riwayat keluarga, penyakit ginjal kronis, dialisis jangka panjang, hingga paparan bahan kimia tertentu,” ujar dr Andhika, di kutip dari Detik Health
Kanker Ginjal Sering Tidak Bergejala
Salah satu hal yang membuat kanker ginjal berbahaya adalah karena penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Banyak pasien baru mengetahui kondisi mereka setelah menjalani pemeriksaan medis untuk masalah kesehatan lain.
Ketika gejala mulai terasa, sering kali tumor sudah berkembang cukup besar di dalam ginjal.
Kisah yang Jadi Pengingat
Kece People, kisah Vidi Aldiano menjadi pengingat bahwa kesehatan sering terasa biasa saja sampai suatu hari kita menyadari betapa berharganya.
Mulai dari menjaga pola makan, berhenti merokok, mengontrol tekanan darah, hingga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko penyakit serius.
Seperti yang pernah disadari Vidi setelah melalui perjalanan panjang melawan kanker, hidup sehat bukan sekadar pilihan.
Kadang itu adalah investasi paling berharga untuk masa depan.




