Home Berita Dari Wartawati ke Kepala BGN, Nanik S. Deyang Kini Pegang Kendali Program...

Dari Wartawati ke Kepala BGN, Nanik S. Deyang Kini Pegang Kendali Program MBG

0
Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. (FOTO: Humas BGN)

Kece People, dari ruang redaksi media hingga memimpin Badan Gizi Nasional. Itulah perjalanan Nanik S. Deyang yang kini resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sosok yang selama ini dikenal tegas mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini mendapat amanah lebih besar untuk memastikan program peningkatan gizi nasional berjalan tepat sasaran bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (2/6).

Tak hanya mengganti pucuk pimpinan, Presiden juga melakukan penyegaran di jajaran wakil kepala. Langkah ini disebut sebagai hasil evaluasi terhadap kinerja BGN selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir.

“Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo Hadi.

Bagi sebagian masyarakat, nama Nanik mungkin belum setenar pejabat publik lainnya. Namun bagi mereka yang mengikuti perkembangan Program MBG, sosok ini bukanlah orang baru.

Justru sebaliknya, ia termasuk figur yang selama ini berada di garis depan pengawasan program makan bergizi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

Dari Wartawati hingga Lingkaran Kekuasaan

Perjalanan Nanik terbilang unik. Sebelum mengenakan seragam birokrasi dan menjalankan tugas pemerintahan, perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu lebih dulu dikenal sebagai jurnalis.

Kariernya dimulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan kelompok media Kompas Gramedia.

Pengalaman di dunia jurnalistik kemudian membawanya menempati posisi strategis sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Dari sana, kemampuannya dalam komunikasi publik mulai dikenal luas.

Seiring waktu, langkahnya bergeser ke ranah politik nasional. Pada Pemilihan Presiden 2019, Nanik menjadi salah satu figur penting dalam tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Kariernya terus menanjak setelah Prabowo memimpin pemerintahan. Ia dipercaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi pada reshuffle Kabinet Merah Putih tahun 2025.

Sosok yang Dikenal Tegas

Kece People, kalau ada satu hal yang paling melekat pada sosok Nanik selama di BGN, itu adalah ketegasannya.

Alih-alih hanya bekerja dari balik meja, ia justru sering turun langsung melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pusat pelaksanaan Program MBG.

Dalam sejumlah kunjungan, Nanik diketahui menemukan berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari standar kebersihan yang belum terpenuhi, tata letak dapur yang tidak sesuai pedoman, hingga fasilitas sanitasi yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan pangan.

Karena itu, tidak sedikit SPPG yang harus menerima sanksi penangguhan sementara hingga mampu memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Langkah tersebut sempat menuai perhatian, namun bagi Nanik, kualitas dan keamanan pangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Ia juga dikenal tegas meminta setiap dapur MBG menyediakan fasilitas penginapan yang layak bagi kepala SPPG, pengawas gizi, hingga pengawas keuangan agar pelaksanaan program berjalan optimal.

Ribuan Dapur Masih Ditangguhkan

Ketegasan itu kembali terlihat dari data terbaru yang disampaikannya pada akhir Mei lalu.

Dalam keterangannya, Nanik mengungkapkan bahwa ribuan SPPG masih menjalani masa penangguhan karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.

“Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah ditangguhkan,” kata Nanik.

Ia menjelaskan sebagian besar SPPG yang sempat ditangguhkan kini telah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan.

Namun masih ada ribuan lainnya yang harus menyelesaikan berbagai catatan evaluasi sebelum kembali melayani penerima manfaat Program MBG.

Harapan Baru di Badan Gizi Nasional

Pergantian kepemimpinan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional di tengah semakin besarnya cakupan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat pelaksanaan program prioritas, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” ucap Prasetyo Hadi.

Kini, tantangan besar menanti Nanik S. Deyang. Dari ruang redaksi hingga kursi pimpinan lembaga negara, perjalanan panjang itu membawanya pada satu tugas besar: memastikan program gizi nasional berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat bagi generasi masa depan Indonesia.

Bagi Kece People, nama Nanik mungkin baru ramai diperbincangkan hari ini. Namun jejak panjangnya menunjukkan bahwa jabatan tersebut bukan datang secara tiba-tiba, melainkan melalui perjalanan panjang dari dunia jurnalistik, politik, hingga pengawasan langsung di lapangan.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version