Kece People, menjadi Spanyol Juara Piala Dunia 2026 ternyata bukan hanya soal mengangkat trofi emas di Stadion MetLife. Di balik euforia kemenangan, tersimpan keuntungan ekonomi yang nilainya mencapai miliaran euro. Mulai dari hadiah FIFA, meningkatnya konsumsi masyarakat, hingga melonjaknya citra negara di mata dunia, kemenangan ini diperkirakan memberi suntikan positif bagi ekonomi Spanyol, meski para ekonom mengingatkan efeknya tidak akan berlangsung selamanya.
Kemenangan tipis 1-0 atas Argentina pada partai final memastikan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah sukses pertama pada 2010. Bersamaan dengan itu, Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) juga berhak menerima hadiah sebesar US$50 juta kalo di rupiahkan sekitar Rp898,58 miliar, nilai hadiah terbesar yang pernah diberikan FIFA kepada juara dunia.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hadiah yang diterima Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022 yang mencapai US$42 juta.
Dana tersebut nantinya akan dikelola RFEF untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bonus pemain dan tim pelatih hingga pengembangan sepak bola nasional. Pemerintah Spanyol juga diperkirakan memperoleh tambahan sekitar €6 juta dari penerimaan pajak atas bonus yang diterima 17 pemain tim nasional yang berdomisili di Spanyol.
Namun, para ekonom menilai manfaat terbesar dari sebuah gelar juara dunia justru bukan berasal dari hadiah uang.
Nilai sebenarnya terletak pada meningkatnya citra sebuah negara di mata dunia. Reputasi sebagai juara Piala Dunia diyakini mampu meningkatkan kepercayaan terhadap produk, jasa, hingga sektor pariwisata negara tersebut.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Oxford Bulletin of Economics and Statistics pada 2024 oleh ekonom Universitas Aberdeen, Marco Mello, menunjukkan bahwa negara yang menjuarai Piala Dunia rata-rata mengalami pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 0,48 persen selama dua kuartal setelah turnamen sebelum efeknya perlahan memudar.
Pertumbuhan tersebut sebagian besar dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekspor. Gelar juara membuat perhatian dunia tertuju pada negara pemenang sehingga memberi peluang lebih besar bagi sektor perdagangan, investasi, hingga kunjungan wisatawan.
Dengan nilai ekonomi Spanyol yang diperkirakan mencapai sekitar €1,69 triliun, Direktur Freedom24 Iberia, Pedro Santa Cruz, memperkirakan kemenangan di Piala Dunia 2026 berpotensi menciptakan tambahan aktivitas ekonomi hingga €4 miliar dalam jangka pendek.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa hadiah FIFA sebesar US$50 juta sesungguhnya hanya setara dengan sekitar 15 menit aktivitas ekonomi Spanyol, sehingga dampak utamanya lebih banyak berasal dari efek psikologis dan meningkatnya kepercayaan pasar dibandingkan nilai hadiah itu sendiri.
Di dalam negeri, kemenangan Spanyol juga diprediksi mendorong konsumsi masyarakat, terutama di sektor jasa.
Data dari platform pembayaran Square menunjukkan bahwa selama pertandingan babak penyisihan grup, pendapatan bar dan restoran di Spanyol meningkat hingga 36 persen. Setelah keberhasilan menjuarai dunia, lebih dari satu juta orang diperkirakan memadati Madrid untuk merayakan kemenangan tersebut.
Meski aktivitas ekonomi meningkat, sejumlah analis mengingatkan bahwa lonjakan konsumsi itu lebih banyak berasal dari perpindahan pola belanja masyarakat menuju aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola, bukan menciptakan permintaan ekonomi baru secara permanen.
Pengalaman masa lalu juga menjadi pengingat bahwa kesuksesan olahraga tidak selalu berjalan seiring dengan kekuatan ekonomi jangka panjang.
Saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, negara itu masih bergulat dengan krisis keuangan global dan tingkat pengangguran yang mendekati 20 persen. Gelar juara berhasil membangkitkan kebanggaan nasional, tetapi tidak mampu mengatasi persoalan struktural ekonomi yang sedang dihadapi.
Berbagai penelitian pun menyimpulkan bahwa kemenangan maupun status sebagai tuan rumah Piala Dunia belum terbukti memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi sebuah negara.
Karena itu, meski trofi Piala Dunia 2026 membawa angin segar bagi perekonomian Spanyol melalui peningkatan konsumsi, ekspor, dan citra internasional, manfaat tersebut diperkirakan hanya menjadi dorongan jangka pendek. Pada akhirnya, kekuatan ekonomi sebuah negara tetap bergantung pada produktivitas, investasi, inovasi, dan kebijakan yang mampu menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan, jauh setelah sorak-sorai juara dunia berakhir.






