Kece People, akhirnya teka-teki Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banjarbaru 2024 resmi terjawab sudah. Malam itu, suasana di Banjarbaru terasa beda. Deg-degan politik yang sempat menggantung kini selesai sudah, kawa dibilang tuntas, lah.
Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan resmi menetapkan pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono sebagai pemenang PSU Pilkada Banjarbaru 2024. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang digelar di Novotel Banjarbaru Airport pada Senin malam, 21 April 2025.
Hasilnya? Tipis, tapi sah dan meyakinkan.
Pasangan Lisa–Wartono mengantongi 56.043 suara atau 52,15 persen. Sementara kotak kosong memperoleh 51.415 suara atau 47,85 persen. Selisihnya cuma 4.628 suara. Tapi dalam politik, selisih sedikit tetaplah kemenangan yang dihitung sah secara hukum.
Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, menegaskan hasil tersebut.
“Dengan selisih 4.628 suara, pasangan Lisa dan Wartono sah dinyatakan unggul dalam PSU dan menjadi calon terpilih untuk periode 2025-2030,” ujar Tenri.
Partisipasi Pemilih Capai 107 Ribu Lebih
PSU yang digelar 19 April 2025 ini melibatkan 195.819 daftar pemilih tetap (DPT). Dari angka itu, 107.458 suara dinyatakan sah dan 3.358 suara tidak sah.
Artinya, lebih dari seratus ribu warga Banjarbaru ikut menentukan arah kota lima tahun ke depan. Lima kecamatan—Landasan Ulin, Cempaka, Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, dan Liang Anggang—jadi arena pertarungan suara yang menentukan.
Semua hasil tingkat kecamatan sebelumnya sudah dibacakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam pleno rekapitulasi. Jadi bukan hasil dadakan, Kece People, semuanya berproses sesuai tahapan.
Tenri juga menyampaikan apresiasi atas jalannya PSU yang relatif aman dan tertib.
“Kami bersyukur seluruh tahapan berjalan baik. Tahap selanjutnya adalah penetapan pasangan terpilih, selama tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” tambahnya.
Babak Baru Banjarbaru Dimulai
Kemenangan ini bukan cuma soal angka. Ini adalah akhir dari fase ketidakpastian pasca putusan PSU. Drama politik yang sempat bikin publik bertanya-tanya kini resmi berakhir.
Selanjutnya, Lisa–Wartono tinggal menunggu proses administratif lanjutan, termasuk potensi gugatan ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia jika ada pihak yang mengajukan keberatan.
Kalau tak ada gugatan, maka Banjarbaru bakal resmi punya pemimpin baru untuk periode 2025–2030.
Nah Kece People, politik Banjarbaru sudah masuk babak baru. Tinggal kita kawal bareng-bareng, supaya janji kampanye bukan sekadar manis di bibir, tapi benar-benar jadi aksi nyata di lapangan.
Karena ujungnya, yang paling penting bukan siapa yang menang—tapi bagaimana kota ini bisa makin maju, nyaman, dan membanggakan. Setuju kah pian?





