- Advertisement -spot_img
31.9 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruBurdah Keliling di Malam Arba’ Mustamir, Ikhtiar Warga Loktabat Utara

Burdah Keliling di Malam Arba’ Mustamir, Ikhtiar Warga Loktabat Utara

- Advertisement -spot_img

Kece People, Burdah Keliling tahun ini kembali digelar warga RW 02, RT 04 dan 05 Kelurahan Loktabat Utara, Banjarbaru, pada Selasa malam ini, 11 Agustus 2026. Bukan sekadar berjalan dari satu ruas jalan ke jalan lain, kegiatan yang berlangsung ba’da Isya ini menjadi cara warga mengisi malam Arba’ Mustamir dengan doa, zikir, shalawat, dan pembacaan Burdah.

Ketika malam mulai turun dan aktivitas warga perlahan melandai, sejumlah masyarakat justru memilih berkumpul. Ada yang datang untuk mengikuti lantunan Burdah, ada pula yang mengambil bagian dalam doa bersama. Suasananya sederhana, tetapi punya makna: warga ingin menghidupkan kembali tradisi keagamaan sekaligus memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Ketua Panitia Burdah Keliling Malam Arba’ Mustamir, M. Maulana, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keinginan masyarakat untuk menjaga tradisi keagamaan agar tetap hidup di lingkungan mereka.

“Keinginan kami adalah menghidupkan kembali tradisi keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dengan memperbanyak doa, zikir, dan membaca Burdah sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan serta keselamatan kepada Allah SWT,” ujar Maulana saat dihubungi.

Dalam tradisi masyarakat tertentu, Arba’ Mustamir dimaknai sebagai Rabu terakhir pada bulan Safar. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan dari bala, musibah, maupun berbagai marabahaya.

Karena itu, Burdah Keliling dipilih sebagai cara warga mengisi malam tersebut dengan kegiatan yang bernilai ibadah. Lantunan Burdah, shalawat, zikir, dan doa menjadi bagian dari perjalanan warga menyusuri lingkungan sekitar.

Klik Juga  Pangeran Mohammad Noor, Pahlawan Nasional dari Tanah Banjar yang Satukan Kalimantan

“Arba’ Mustamir kami maknai sebagai momentum untuk meningkatkan doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sekaligus memohon perlindungan dari berbagai bala, musibah, dan marabahaya,” kata Maulana.

Namun, ada hal lain yang ikut berjalan bersama rombongan malam itu. Bukan hanya doa, melainkan juga silaturahmi. Warga dari lingkungan yang sama bertemu, berbincang, dan bergerak bersama dalam satu kegiatan. Hal yang mungkin tampak biasa, tetapi justru menjadi penting ketika kehidupan masyarakat semakin sibuk dengan urusan masing-masing.

Klik Juga  Punya Penghasilan Tapi Tanpa NPWP? Risiko Ini Diam-Diam Bisa Hancurkan Finansialmu

Menurut Maulana, kegiatan keliling tersebut memang sengaja dibuat sebagai simbol kebersamaan warga. Harapannya, tradisi keagamaan tidak berhenti pada ritual semata, tetapi juga mampu memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan keliling ini juga menjadi simbol kebersamaan dan ikhtiar masyarakat untuk memohon keberkahan serta keselamatan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat secara keseluruhan,” tuturnya.

Burdah Keliling tahun ini menjadi pelaksanaan untuk kali kedua. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun lalu dan kembali dilanjutkan pada 2026.

Pelaksanaannya melibatkan warga RW 02, khususnya RT 04 dan RT 05, bersama Tim Pengaman Batra Loktabat Utara. Keterlibatan warga dan unsur pengamanan lingkungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kegiatan berlangsung tertib.

Rombongan dijadwalkan mulai bergerak pada pukul 20.00 Wita atau setelah salat Isya. Titik keberangkatan berada di halaman Langgar Darul Bina, Jalan Guntung Jingah. Dari sana peserta menyusuri Jalan Intan Raya, kemudian menuju Gang Abadi Bina Murni dan kembali melalui Jalan Guntung Jingah.

Rutenya memang tidak terlalu jauh. Tetapi, Kece People, yang dibawa warga dalam perjalanan itu bukan sekadar langkah kaki. Ada doa yang dilantunkan, ada silaturahmi yang dirawat, dan ada harapan agar lingkungan tempat mereka tinggal senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.

Klik Juga  MasyaAllah! Hampir 5 Juta Umat Hadiri Haul Guru Sekumpul di Martapura

“Harapan kami masyarakat bisa mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan penuh keikhlasan, semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dari berbagai musibah,” ujar Ketua Bidang Keagamaan RT 005 ini.

Bagi panitia, keberlanjutan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi yang telah diwariskan para ulama dan orang-orang terdahulu. Tradisi tersebut diupayakan tetap hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai kegiatan tahunan, tetapi sebagai ruang untuk mengingat kembali pentingnya doa, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Klik Juga  Kisah Intan Trisakti dari Cempaka, Batu Legendaris yang Kini Jadi Misteri

Dan ternyata, agenda kebersamaan warga tidak berhenti pada malam Arba’ Mustamir. Khususnya di RT 05, setelah Burdah Keliling, masyarakat akan melanjutkan kegiatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

“Agenda berikutnya kegiatan peringatan maulid nabi yang dilaksanakan pada 5 September 2026,” tandas Maulana.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box