Home Banjarbaru 3 Bulan Jalur Cambai Berubah! Sopir Truk Wajib Tahu Rekayasa Lalu Lintas...

3 Bulan Jalur Cambai Berubah! Sopir Truk Wajib Tahu Rekayasa Lalu Lintas Ini

0
Rehabilitasi Box Culvert Cambai mulai 4 Juni hingga 6 September 2026. (Ist)

Kece People, mulai 4 Juni hingga 6 September 2026, pengguna Jalan Cambai di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru perlu bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas. Penyebabnya, Dinas PUPR Kalimantan Selatan akan melakukan rehabilitasi Box Culvert Cambai yang berdampak pada rekayasa lalu lintas dan pengalihan sejumlah kendaraan angkutan barang.

Jadi, bagi Kece People yang biasa melintas di jalur ini, khususnya para sopir angkutan barang, ada baiknya mulai mencatat perubahan rute dari sekarang. Jangan sampai sudah di jalan, malah bingung mencari arah putar balik.

Suasana di kawasan Cambai memang diperkirakan akan sedikit berbeda dari biasanya. Aktivitas proyek yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan membuat sejumlah instansi turun langsung melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan aman dan lancar.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jalan Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Adi Royan Pratama, mengatakan pihaknya bersama Satlantas Polres Banjarbaru, Polsek, aparatur kecamatan, hingga kelurahan telah melakukan survei lapangan guna mengevaluasi kesiapan pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Dari hasil survei, terdapat beberapa catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti pihak pelaksana proyek.

“Kami meminta kepada pihak pelaksana untuk memperbanyak rambu-rambu maupun himbauan terkait rekayasa lalu lintas serta memperbesar ukurannya agar mudah terlihat, terutama oleh pengemudi angkutan barang tiga sumbu ke atas,” ujar Adi.

Menurutnya, keberadaan rambu yang jelas dan mudah dibaca menjadi kunci agar para pengendara tidak salah mengambil jalur selama pekerjaan berlangsung.

Tak hanya itu, Dishub Banjarbaru juga mendorong adanya pembatasan jam operasional kendaraan angkutan barang. Langkah ini dinilai penting agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih cepat tanpa terganggu padatnya lalu lintas kendaraan berat.

“Kami menghimbau agar angkutan barang beroperasi mulai jam 6 sore hingga 06 pagi. Dengan begitu pekerjaan di lapangan dapat berlangsung lebih efektif dan mengurangi potensi hambatan,” katanya.

Nah, yang juga perlu diperhatikan, walaupun pihak kontraktor telah menyediakan jembatan alternatif dengan kapasitas hingga 10 ton, Dishub tetap meminta seluruh kendaraan angkutan barang untuk membatasi muatan maksimal 8 ton saat melintas.

Bukan tanpa alasan, menurut Adi, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan jembatan sementara sering mengalami kerusakan akibat kelebihan beban. Jika itu terjadi, bukan hanya proyek yang terganggu, tetapi juga aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap jembatan sementara tidak mengalami kerusakan selama pekerjaan berlangsung karena jika rusak akan mengganggu aktivitas pekerjaan dan bisa mengubah sistem rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan kendaraan berat tiga sumbu ke atas?

Untuk angkutan barang dari arah Tanah Laut menuju Banjarbaru maupun sebaliknya, kendaraan besar diarahkan untuk berbelok ke kiri di kawasan Simpang Bati-Bati yang dikenal masyarakat dengan sebutan Simpang Pisang Goreng Kipas. Dari titik tersebut kendaraan diarahkan menuju LIK Liang Anggang.

Sementara kendaraan dari arah Hulu Sungai yang melintas melalui Simpang Empat Banjarbaru diarahkan melalu Jalan Mistar Cokro Kusumo menuju Jalan Trikora. Setelah sampai di kawasan perempatan LIK Liang Anggang, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing.

Bagi yang menuju Pelaihari diarahkan belok ke kiri menuju arah Bati-Bati. Sedangkan kendaraan dengan tujuan Banjarmasin dapat melanjutkan perjalanan melalui jalur berbelok ke kanan.

Kece People, selama masa rehabilitasi berlangsung, kesabaran para pengguna jalan tentu akan sedikit diuji. Namun pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.

Jadi sebelum berangkat, pastikan mengecek rute terlebih dahulu. Jangan sampai salah jalur, apalagi bagi pengemudi kendaraan berat yang terdampak langsung oleh rekayasa lalu lintas tersebut.

Tiga bulan memang bukan waktu yang sebentar, tetapi dengan kepatuhan bersama, pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Begitulah harapannya, supaya jalan makin nyaman dilalui dan perjalanan tetap aman sampai tujuan.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version