Anak Muda Banjarbaru, generasi muda Banjarbaru, masa depan Banjarbaru, peluang anak muda, peran pemuda di Banjarbaru — lima kata ini mungkin bukan sekadar frasa saja. Namun ini tentang arah, tentang pilihan, tentang masa depan yang lagi kita hadapi hari ini juga.
Kece People, pernah kah pian duduk santai di salah satu sudut kota sambil ngopi di pinggir jalan, lalu ngedumel soal pembangunan? Soal lapangan kerja? Soal politik lokal? Soal peluang usaha?
Pertanyaannya sederhana yang muncul dibenak begini. “Sebenarnya kita cuma penonton… atau sudah jadi pemain?”
Kita semua udah tau kalau Banjarbaru saat ini sedang bergerak. Jalan dan taman makin dipercantik. Kafe tumbuh macam jamur habis hujan. Event makin ramai. Media sosial penuh konten kreatif. Tapi di tengah semua itu, posisi anak mudanya di mana?
Apakah cuma jadi penikmat? Atau sudah berani ambil peran?
Ya menjadi penonton itu nyaman. Tinggal cuap-cuap berkomentar. Tinggal kritik. Tinggal share. Rebes deh, eh beres deh. Tapi Kece People mengambil bagian sebagai pemain itu beda cerita. Ada risiko. Ada keringat. Ada kemungkinan gagal. Pokok ada resiko ga enah deh.
Tapi Kece People musti diingat — kota ini tidak dibangun oleh penonton. Apa lagi kalau mau bangun sejarah.
Kalau kita bicara masa depan Banjarbaru, generasi mudanya tidak bisa terus berdiri di pinggir lapangan. Dunia digital sudah terbuka lebar. UMKM bisa lahir dari kamar kos. Konten kreator bisa viral dari gang kecil. Politik lokal pun butuh darah muda yang bukan cuma pintar ngomel, tapi mau turun tangan.
Kadang kita merasa peluang itu jauh. Padahal sering kali peluang itu ada di sekitar. Yang kurang cuma satu, “keberanian”.
Anak muda Banjarbaru punya modal besar. Pendidikan makin baik. Akses internet luas. Komunitas kreatif mulai tumbuh. Tapi kalau mentalnya masih “biar orang lain aja dulu yang maju”, ya kita akan selamanya jadi penonton di kota sendiri.
Kece People, pian tahu apa yang lebih bahaya dari gagal?
Tidak pernah mencoba.
Kota ini akan terus berjalan. Pertanyaannya, kita ikut menggerakkan… atau cuma berdiri di trotoar sambil menonton arusnya lewat?
Tidak semua harus jadi pejabat. Tidak semua harus jadi pengusaha besar. Tapi minimal, jadilah pemain dalam versi terbaik diri sendiri. Buka usaha kecil. Bangun komunitas. Masuk organisasi. Suarakan gagasan dengan solusi, bukan sekadar emosi.
Banjarbaru butuh generasi yang bukan cuma viral, tapi berdampak.
Karena satu hal yang pasti:
Kalau anak muda Banjarbaru diam, masa depan Kota Idaman ini akan ditentukan oleh orang lain.
Nah, Kece People…mau tetap jadi penonton? Atau sudah siap turun ke lapangan jadi pemain?
Pilihan itu, mulai hari ini, ada di tangan kita. Persiapkan.




