Kece People, siapa sangka sebuah kawasan perbukitan di Banjarbaru kini mulai menunjukkan wajah baru.
Bukit Merangkul yang berada di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, perlahan berubah menjadi kawasan pertanian yang menjanjikan. Jumat (6/3/2026), di tempat inilah panen perdana jagung hibrida digelar bersama para petani.
Suasana panen terasa penuh syukur.
Di tengah hamparan tanaman jagung yang mulai menguning, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, memimpin langsung kegiatan panen bersama Kelompok Tani Bukit Merangkul.
“Alhamdulillah hari ini, di Jumat yang penuh berkah, kami melaksanakan panen jagung bersama kelompok tani. Ini merupakan panen perdana jagung hibrida varietas 212 dengan produktivitas sekitar 7,1 ton per hektare,” ujar Syamsir.
Untuk ukuran masa tanam pertama, angka ini terbilang cukup menjanjikan.
Secara normal, produksi jagung hibrida bahkan bisa mencapai 9 hingga 10 ton per hektare jika dikelola dengan optimal.
Namun Bukit Merangkul ternyata tidak hanya soal jagung.
Kawasan ini sedang disiapkan sebagai kawasan pertanian terpadu. Di beberapa bagian lahan, sudah mulai ditanam berbagai komoditas lain seperti durian, kacang-kacangan hingga cabai.
“Semua komoditas sektor pertanian kita upayakan maksimal sesuai arahan gubernur agar lahan ini benar-benar produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Syamsir.
Pengembangan Bukit Merangkul juga melibatkan berbagai pihak. Mulai dari dinas kehutanan, dinas perkebunan, hingga Pemerintah Kota Banjarbaru ikut turun tangan menata kawasan ini.
Bahkan, di area tersebut kini sudah dibangun gazebo kecil.
Dari sana, pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan tanaman pertanian yang membentang di perbukitan.
Sebuah pemandangan yang mungkin tidak banyak orang bayangkan sebelumnya.
Syamsir juga mengungkapkan bahwa produksi jagung di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Produksi jagung kita sudah meningkat sekitar 150 ribu ton dibanding tahun sebelumnya. Ini tentu berkat kerja sama semua pihak, termasuk dukungan aparat dan semangat para petani,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyerahkan bantuan pembinaan sebesar Rp230 juta kepada Dinas Pertanian Kota Banjarbaru.
Harapannya jelas.
Bukit Merangkul tidak hanya menjadi lahan tanam, tetapi bisa berkembang menjadi salah satu kawasan pertanian unggulan yang mendukung ketahanan pangan daerah.
Dan mungkin suatu hari nanti, Kece People akan melihat Bukit Merangkul bukan hanya sebagai perbukitan biasa.
Tapi sebagai ladang harapan baru bagi pertanian Banjarbaru.
