- Advertisement -spot_img
30.6 C
Banjarbaru
BerandaKece PartnerRUPST Indosat Buka Babak Baru: AI Digas, Dividen Rp3,57 Triliun Cair

RUPST Indosat Buka Babak Baru: AI Digas, Dividen Rp3,57 Triliun Cair

- Advertisement -spot_img

Kece People, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST Indosat kali ini bukan sekadar agenda tahunan biasa. Dari ruang rapat pemegang saham, PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison membawa cerita besar tentang AI North Star, penguatan AI-native telco, peluncuran ekosistem Sahabat-AI, hingga kabar manis soal dividen Indosat. Di tengah tekanan ekonomi 2025 yang kada ringan, Indosat justru memilih tancap gas: memperkuat fondasi bisnis, membuka jalan menuju masa depan kecerdasan artifisial, dan tetap membagikan nilai nyata bagi para pemegang saham.

Dalam RUPST, Indosat menegaskan bahwa masa depan perusahaan tidak lagi hanya bicara soal sinyal, paket data, atau konektivitas. Ceritanya sudah naik level. Indosat ingin masuk lebih dalam ke arena teknologi berbasis AI, membangun ekosistem digital yang lebih luas, dan menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari perkembangan kecerdasan artifisial global.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan arah tersebut melalui pernyataan resminya.

“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat #LebihBaikIndosat dalam memberdayakan Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi.

Dari pernyataan itu, terlihat bahwa Indosat sedang membangun narasi besar, yakni teknologi bukan sekadar alat bisnis, tetapi juga jalan untuk memberi dampak. Bahasa sederhananya, Kece People, Indosat kada handak cuma jadi operator seluler, tapi ingin menjadi pemain penting dalam ekonomi digital berbasis AI.

Klik Juga  Pajak Bukan Sekadar Lapor! Ini yang Sering Dianggap Remeh

Salah satu arah besarnya adalah transformasi menuju AI-native telco. Artinya, AI tidak ditempatkan sebagai pemanis teknologi semata, melainkan dimasukkan ke dalam operasi inti perusahaan. Mulai dari layanan pelanggan yang lebih personal, efisiensi belanja modal, peningkatan produktivitas, sampai pengalaman pengguna yang lebih pas dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

Klik Juga  Waspada! Loker IKN Ternyata Hoaks, Otorita Akhirnya Buka Suara

Langkah ini juga membuka pintu bagi Indosat untuk bergerak dari perusahaan konektivitas menjadi AI TechCo. Di fase ini, peluang bisnis tidak hanya datang dari layanan telekomunikasi tradisional, tetapi juga dari sovereign AI, cloud, hingga keamanan siber. Ini cukup penting, sebab kebutuhan digital ke depan akan makin kompleks, sementara perusahaan dan masyarakat butuh solusi yang cepat, aman, dan relevan dengan konteks lokal.

Cerita AI Indosat makin kuat setelah perusahaan menjalin kolaborasi strategis dengan NVIDIA, yang diumumkan pada NVIDIA GTC 2026. Kerja sama ini berkaitan dengan pemanfaatan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron. Tujuannya jelas, membawa kemampuan AI kelas dunia ke Indonesia, tetapi tetap disesuaikan dengan bahasa, budaya, dan kebutuhan pasar dalam negeri.

Di titik inilah Sahabat-AI mengambil peran. Platform ini diposisikan sebagai ruang kolaboratif untuk memperluas akses terhadap kecerdasan buatan. Bukan hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga untuk individu, developer, pelaku usaha, komunitas, hingga institusi. Jadi, kalau biasanya AI terasa jauh dan mahal, Indosat ingin membuatnya lebih dekat, lebih membumi, dan lebih “Indonesia banget”.

Tidak berhenti di situ, Indosat juga mengembangkan AI Grid yang terdistribusi dengan memanfaatkan jaringan nasional dan infrastruktur pusat data perusahaan. Dengan pendekatan ini, daya komputasi AI diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Developer, UMKM, komunitas, dan pelaku inovasi di berbagai daerah juga bisa ikut masuk ke gelanggang ekonomi berbasis AI. Nah, ini bagian yang cukup menarik, sebab transformasi digital idealnya memang kada cuma dinikmati pusat-pusat ekonomi besar.

Klik Juga  Debut Adenanta di ASB1000 Belum Podium, AHRT Udah Gas 2

RUPST Indosat juga membawa perubahan di jajaran manajemen. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi yang efektif sejak penutupan rapat. Selain itu, Seppalga Ahmad juga ditetapkan sebagai Komisaris Perseroan.

Klik Juga  Debut Panas Adenanta di ASB1000! Siap Bikin Bangga Indonesia

Reski Damayanti membawa pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan, terutama di sektor telekomunikasi dan FMCG di Indonesia serta Asia Tenggara. Perannya dipandang penting untuk memperkuat tata kelola dan mendukung inisiatif strategis di bidang regulasi, termasuk solusi berbasis AI seperti anti-spam dan anti-scam.

Apoorva Mehrotra hadir dengan pengalaman internasional lebih dari 25 tahun di kawasan Asia dan Afrika. Ia memiliki rekam jejak panjang di sektor telekomunikasi dan digital, termasuk pernah memegang posisi strategis di Airtel dan Vodafone. Sementara itu, Honesti Basyir membawa pengalaman lebih dari dua dekade di industri telekomunikasi dan berbagai sektor strategis, yang diharapkan mempercepat transformasi Indosat, khususnya dalam pengembangan AI.

Dalam rapat yang sama, Indosat juga memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dari posisi Direktur dan Achmad Syah Reza dari posisi Komisaris Perseroan. Perusahaan menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi keduanya selama masa jabatan.

Namun, bagian yang paling ditunggu para pemegang saham tentu saja soal dividen. RUPST menyetujui pembagian dividen total sebesar Rp3.579.840.016.227, atau setara Rp111 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.

Kece People, keputusan ini menjadi sinyal bahwa Indosat sedang memainkan dua strategi sekaligus. Di satu sisi, perusahaan menjaga kepercayaan pemegang saham melalui pembagian dividen. Di sisi lain, Indosat juga menyiapkan mesin pertumbuhan masa depan lewat AI, cloud, keamanan siber, dan ekosistem digital yang lebih luas.

Klik Juga  Mudik Makin Ramai! Penumpang Pelabuhan Tembus 2,6 Juta

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Klik Juga  Pajak Bukan Sekadar Lapor! Ini yang Sering Dianggap Remeh


Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box