- Advertisement -spot_img
31.9 C
Banjarbaru
BerandaKisah KerenDestry Damayanti Makin Dekat ke Kursi Bos BI, Siapa Dia?

Destry Damayanti Makin Dekat ke Kursi Bos BI, Siapa Dia?

- Advertisement -spot_img

Kece People, Destry Damayanti kembali menjadi nama yang ramai diperbincangkan setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkannya sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR. Bagi sebagian orang, namanya mungkin terdengar familiar tetapi belum benar-benar dikenal. Padahal, perjalanan calon Gubernur BI ini terbilang panjang, melewati dunia perbankan, pasar modal, pemerintahan, lembaga penjamin simpanan, hingga akhirnya duduk sebagai orang nomor dua di Bank Indonesia.

Kalau melihat rekam jejaknya, Destry bukanlah pemain baru yang tiba-tiba muncul di tengah perebutan kursi panas bank sentral. Puluhan tahun kariernya justru banyak dihabiskan untuk membaca angka, mengurai persoalan ekonomi, dan melihat ke mana arah perekonomian Indonesia bergerak.

Kini, panggungnya menjadi jauh lebih besar. Setelah Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry menjalankan tugas sebagai gubernur sementara. Presiden kemudian mengirimkan Surat Presiden kepada DPR dengan mengajukan namanya sebagai satu-satunya kandidat untuk posisi Gubernur Bank Indonesia definitif.

Jika DPR memberikan persetujuan sesuai mekanisme yang berlaku, perempuan kelahiran Jakarta ini bakal memasuki babak paling penting dalam perjalanan profesionalnya. Sebelum sampai di titik tersebut, ada cerita panjang yang menarik untuk ditelusuri.

Berawal dari Ekonomi, Lalu Nyemplung ke Dunia Keuangan

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Cornell University, New York, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science. Latar pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan panjangnya sebagai ekonom.

Karier profesionalnya kemudian berkembang di berbagai sudut sektor keuangan. Destry pernah berkecimpung di Citibank Indonesia, kemudian menjadi Senior Economic Adviser bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000–2003. Ia juga sempat kembali bersentuhan dengan dunia akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Klik Juga  Dari Wartawati ke Kepala BGN, Nanik S. Deyang Kini Pegang Kendali Program MBG

Pengalaman tersebut membuat jalur karier Destry tidak hanya berkutat pada satu dunia. Ia berpindah dari perbankan, riset, akademik, hingga pasar modal. Justru dari lintasan itulah rekam jejaknya sebagai ekonom semakin terbentuk.

Klik Juga  Kisah Intan Trisakti dari Cempaka, Batu Legendaris yang Kini Jadi Misteri

Dari Pasar Modal ke Bank Mandiri

Babak berikutnya membawa Destry ke Mandiri Sekuritas. Pada 2005–2011, ia dipercaya sebagai Chief Economist. Di posisi ini, analisis mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, pasar modal, serta kebijakan fiskal dan moneter menjadi bagian dari pekerjaannya.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai Chief Economist Bank Mandiri pada 2011–2015. Pengalaman tersebut membuat Destry semakin dekat dengan dinamika ekonomi nasional dan berbagai proyeksi yang menjadi pertimbangan dalam membaca arah perekonomian.

Di periode yang hampir bersamaan, Destry juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015. Dari sini, pengalamannya mulai bersinggungan lebih kuat dengan perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan perusahaan milik negara.

Masuk LPS, Berhadapan dengan Risiko Perbankan

Setelah malang melintang di sektor korporasi dan pemerintahan, Destry masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menjadi anggota Dewan Komisioner LPS untuk periode 2015–2019.

Posisi ini memberinya pengalaman lain yang tak kalah penting: stabilitas sistem keuangan. Bukan cuma bicara pertumbuhan dan angka-angka ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan serta menghadapi risiko ketika kondisi keuangan sedang tidak baik-baik saja.

Bisa dibilang, sebelum masuk BI, Destry sudah mengumpulkan potongan puzzle dari berbagai sisi dunia keuangan.

2019: Pintu Bank Indonesia Terbuka

Tahun 2019 menjadi titik penting dalam perjalanan Destry. Ia resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019. Ia kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.

Klik Juga  Pimpin Hanura Kalsel, Jalan Baru atau Sekadar Singgah Politik?

Lima tahun kemudian, kepercayaan tersebut kembali diberikan. Destry ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024–2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024 dan kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.

Klik Juga  Dari Wartawati ke Kepala BGN, Nanik S. Deyang Kini Pegang Kendali Program MBG

Artinya, sebelum namanya masuk sebagai kandidat gubernur, Destry sudah cukup lama berada di lingkaran pengambilan keputusan bank sentral.

Sebagai Deputi Gubernur Senior, ia berada dalam struktur yang ikut menopang berbagai kebijakan strategis BI, mulai dari kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, hingga perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Sekarang Namanya Ada di Pintu Kursi Gubernur BI

Kece People, perjalanan panjang itu akhirnya membawa Destry ke satu titik yang jauh lebih besar. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry dipercaya menjalankan tugas sebagai gubernur sementara. Tak lama berselang, Presiden Prabowo mengajukan namanya sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia kepada DPR.

Situasi ini membuat Destry bukan lagi sekadar pejabat senior di bank sentral. Ia kini berada di ambang posisi tertinggi di lembaga yang punya peran penting menjaga stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan Indonesia. Bank Indonesia sendiri menempatkan stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan sebagai bagian utama tugas bank sentral.

Menariknya, jika nantinya resmi mendapat persetujuan DPR dan ditetapkan sebagai Gubernur BI, Destry berpotensi mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif. Reuters mencatat pencalonannya sebagai calon tunggal tersebut sekaligus menempatkannya sebagai kandidat perempuan pertama untuk memegang posisi itu secara permanen.

Jadi, siapa sebenarnya Destry Damayanti?

Ia bukan sosok yang baru kemarin sore masuk ke dunia ekonomi. Dari ruang akademik, meja analis, perbankan, pasar modal, pemerintahan, LPS, hingga Bank Indonesia, perjalanan kariernya telah melewati banyak persimpangan.

Klik Juga  Dari Jepang ke Indonesia: Sejarah Mie Instan yang Mengubah Cara Dunia Makan

Kini tinggal satu pintu lagi yang harus dilalui: DPR.

Klik Juga  38 Tahun Barito Putera: Wasiat Haji Leman yang Bikin Banua Tetap Bangga

Setelah itu, perjalanan panjang Destry akan menentukan apakah namanya benar-benar tercatat sebagai pemimpin baru bank sentral Indonesia—sekaligus membuka babak baru bagi perempuan dalam sejarah kepemimpinan ekonomi negeri ini.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box