Home Banjarbaru Pagi Syahdu di Toko Kopi Melayu Banjarbaru, Kopi Butter-nya Bikin Hati Luluh

Pagi Syahdu di Toko Kopi Melayu Banjarbaru, Kopi Butter-nya Bikin Hati Luluh

0
opi Butter khas Toko Kopi Melayu Banjarbaru. (FOTO: Abe)

Kece People, kalau ngomongin Toko Kopi Melayu Banjarbaru rasanya ini bukan sekadar tempat ngopi biasa. Ini pengalaman.

Pagi itu, sekitar pukul 08.30 WITA, langkah kaki otomatis belok ke sebuah warung kopi di Jalan Junjung Buih, kawasan Komet, Banjarbaru. Tempatnya sudah diincar sejak jogging beberapa hari sebelumnya. Modelnya sederhana, tapi justru itu yang bikin penasaran. Kada ribet, tapi memikat.

Begitu pintu dibuka, aroma kopi langsung menyambut. Matahari masih jinak, angin pagi pelan-pelan menyapa. Dinding hijau berpadu keramik kotak-kotak putih seperti membawa suasana tempo dulu, tapi tetap estetik.

Menuju kasir, seorang pelayan perempuan menyapa dengan ramah. Obrolan ringan khas warung kopi, hangat dan bersahaja.

“Best seller nya apa, ka?” tanyaku.

Jawabannya santai, pilihan kopi hitam atau kopi susu. Tapi mata ini malah terpikat pada satu nama di daftar menu sebelah kanan: Kopi Butter.

Dan ya sudah, keputusan diambil. Secangkir kopi butter, roti kaya melayu, dan segelas kopi tarik es pun mendarat manis di meja.

Kopi Butter yang ‘Mudah Masuk’

Duduk di bagian depan, menghadap jalan, rasanya pas betul buat membuka hari. Sinar matahari jadi teman, kendaraan lalu-lalang jadi latar.

Kopi butter itu datang dengan tampilan sederhana, tapi rasanya? Tebal kopi, gurih, creamy, dan hangat di lidah. Sengaja tak diaduk (sebenarnya lupa pesan tanpa gula), tapi ternyata justru memberi pengalaman rasa yang unik.

Istilah anak kopi zaman now, ini tuh “mudah masuk”. Kada bikin enek, kada bikin berat. Pas.

Roti kaya melayunya juga lembut, manisnya halus, berpadu serasi dengan kopi yang bold tapi tetap bersahabat.

Ruang Singgah yang Jujur

Bukan cuma soal rasa, Kece People. Toko Melayu Banjarbaru terasa seperti ruang singgah yang jujur.

Tak berisik. Tak memaksa tampil fancy. Tak pura-pura estetik. Tapi justru nyaman dengan caranya sendiri.

Tempat ini cocok buat:

  • Ngopi santai sendiri
  • Diskusi ringan bareng kawan
  • Atau sekadar duduk diam menikmati pagi

Ada tempat yang dibuat untuk difoto. Ada juga tempat yang dibuat untuk dirasa. Dan Toko Melayu ini lebih ke yang kedua.

Kalau kata orang Melayu, pelan-pelan asal sampai. Di sini, kopi tidak untuk diburu-buru. Ia dinikmati perlahan, satu seruput demi satu seruput, sambil membiarkan pagi berjalan apa adanya.

Kadang yang sederhana justru paling membekas, lah.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version