Kece People, sebuah momen yang merubah arah sejarah kota ini.
Yap tahun 2022 lalu sejak Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalimantan Selatan diketok, Banjarbaru resmi menyandang status sebagai ibu kota menggantikan Banjarmasin. Status baru jelaslah diiringi tanggung jawab baru, dan tentu saja… magnet baru.
Lalu dengan perubahan status itu, apakah benar-benar berdampak?
Coba kita lirik data menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisan Banjarbaru Dalam Angka 2022.
“Jumlah penduduk Kota Banjarbaru tahun 2021 hasilnya adalah 258.753 jiwa.”
Nah, itu sebelum menyandang status ibu kota resmi berjalan penuh. Lalu masuk 2022.
Perpindahan pusat pemerintahan provinsi pelan-pelan mulai efektif dijalankan. Aktivitas birokrasi meningkat. Mobilitas ASN bertambah. Layanan publik terpusat. Infrastruktur mulai digenjot.
Dalam publikasi BPS, Banjarbaru Dalam Angka 2025 jumlah pendudukan Banjarbaru tahun 2024 sebanyak 285.546 jiwa.
Artinya ada kenaikan 10,35 persen, sejak rentang tahun 2021 ke 2024, hal ini menandakan Banjarbaru bukan hanya simbol administratif, tapi pusat aktivitas baru.
Menilik Efek Domino Status Ibu Kota
Kece People, begitu jadi ibu kota, ada beberapa efek yang nampak terjadi seperti perpindahan instansi provinsi jelas secara otomatis mendorong kebutuhan hunian. Kemudian meningkatnya pertumbuhan ekonomi dibidang jasa seperti kos-kosan, perumahan, kafe, UMKM, hingga coworking space ikut tumbuh.
Lalu mencuatlah pertanyaan, bagaimana dengan jalan, fasilitas publik, dan tata kota apakah mulai ditata ulang untuk standar sebuah ibu kota provinsi?
Sejak menyandang pangkat ibu kota provinsi, Kece People pasti merasakannya bahwa Banjarbaru sekarang terasa lebih dinamis. Lebih sibuk. Lebih “hidup”.

Bonus Demografi plus Status Ibu Kota
Kece People, dengan dominasi usia produktif, pusat pendidikan karena tak sedikit sekolah dan kampus hadir di kota ini dan statusnya sebagai pusat pemerintahan provinsi jelaslah Banjarbaru memiliki posisi strategis dimasa depannya.
Bermodalkan penduduk kategori Gen Z dan Gen Alpha hampir 50 persen atau 49,63 persen berdasarkan data rilisan BPS Banjarbaru Dalam Angka 2025, teranglah generasi ini kelak yang paling diuntung karena sumber daya dan peluang kerja semakin luas, tumbuhnya ekosistem digital, dan aktivitas event serta komunitas semakin meningkat.
So, ini bukanlah sekadar pertumbuhan biasa. Ini merupakan transformasi. “Golden Momen” ujarnya
Lalu siapkah kita?. Dengan amanah pertumbuhan penduduk dan martabat sebagai ibu kota provinsi merupakan dua sisi koin. Yakni apabila jumlah warga naik, fasilitas harus ikut naik juga dong. Nah, kalau aktivitas bertambah, tata kota musti makin rapi.
Banjarbaru sekarang bukan lagi sekadar kota administratif atau penyanggah. Ia sudah jadi pusat. Dan data dari BPS jelaslah menunjukkan arah itu. Tren meningkat sejak 2021, dan momentum 2022 jadi titik akselerasi.
Banjarbaru Sedang Naik Derajat
Kece People, kota ini sedang ada di fase penting dalam sejarahnya. Dari 258.753 jiwa di tahun 2021, menuju tren pertumbuhan setelah resmi jadi ibu kota pada 2022 — Banjarbaru sedang naik derajat.
Pertanyaannya bukan lagi “ramai atau tidak.” But, siapkah Banjarbaru tumbuh sebagai ibu kota yang modern, nyaman, dan berkelanjutan?
Karena jadi ibu kota itu tak melulu soal gedung pemerintahan. Tapi soal kualitas hidup warganya. Dan itu tanggung jawab kita bersama.