Kece People, ajang Putri Indonesia 2026 biasanya identik dengan panggung glamor, gaun indah, dan sorotan kamera.
Namun kali ini, Kalimantan Selatan datang membawa cerita yang berbeda.
Bukan sekadar soal kecantikan, tetapi juga tentang kesehatan anak-anak yang tumbuh di tepian sungai.
Perwakilan Kalimantan Selatan, Talita Farina Rahma, tampil dengan advokasi unik yang berangkat dari profesinya sebagai dokter gigi muda.
Ia mengangkat program bernama “Edukasi Terpung”, sebuah gerakan edukasi kesehatan yang lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi gigi anak-anak di wilayah lahan basah, terutama di sepanjang aliran sungai Banjarmasin.
Cerita dari Anak-Anak Sungai
Talita menemukan fenomena yang cukup menarik sekaligus mengkhawatirkan.
Menurutnya, kondisi air sungai ternyata dapat memengaruhi kesehatan gigi anak-anak yang sering beraktivitas di sana.
Saat musim kemarau tiba, debit air sungai biasanya menurun. Kondisi ini membuat tingkat keasaman atau pH air menjadi lebih tinggi dan cenderung asam.
Air dengan kadar asam yang tinggi berpotensi merusak lapisan gigi.
“Anak-anak di wilayah sungai sering bermain dan beraktivitas di air. Ketika pH air lebih asam, kondisi itu bisa berdampak pada kesehatan gigi mereka,” jelas Talita.
Temuan inilah yang kemudian mendorongnya untuk menghadirkan program edukasi kesehatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sungai.
Edukasi Lewat Boneka Bekantan
Agar pesan kesehatan tidak terasa kaku bagi anak-anak, Talita memilih pendekatan yang kreatif.
Ia menciptakan karakter edukasi bernama Si Kantan, boneka yang terinspirasi dari bekantan, satwa endemik Kalimantan Selatan.
Karakter ini juga menggunakan atribut budaya lokal seperti kain Sasirangan, membuatnya terasa lebih akrab bagi anak-anak.
“Media audio-visual Si Kantan dirancang agar interaktif sehingga anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi,” ujar Talita saat menghadiri Podcast Ngonten Aja Diskominfo Kalsel di Banjarbaru, Kamis (5/3/2026).
Lewat media tersebut, edukasi kesehatan gigi disampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Advokasi yang Dimulai Sejak 2020
Program advokasi Talita ternyata bukan program baru.
Ia sudah menjalankannya sejak 2020.
Tidak hanya fokus pada kesehatan gigi anak-anak, program ini juga mencakup deteksi dini diabetes melitus bagi orang tua.
Tujuannya adalah membangun kesadaran kesehatan keluarga secara menyeluruh di masyarakat wilayah sungai.
Dengan pendekatan ini, edukasi kesehatan tidak berhenti pada anak-anak saja, tetapi juga menjangkau orang tua.
Target Hijau di Putri Indonesia
Menjelang malam final Putri Indonesia 2026, Talita mengaku telah melakukan berbagai persiapan.
Mulai dari audiensi dengan sejumlah dinas terkait, memperdalam pemahaman tentang kebudayaan daerah, hingga mempelajari potensi ekonomi kreatif dan UMKM Kalimantan Selatan.
Saat ditanya mengenai targetnya di ajang tersebut, Talita menjawab secara simbolis.
Ia menyebut warna hijau sebagai representasi tujuannya: meraih gelar Putri Indonesia Lingkungan.
Pilihan itu dinilai sejalan dengan advokasinya yang berkaitan dengan lingkungan lahan basah dan kesehatan masyarakat sungai.
“Cari dulu apa yang ingin dituju, lalu perjuangkan itu. Jangan pernah ganti pilihan, karena waktu pasti akan berpihak pada orang yang tepat,” tandasnya.
