- Advertisement -spot_img
25 C
Banjarbaru
BerandaBerita KalselBanjarFKIP ULM Ajak Guru SMP se-Kabupaten Banjar Upgrade Cara Bikin Soal Matematika

FKIP ULM Ajak Guru SMP se-Kabupaten Banjar Upgrade Cara Bikin Soal Matematika

- Advertisement -spot_img

Kece People, cara murid menghadapi pelajaran matematika perlahan mulai berubah. Kalau dulu soal-soal identik dengan hafalan rumus dan hitung-hitungan kaku, sekarang dunia pendidikan mulai mendorong kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan pemecahan masalah yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perubahan itu pula yang kini mulai dirasakan para guru matematika SMP di Kabupaten Banjar. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari guru matematika dan pengawas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) berkumpul di Aula SMPN 2 Martapura, Sabtu (16/5/2026), untuk mengikuti pelatihan penyusunan soal berstandar Tes Kemampuan Akademik atau TKA berbasis literasi dengan konteks lingkungan lahan basah.

Menariknya, pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan cara membuat soal sulit. Para peserta justru diajak menyusun soal matematika yang lebih “hidup”, dekat dengan realitas murid, dan memanfaatkan kondisi lingkungan khas Kalimantan Selatan sebagai bagian dari pembelajaran.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Mendesain Soal Literasi Matematika Berkonteks Lingkungan Lahan Basah Bagi Guru Matematika SMP Kabupaten Banjar untuk Mendukung Penyiapan TKA itu digelar oleh tim dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.

Tim pelaksana melibatkan sejumlah dosen, di antaranya Martin Suhendra, Sutarto Hadi, Kamaliyah, dan Taufiq Hidayanto. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Muhammad Abdurrahman dan Muhammad Nasrullah.

Ketua pelaksana kegiatan, Martin Suhendra, mengatakan pelatihan ini lahir dari kebutuhan guru untuk menyesuaikan pola pembelajaran dengan karakter asesmen pendidikan yang kini terus berkembang.

Klik Juga  AI Sudah Masuk Ramadan: Dari Desain Poster Masjid sampai Konten Dakwah, Ini Dampaknya di Banjarbaru

“Guru masih memerlukan penguatan dalam menyusun soal kontekstual yang sesuai dengan karakteristik TKA dan memanfaatkan konteks lokal lahan basah sebagai sumber pembelajaran matematika yang bermakna,” ujar Martin.

Menurutnya, MGMP menjadi ruang strategis untuk memperkuat kompetensi guru secara bersama-sama, terutama dalam penyusunan soal berbasis literasi dan penalaran.

Klik Juga  Isu Pidana Posting Menu MBG di Medsos, Nih Bos BGN Kasih Paham

“Guru MGMP merupakan wadah strategis untuk pengembangan kompetensi secara kolaboratif, terutama dalam menyusun soal literasi matematika dan soal berstandar TKA yang kontekstual,” katanya.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tak hanya menerima teori tentang karakteristik soal TKA dan konsep literasi matematika. Mereka juga diajak praktik langsung menyusun soal berbasis lingkungan lahan basah yang menjadi ciri khas wilayah Kalimantan Selatan.

Suasana pelatihan pun dibuat aktif dan interaktif. Guru-guru berdiskusi, mereview soal bersama, hingga mendapat pendampingan dalam pengembangan instrumen penilaian yang lebih relevan dengan kebutuhan murid masa kini.

Martin menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Dosen Wajib Mengabdi sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia mengakui, salah satu tantangan terbesar guru saat ini adalah mengubah pola penyusunan soal yang selama ini masih berfokus pada hafalan dan prosedur teknis.

“Tantangan yang sering dihadapi guru adalah masih terbatasnya pemahaman tentang soal berbasis literasi dan penalaran, serta kebiasaan menyusun soal yang masih berfokus pada prosedur dan hafalan,” ungkap dosen mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Matematika dan Pembelajaran Matematika Inovatif ini.

Klik Juga  Siapa yang Gantikan Anwar Usman? Ini Daftar Kandidatnya

Lewat pendekatan berbasis konteks lokal, para guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang terasa lebih dekat dengan kehidupan murid. Lingkungan lahan basah yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat Banjar dinilai punya banyak potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran yang menarik sekaligus bermakna.

Mulai dari persoalan debit air, pengukuran lahan, aktivitas pasar terapung, hingga pola kehidupan masyarakat di wilayah rawa bisa menjadi inspirasi soal matematika yang lebih realistis dan tidak membosankan.

Klik Juga  Aturan Pajak Baru Resmi Berlaku! Ini Dampak PER-3/PJ/2026 Buat Kamu

Martin pun berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan MGMP seperti ini bisa terus berlanjut agar pengembangan bank soal berstandar TKA di sekolah semakin matang.

“Guru diharapkan mampu menyusun soal yang kontekstual, berkualitas, dan relevan dengan kehidupan murid sehingga dapat meningkatkan kemampuan numerasi serta kesiapan murid menghadapi berbagai bentuk asesmen akademik,” tandasnya.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box