Kece People, setiap datangnya Haul Guru Sekumpul 5 Rajab selalu menghadirkan cerita haru yang bikin hati hangat. Bukan cuma soal doa dan zikir, tapi juga tentang solidaritas yang nyata terasa di jalanan.
Di kawasan RT 04 Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, tepatnya di Posko A. Yani Jembatan Kembar Banjarbaru, warga kembali menunjukkan bahwa kebersamaan itu bukan sekadar kata-kata.
Momentum tahunan Haul Guru Sekumpul yang digelar di Sekumpul Martapura memang selalu menyedot jutaan jamaah dari berbagai daerah. Tahun ini pun sama. Arus manusia datang dari berbagai kota, bahkan luar pulau.
Aksi Sosial Tanpa Kotak Sumbangan
Ketua RT 04, Madi, menegaskan bahwa kegiatan ini murni swadaya warga.
“Kami tidak ada menyuruh, semuanya dilakukan secara sukarela. Kami tidak mengumpulkan sumbangan, tetapi jika ada yang ingin memberi atau membantu tenaga, silakan. Yang penting tidak ada yang meminta-minta,” ujarnya saat dijumpai.
Kalimat sederhana itu menggambarkan semangat gotong royong yang masih kuat terjaga. Warga bahu-membahu menyiapkan makanan dan minuman gratis untuk jamaah yang melintas. Semua diatur rapi dan terorganisir.
Tak hanya itu, relawan dari Barisan Pemadam Kebakaran Batra turut membantu mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar dan aman.
Nasi Goreng 30 Liter dan Menu Tanpa Batas
Koordinator Posko A Yani Jembatan Kembar, Haji Hairul, ikut turun langsung. Ia bahkan menyiapkan sekitar 1,5 blek atau kurang lebih 30 liter nasi goreng.
“Kami tidak menetapkan batasan jumlah, kami persilakan jamaah untuk makan sepuasnya. Bahkan saat puncak acara, kami juga memberikan izin untuk membawa makanan ke tempat penginapan,” ujarnya.
Menu yang tersedia pun beragam. Ada ayam, ikan asin telang, camilan roti, gorengan, hingga minuman segar. Ibu-ibu sekitar tak kalah semangat.
“Ibu-ibu juga berpartisipasi seperti membuat minuman es, kopi, teh, dan lain-lain,” tuturnya.
Mantap banar, Kece People. Semua bergerak dengan satu niat: melayani tamu-tamu Allah yang datang ke haul.
Penginapan Darurat dan Layanan Kesehatan
Bukan cuma makan gratis, posko ini juga menyiapkan tempat istirahat darurat bagi jamaah yang kesulitan mencari penginapan.
“Kami sering menampung jamaah dari luar daerah yang kesulitan mencari penginapan. Ada yang datang dari Tanggerang, Bandung, hingga Madura,” kata Haji Hairul.
Bahkan tersedia tim medis dan ambulans untuk berjaga-jaga jika ada jamaah yang membutuhkan pertolongan cepat.
Simbol Kebersamaan Banua
Dengan koordinasi antara warga, relawan pemadam kebakaran, dan pihak kepolisian, kegiatan di posko berjalan lancar.
“Alhamdulillah, tahun ini acara berjalan dengan baik dan lancar. Kami berharap setiap tahun kegiatan ini bisa terus dilaksanakan untuk membantu jamaah yang datang,” tutup Haji Hairul.
Kece People, Haul Guru Sekumpul bukan sekadar peringatan religius. Ini adalah cermin solidaritas masyarakat Kalimantan Selatan. Dari dapur-dapur rumah warga, dari tangan-tangan sukarela, lahir pelayanan tulus tanpa pamrih.
Di tengah jutaan langkah menuju Sekumpul, ada ribuan hati yang memilih untuk melayani. Itulah Banua. Hangat, dermawan, dan kada pernah berhitung saat berbagi.
