Kece People, siapa yang kemarin ikut euforia Liburland Fest 2022, konser Raisa Banjarbaru, NOAH di Amanah Borneo Park, Feel Koplo, dan kebangkitan ekonomi kreatif Banjarbaru? Nah, event yang satu ini bukan sekadar festival biasa, tapi jadi momentum bangkitnya Kota Idaman setelah dihantam pandemi Covid-19.
Selama tiga hari penuh, 5 hingga 7 Agustus 2022, kawasan Amanah Borneo Park berubah jadi lautan manusia. Lampu panggung menyala, suara penonton menggema, dan vibe-nya? Wah, mantap betul lah!
Di puncak acara, panggung Liburland Fest benar-benar pecah. Deretan artis nasional tampil bergantian memanjakan penonton. Ada Raisa dengan suara merdunya, Feel Koplo yang sukses bikin goyang berjamaah, hingga band legendaris NOAH yang langsung bikin nostalgia massal.
Belum lagi penampilan Geisha, Kunto Aji, Isyana Sarasvati, dan Fourtwnty yang makin menghidupkan suasana. Artis lokal pun tak kalah unjuk gigi, membuktikan bahwa talenta Banua memang kada kalah saing.
Tapi Kece People, Liburland Fest bukan cuma soal musik dan seru-seruan. Festival tematik yang dikemas fun ini membawa misi besar: menggerakkan kembali roda ekonomi, khususnya di Banjarbaru yang akrab dijuluki Kota Idaman.
UMKM ikut merasakan berkah. Pedagang makanan, minuman, hingga produk kreatif kebanjiran pembeli. Hotel dan penginapan pun ikut terisi. Rasanya seperti kota ini kembali bernafas lega.
Direktur Operasional Amanah Borneo Park, Yulianjar Wati menegaskan semangat kolaborasi dalam festival ini.
“Liburland Festival ini adalah pergerakan bersama, untuk menciptakan ekonomi kreatif Kota Banjarbaru lebih cepat,” ujar Direktur Operasional Amanah Borneo Park Yulianjar Wati.
Kalimat itu seakan jadi penegas bahwa Liburland Fest bukan hanya hiburan, tapi simbol kebangkitan. Setelah masa pembatasan panjang akibat pandemi, masyarakat akhirnya bisa kembali berkumpul, bernyanyi, dan tentu saja — belanja.
Kece People, inilah bukti bahwa ketika musik, kreativitas, dan kolaborasi bersatu, dampaknya bukan cuma bikin hati senang, tapi juga bikin ekonomi ikut senyum lebar.
Kalau event seperti ini terus konsisten digelar, bukan tak mungkin Banjarbaru makin mantap jadi pusat ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan. Setuju, kah?




