- Advertisement -spot_img
31.9 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruMinyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa ULM Ajak Warga Mentaos Peduli Lingkungan

Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa ULM Ajak Warga Mentaos Peduli Lingkungan

- Advertisement -spot_img

Kece People. Minyak jelantah yang biasanya berakhir sebagai limbah rumah tangga diperkenalkan mahasiswa KKN T-LH Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 10 Kelurahan Mentaos sebagai bahan yang masih bisa dimanfaatkan. Melalui workshop di Pendopo Fasilitas Umum (Fasum) Komplek Meranti Griya Asri 2, Minggu (2/8/2026), warga diajak mengolahnya menjadi lilin aromaterapi.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKN T-LH) ULM Kelompok 10 yang bergerak pada edukasi dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Selain workshop, mahasiswa juga melakukan sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga secara door to door. Dua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pengelolaan limbah yang dapat dimulai dari lingkungan rumah.

Minyak jelantah merupakan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas memasak. Pembuangan secara terus-menerus ke saluran air maupun lingkungan dapat menimbulkan persoalan lingkungan. Karena itu, mahasiswa mengenalkan pemanfaatan kembali minyak tersebut menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Minyak Jelantah Diolah Jadi Lilin Aromaterapi

Workshop berlangsung dengan melibatkan warga secara langsung. Mahasiswa memperagakan tahapan pembuatan lilin aromaterapi, kemudian masyarakat mengikuti proses tersebut.

Dalam prosesnya, minyak jelantah terlebih dahulu dijernihkan menggunakan arang dan bleaching earth. Kedua bahan tersebut berfungsi sebagai adsorben yang membantu mengurangi sebagian pengotor, zat penyebab warna, serta komponen tertentu yang memengaruhi aroma minyak.

Setelah disaring, minyak yang telah dijernihkan dicampurkan dengan stearic acid. Bahan tersebut memiliki titik leleh lebih tinggi dibandingkan minyak sehingga membantu membuat campuran menjadi lebih keras dan meningkatkan titik lelehnya.

Klik Juga  Ramadhan Tanpa Orang Tercinta, Begini Cara Menguatkan Hati

Campuran kemudian diberi essential oil untuk menghasilkan aroma serta pewarna agar tampilan lilin lebih menarik. Setelah dicetak dan didinginkan, campuran mengalami perubahan dari bentuk cair menjadi padat hingga menghasilkan lilin aromaterapi.

Klik Juga  Gen Z Kuasai Kripto! Antara Cuan, FOMO, dan Risiko yang Mengintai

Proses tersebut membuat warga tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga mendapat pengalaman langsung mengubah minyak bekas memasak menjadi produk baru.

Devina, salah satu mahasiswa KKN T-LH ULM Kelompok 10, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara untuk menunjukkan bahwa limbah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak langsung membuang minyak jelantah setelah digunakan. Minyak jelantah masih bisa dimanfaatkan menjadi produk sederhana seperti lilin aromaterapi. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan limbah yang berasal dari rumah,” ujar Devina mahasiswi KKN Kelompok 10 ULM.

Kenalkan Prinsip 3R dari Rumah

Sebagai informasi, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menjadi bagian dari pengenalan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menekankan aspek reuse atau menggunakan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.

Sementara edukasi pemilahan sampah dilakukan melalui kegiatan door to door sebagai program tersendiri. Warga dikenalkan pada pentingnya memisahkan sampah padat berdasarkan jenisnya sekaligus mengelola limbah minyak jelantah agar tidak langsung dibuang ke lingkungan.

Pendekatan tersebut membuat edukasi lingkungan tidak hanya berfokus pada persoalan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat melihat peluang pemanfaatan kembali limbah rumah tangga.

Di penghujung kegiatan, warga memperoleh lilin aromaterapi hasil pengolahan minyak jelantah. Mahasiswa juga memberikan tanaman sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat untuk terus menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Klik Juga  Lapangan dr Murdjani, Ikon Kota Banjarbaru yang Wajib Disambangi Kece People

Tanaman tersebut menjadi simbol pesan sederhana bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah, baik melalui pengelolaan sampah maupun merawat ruang hijau di sekitar tempat tinggal.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN T-LH ULM Kelompok 10 berharap pengetahuan yang diberikan kepada warga Mentaos tidak berhenti setelah workshop selesai.

Klik Juga  Siap-Siap! Ini Bocoran Hasil Rapat Hari Jadi Banjarbaru 2026 Meski Anggaran Efisien

Kebiasaan memilah sampah, menghindari pembuangan minyak jelantah sembarangan, memanfaatkan kembali limbah yang masih bernilai guna, serta merawat tanaman di lingkungan tempat tinggal diharapkan dapat menjadi praktik sederhana yang terus dilakukan masyarakat sehari-hari.

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box