- Advertisement -spot_img
29 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruHiburan BanjarbaruDari Konser ke Platform Sosial War, Asal-usul Knetz vs SEAblings

Dari Konser ke Platform Sosial War, Asal-usul Knetz vs SEAblings

- Advertisement -spot_img

Kece People, kalau kamu aktif di media sosial seperti X (dulu Twitter), TikTok, atau Instagram belakangan ini, salah satu yang sedang ramai soal Knetz versus SEAblings.

Dari timeline panas, meme bertebaran, dan balasan pedas saling sahut.

Tapi sebenarnya, siapa sih mereka?

Siapa Itu Knetz?

Knetz adalah singkatan dari Korean Netizens — istilah untuk warganet Korea Selatan yang aktif berkomentar di portal komunitas dan media sosial.

Dalam dunia K-Pop dan hiburan Korea, suara Knetz sering dianggap berpengaruh dikarenakan opini mereka bisa memicu klarifikasi agensi, kritikkan mereka bisa viral dalam hitungan jam, dan reaksi mereka sering dijadikan acuan media.

Namun penting dicatat ya Kece People, Knetz bukan representasi seluruh masyarakat Korea Selatan. Mereka adalah kelompok netizen yang aktif dan vokal di ruang digital.

Lalu Siapa Itu SEAblings?

SEAblings berasal dari gabungan kata, SEA (Southeast Asia / Asia Tenggara) dan Siblings artinya saudara.

Istilah ini muncul sebagai simbol solidaritas netizen Asia Tenggara — termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam — ketika merasa disudutkan dalam diskursus online.

Kece Peole, SEAblings bukalahn organisasi resmi. Ini lebih ke gerakan spontan digital. Solid, kompak, dan cepat trending.

Kemudian Bagaimana Konflik Ini Bermula?

Fenomena Knetz versus SEAblings mulai ramai dibicarakan setelah insiden di luar dunia maya, pada 31 Januari 2026, sebuah konser K-Pop DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia menjadi titik pemicunya. Salah satu fansite Korea membawa kamer pro yang dianggap melanggar aturan venue dan mengganggu penonton lain. Nah ketika masalah itu dilaporkan di media sosial, sebagian Knetz Korea merespons dengan komentar tajam, yang menurut banyak netizen Asia Tenggara terdengar derogatif atau merendahkan masyarakat Asia Tenggara. Beberapa komentar kemudian dianggap rasis atau stereotip, bahkan menyentuh topik fisik dan budaya Asia Tenggara, seperti stereotip warna kulit atau gaya hidup.

Klik Juga  Ditegur atau Didenda? Ini Aturan dan Bahaya Merokok Saat Berkendara

Muncullah SEAblings

Klik Juga  Mengejutkan Meutya Hafid Sidak Markas Facebook, Instagram, dan WhatsApp di Indonesia

Menanggapi respons tersebut, netizen ASEAN menyatukan suara mereka. Aliansi spontan ini kemudian dikenal sebagai SEAblings — sebutan untuk komunitas netizen Asia Tenggara yang “bersaudara” dalam menanggapi komentar yang dianggap merendahkan wilayah mereka.

Solidaritas ini bukan hanya berupa serangan balik verbal, tetapi juga membuat meme humor dan satir yang viral, membuat tagar #SEAblings berkibar di X (Twitter), TikTok, dan Instagram kemudian ajakan dukungan terhadap artis-artis lokal ASEAN. Kadang bahkan seruan untuk boikot aspek budaya Korea tertentu (serial, musik) oleh sebagian netizen SEA yang merasa tersinggung oleh komentar rasis yang dibagikan secara luas.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box