Kece People, perjalanan Siti Nur Adlina sebagai Paskibraka Nasional 2026 ternyata belum selesai ketika tugasnya di Istana Merdeka berakhir. Pelajar MA Hidayatullah itu pulang membawa cerita tentang disiplin, latihan panjang, dan kebanggaan membawa nama Kabupaten Banjar ke tingkat nasional. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Banjar H Saidi Mansyur bahkan menyiapkan hadiah umrah untuknya.
Suasana penghargaan itu berlangsung di Mahligai Sultan Adam lantai I, Martapura, Senin (24/8/2026) pagi. Saidi Mansyur didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea menyerahkan apresiasi kepada Adlina yang telah berhasil menembus barisan Paskibraka tingkat pusat.
Bagi seorang pelajar, capaian tersebut tentu bukan perkara kecil. Sebelum mengenakan seragam Paskibraka di Istana Merdeka, Adlina harus melewati seleksi berjenjang dan latihan yang tidak sebentar. Ada waktu bersama keluarga yang harus dikurangi, ada fisik yang mesti ditempa, dan ada kedisiplinan yang harus dijaga setiap hari.
Kini, semua proses itu menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan.
Pemerintah Kabupaten Banjar memberikan apresiasi berupa 1 paket umrah. Pemberian tersebut turut disaksikan sejumlah pejabat daerah serta jajaran Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah.
Saidi menilai keberhasilan Adlina bukan lahir secara instan. Ada kerja keras, kedisiplinan, dukungan keluarga, sekolah, pelatih, hingga berbagai pihak yang ikut mengawal proses pembinaannya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Siti Nur Adlina. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi daerah dan mudah-mudahan dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Menurut Saidi, hadiah umrah tersebut bukan sekadar pemberian atas sebuah prestasi. Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai pemantik semangat bagi generasi muda Kabupaten Banjar agar berani mengejar kemampuan dan cita-cita masing-masing.
“Semoga hadiah umrah ini dapat menjadi keberkahan bagi Siti Nur Adlina dan keluarga. Kami berharap kesempatan ini juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya bahwa kerja keras, disiplin dan kesungguhan akan menghasilkan prestasi,” harapnya.
Pesan Saidi pun cukup jelas. Prestasi boleh tinggi, tetapi kaki tetap harus berpijak. Adlina diminta menjaga kerendahan hati, nama baik daerah, sekaligus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan untuk meraih pencapaian berikutnya.
“Jadikan pengalaman Paskibraka nasional sebagai bekal untuk terus melangkah dan menjadi generasi muda yang tangguh, berkarakter, berprestasi dan memiliki kepedulian terhadap daerah,” tambahnya.
Dari Latihan Ketat hingga Berdiri di Istana
Di balik penghargaan itu, ada pengalaman panjang yang harus dilalui Adlina. Siswi kelas 2 MA Hidayatullah tersebut mengaku masa karantina dan pelatihan memberikan banyak pelajaran baru dalam hidupnya.
Berkumpul bersama keluarga menjadi lebih terbatas. Rutinitas latihan pun menuntut tubuh dan pikiran untuk terus beradaptasi. Namun, justru dari proses itulah Adlina belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Rasa lelah akhirnya terbayar ketika ia dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 yang bertugas dalam rangkaian upacara kemerdekaan di Istana Merdeka.
“Pengalamannya sangat baik. Saya merasa senang dan bangga bisa membawa nama baik Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat pusat. Selama karantina dan pelatihan, kami diajarkan untuk lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kini, pengalaman tersebut menjadi modal baru bagi Adlina untuk menatap masa depan. Ia rupanya sudah punya target pendidikan yang ingin dikejar setelah menyelesaikan sekolah.
Cita-citanya adalah melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sebuah pilihan yang selaras dengan semangat pengabdian yang ia rasakan selama menjadi bagian dari Paskibraka.
Namun sebelum mengejar mimpi tersebut, Adlina menitipkan pesan sederhana kepada teman-temannya.
“Pesan saya untuk teman-teman, khususnya di MA Hidayatullah dan Kalimantan Selatan, teruslah berusaha dan jangan pernah putus asa. Kejar mimpi kalian dan jangan takut untuk mencoba,” tuturnya.
Bukan Sekadar Pengibar Bendera
Keberhasilan Adlina menjadi Paskibraka nasional membawa cerita lain bagi Kabupaten Banjar. Ia menjadi salah satu representasi generasi muda daerah yang mampu tampil di panggung kenegaraan.
Pada 17 Agustus 2026, Adlina dipercaya masuk dalam Pasukan 17 pada upacara penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.
Momen tersebut sekaligus mempertemukan perjalanan panjangnya dari Kabupaten Banjar dengan panggung nasional. Dari ruang latihan yang penuh disiplin, menuju halaman Istana yang menjadi pusat peringatan kemerdekaan.
Kini, setelah tugas kenegaraan itu selesai, hadiah umrah dari Bupati Banjar menjadi babak baru dalam kisahnya.
Bagi Adlina, mungkin ini bukan garis akhir. Justru bisa jadi sebuah jeda sebelum perjalanan berikutnya dimulai.
Dan bagi anak-anak muda Banjar, kisahnya membawa satu pesan yang sederhana: mimpi tidak cukup hanya dibayangkan. Ia perlu dikejar, dicoba, dan dijalani dengan disiplin.
Sebab dari Martapura, seorang pelajar telah membuktikan bahwa langkah kecil dari daerah pun bisa sampai ke Istana.






