Home Banjarbaru Kisah Intan Trisakti dari Cempaka, Batu Legendaris yang Kini Jadi Misteri

Kisah Intan Trisakti dari Cempaka, Batu Legendaris yang Kini Jadi Misteri

0
Monumen Intan Trisaksi di Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (FOTO: Abe)

Kece People, sampai hari ini kisah Intan Trisakti masih jadi legenda yang hidup di Cempaka Banjarbaru. Banyak urang Banua masih mengingat bagaimana sebuah batu mulia dari kawasan pendulangan Sungai Tiung pernah menggemparkan Indonesia karena nilainya yang luar biasa fantastis. Tapi lebih dari sekadar intan mahal, cerita ini juga tentang para pendulang tradisional yang menjalani hidup sederhana, lalu tanpa disangka menemukan sesuatu yang kemudian dikenal sebagai salah satu intan paling fenomenal dalam sejarah Indonesia.

Bayangkan aja, di tengah kawasan pendulangan tradisional yang penuh lumpur dan genangan air di Cempaka, Banjarbaru, tiba-tiba ditemukan sebuah intan raksasa sebesar telur burung merpati. Penemuan itu terjadi pada 26 Agustus 1965 dan langsung bikin geger dunia batu mulia Indonesia.

Melansir dari Wikipedia, intan tersebut ditemukan oleh kelompok pendulang yang dipimpin H. Madsalam di kawasan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka. Saat pertama kali ditemukan, berat batu mulia itu mencapai 166,75 karat.

Batu berharga itu kemudian diberi nama Intan Trisakti oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Yang bikin kisah ini makin luar biasa, setelah diasah menjadi berlian, nilainya disebut-sebut melonjak hingga mencapai Rp10 triliun. Angka yang bahkan sampai sekarang masih terdengar “gila” untuk ukuran sebuah batu permata.

Di balik gemerlap cerita itu, ada kisah lain yang juga bikin hati campur aduk. Sebanyak 43 orang pendulang yang menemukan intan tersebut awalnya mendapat uang balas jasa sebesar Rp3,5 miliar. Tapi karena saat itu terjadi redenominasi atau perubahan nilai mata uang dari Rp1.000 menjadi Rp1, uang yang akhirnya diterima tinggal Rp3,5 juta saja.

Meski begitu, uang tersebut tetap dianggap penuh berkah oleh para penemunya. Sebagian besar digunakan untuk berangkat haji bersama keluarga dan orang-orang yang ikut terlibat dalam proses penemuan intan legendaris tersebut.

Sampai sekarang, keberadaan Intan Trisakti masih jadi misteri besar. Banyak cerita beredar dari mulut ke mulut. Ada yang bilang intan itu berada di Jakarta, ada juga yang percaya batu legendaris tersebut kini tersimpan di salah satu museum di Belanda.

Menariknya lagi, bahkan para penemunya sendiri disebut hanya sempat melihat Intan Trisakti satu kali saja, tepat saat batu itu ditemukan sebelum akhirnya langsung dibawa ke Jakarta.

Sejak penemuan yang menghebohkan itu, nama Cempaka makin dikenal sebagai kawasan penghasil intan legendaris. Namun hingga kini, belum ada lagi temuan yang benar-benar mampu menyaingi kemasyhuran Intan Trisakti.

Memang pernah ditemukan beberapa intan berukuran besar lainnya. Salah satunya Intan Putri Malu seberat 200 karat yang ditemukan di Antaruku, Kecamatan Pengaron pada tahun 2008. Ada juga Intan Galuh Cempaka 5 seberat 106 karat yang ditemukan tahun 1850 serta Intan Galuh Pumpung 98 karat yang ditemukan di Cempaka pada tahun 1990.

Namun tetap haja, nama Intan Trisakti masih terasa paling ikonik di hati masyarakat Banua. Bukan cuma karena ukurannya atau nilainya, tapi karena batu itu seperti menjadi simbol sejarah panjang kehidupan para pendulang intan tradisional di tanah Banjar.

Dan mungkin itulah kenapa kawasan Cempaka sampai sekarang masih terasa spesial. Di balik tanah berlumpur dan lubang-lubang pendulangan itu, tersimpan cerita tentang harapan, keberuntungan, dan legenda yang belum benar-benar selesai diceritakan.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version