Kece People, bayangin aja, aliran air yang selama ini jadi “urat nadi” pertanian di Banjar dan Banjarbaru, bakal dihentikan sementara. Bukan karena rusak total, tapi justru karena ingin diperbaiki supaya lebih kuat ke depannya.
Jadi santai dulu, ini bukan kabar buruk… tapi lebih ke “pause sebentar biar makin lancar nanti”.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas PUPR resmi ngumumin rencana pengeringan Daerah Irigasi Riam Kanan. Keputusan ini bukan tiba-tiba, tapi sudah melalui kesepakatan panjang sejak 1 Oktober 2025 dalam hasil Berita Acara Sidang Komisi Irigasi Provinsi Kalimantan Selatan.
Artinya, ini sudah dirancang matang, bukan keputusan dadakan.
Nah Kece People, kalau pian lewat saluran irigasi di sana, mungkin pernah lihat gulma yang makin banyak atau air yang ngalirnya kada selancar dulu. Itu bukan kebetulan.
Ternyata, di balik permukaan air yang terlihat tenang, ada masalah yang diam-diam makin numpuk.
“Pengeringan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan saluran primer dan sekunder, termasuk pembersihan gulma dan sedimentasi yang telah mengurangi kapasitas aliran air,” ujar Wahid, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Sedimen alias lumpur yang mengendap di dasar saluran bikin ruang air makin sempit. Ditambah lagi gulma yang tumbuh liar, makin memperparah kondisi.
Ibarat jalan, ini sudah mulai macet. Jadi harus “dibersihkan total” dulu.
Makanya, pengeringan ini jadi langkah penting. Bukan cuma sekadar menguras air, tapi sekaligus membuka akses untuk perbaikan besar-besaran.
Rencananya, saluran primer sepanjang 24 kilometer lebih dan saluran sekunder lebih dari 62 kilometer bakal dibenahi. Lumayan panjang, kada main-main.
Bahkan bukan cuma dibersihkan, beberapa bangunan irigasi yang rusak juga bakal diperbaiki.
Tujuannya jelas, supaya nanti saat musim tanam datang, air bisa mengalir lancar tanpa hambatan.
Nah, yang perlu pian catat, selama proses ini air di saluran utama bakal diturunkan sampai hampir nol meter. Jadi benar-benar kering.
Kenapa harus sekering itu?
Supaya alat berat bisa masuk dengan maksimal. Kalau masih ada air, perbaikan bisa jadi setengah-setengah.
Jadwalnya sendiri dipatok sekitar September sampai Oktober 2026.
“Pengeringan dan pemeliharaan dijadwalkan berlangsung pada bulan September hingga Oktober 2026. Kami berharap seluruh pengguna air dapat menyesuaikan kebutuhan dan aktivitasnya,” ungkap Wahid.
Artinya, buat petani dan masyarakat yang bergantung dengan aliran air ini, sudah waktunya bersiap dari sekarang.
Bisa atur pola tanam, simpan cadangan air, atau cari alternatif sementara. Jangan sampai kaget pas air benar-benar berhenti.
Tapi di balik semua ini, ada harapan besar yang lagi dibangun.
Kalau pemeliharaan ini berhasil, sistem irigasi Riam Kanan bakal kembali optimal. Air lebih lancar, pertanian lebih stabil, dan kebutuhan air masyarakat juga lebih terjamin.
Jadi anggap aja ini investasi jangka panjang.
Hari ini mungkin harus sabar sedikit. Tapi ke depan, manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.
Nah Kece People, menurut pian sendiri, langkah ini sudah pas kah atau masih ada yang perlu dipikirkan lagi?
(red)
