Home Banjarbaru Akhirnya Diputuskan! Hasil Sidang Isbat Tentukan Lebaran 2026, Ini Faktanya

Akhirnya Diputuskan! Hasil Sidang Isbat Tentukan Lebaran 2026, Ini Faktanya

0
Lebaran 2026 berbeda! Kemenag tetapkan 21 Maret. (FOTO: Tangkapan Layar YouTube/Bimas Islam TV)

Kece People, suasana Ramadhan yang mulai masuk fase akhir biasanya diiringi satu momen yang selalu ditunggu: kepastian Lebaran. Tapi tahun ini, ceritanya agak beda. Bukan soal kue nastar atau baju baru, tapi soal tanggal yang ternyata… bisa beda.

Nah loh, gimana tuh?

Antara 20 dan 21 Maret, Mana yang Jadi Lebaran?

Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah Sidang Isbat yang digelar di Jakarta.

Dalam suasana yang khidmat tapi penuh perhatian, hasil pengamatan hilal jadi penentu utama. Dan hasilnya, hilal belum terlihat.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan hilal yang terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ucap Menag Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama RI, di Jakarta pada Kamis (19/3/2026).

Artinya, Kece People yang mengikuti keputusan pemerintah akan merayakan Lebaran sehari setelahnya.

Muhammadiyah Lebih Dulu, 20 Maret Sudah Lebaran

Di sisi lain, Muhammadiyah sudah lebih dulu “mengunci” tanggal Lebaran. Organisasi ini menetapkan bahwa Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini bukan tanpa dasar, ya. Muhammadiyah menggunakan metode hisab—perhitungan astronomi—yang dikelola oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Mereka juga mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam perhitungan tersebut, ijtimak terjadi pada 19 Maret 2026 dini hari, dan saat magrib, sudah ada wilayah yang memenuhi kriteria bulan baru.

Artinya, menurut Muhammadiyah, 1 Syawal sudah dimulai lebih dulu.

Beda Sehari, Tapi Tujuannya Sama

Kece People, perbedaan ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Setiap tahun tertentu, momen seperti ini sering terjadi.

Ada yang pakai rukyat (melihat hilal langsung), ada juga yang pakai hisab (perhitungan ilmiah). Dua-duanya punya dasar kuat, tinggal kita sebagai masyarakat menyesuaikan dengan keyakinan masing-masing.

Yang penting jangan sampai beda tanggal bikin suasana jadi kada nyaman (nggak nyaman). Justru ini jadi pengingat bahwa keberagaman itu nyata, bahkan dalam hal ibadah.

Lebaran Tetap Soal Rasa, Bukan Tanggal

Pada akhirnya, entah Kece People merayakan di tanggal 20 atau 21 Maret, esensi Lebaran tetap sama.

Tentang pulang.
Tentang maaf.
Tentang keluarga.

Dan yang paling penting, tentang hati yang kembali bersih.

Jadi, sudah siap menyambut hari kemenangan? Mau ikut yang mana pun, yang penting tetap rukun, jangan sampai beda sehari jadi beda hati, ya. Ulun harap pian tetap bahagia di momen Lebaran nanti.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version