Kece People, masa libur sekolah kembali menghadirkan antusiasme di tengah keluarga. Momen yang paling ditunggu anak-anak ini kerap dimanfaatkan untuk bepergian bersama, baik sekadar berkeliling kota maupun melakukan perjalanan jarak jauh. Di tengah euforia tersebut, tips #Cari_Aman, bonceng anak naik motor, keselamatan berkendara keluarga, dan edukasi dari Astra Motor menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Liburan memang identik dengan kebersamaan, tidak sedikit keluarga yang memilih menggunakan sepeda motor untuk menikmati waktu bersama. Selain praktis dan ekonomis, kendaraan roda dua juga memungkinkan keluarga menjangkau berbagai destinasi dengan lebih fleksibel.
Namun, Kece People, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni keselamatan saat membonceng anak. Padahal, anak memiliki kondisi fisik yang berbeda dengan orang dewasa. Daya tahan tubuh, kemampuan menjaga keseimbangan, hingga respons terhadap situasi di jalan tentu belum sebaik orang dewasa.
Karena itu, penting mengingatkan pentingnya menerapkan budaya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman, khususnya bagi keluarga yang ingin menikmati momen liburan bersama anak.
Safety Riding Officer Astra Motor Kalimantan Timur 2, Arisettya, mengatakan perjalanan bersama keluarga akan terasa lebih menyenangkan apabila diimbangi dengan kebiasaan berkendara yang aman.
“Melakukan perjalanan sembari berboncengan tentu perlu diimbangi dengan tips berkendara yang aman lewat tips Cari Aman agar perjalanan bersama keluarga tetap terasa menyenangkan dan aman sampai tujuan,” ungkap Arisettya.
Menurutnya, salah satu kebiasaan yang masih sering dijumpai di jalan adalah membonceng anak dengan posisi yang kurang tepat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko yang tidak diinginkan.
“Contoh mudah dan paling banyak dilakukan ialah menepatkan posisi berkendara yang baik dan benar saat membonceng anak di posisi depan. Hal ini tentunya harus diperhatikan karena jika dilakukan dengan tidak tepat, terdapat beberapa potensi Bahasa seperti terbendur ataupun terjepit,” tambahnya.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat membonceng anak selama libur sekolah? Berikut tujuh tips #Cari_Aman dari Astra Motor Kalimantan Timur 2.
1. Lengkapi Perlengkapan Berkendara
Kece People, jangan menganggap anak hanya sebagai penumpang biasa. Risiko yang dihadapi pembonceng sama besarnya dengan pengendara. Karena itu, anak wajib menggunakan perlengkapan keselamatan, mulai dari helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, hingga sepatu.
2. Pastikan Posisi Anak Sudah Benar
Posisi ideal anak adalah duduk di belakang pengendara dengan tubuh lurus dan rapat. Posisi tersebut membuat anak lebih mudah memegang tubuh pengendara sekaligus membantu menjaga keseimbangan selama perjalanan.
3. Pastikan Anak Sudah Siap Dibonceng
Anak sebaiknya sudah mampu berpegangan dengan kuat dan dapat meletakkan kedua kaki di pijakan pembonceng. Bila perlu, orang tua dapat menggunakan sabuk pembonceng untuk membantu menjaga posisi anak agar tetap aman selama perjalanan.
Selain itu, ingatkan anak agar tidak memainkan kaki saat berada di atas motor untuk menghindari risiko tersenggol kendaraan lain.
4. Kontrol Kecepatan Berkendara
Saat membawa anak, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan menghindari manuver yang mendadak.
Membuka gas terlalu cepat berisiko membuat anak kehilangan keseimbangan. Begitu pula saat menikung atau melakukan pengereman mendadak. Pegangan anak tentu tidak sekuat orang dewasa, sehingga gerakan tiba-tiba dapat membuat mereka tidak nyaman bahkan berpotensi membahayakan.
5. Atur Waktu, Rute, dan Jarak Perjalanan
Anak memiliki ketahanan fisik yang lebih terbatas dibandingkan orang dewasa. Berangkat lebih pagi dapat membantu menghindari teriknya matahari dan membuat anak lebih nyaman selama perjalanan.
Selain itu, pilihlah rute yang aman dan tidak terlalu padat. Jika perjalanan cukup jauh, jangan lupa menyempatkan waktu beristirahat agar anak tidak kelelahan.
6. Sering Lakukan Konfirmasi kepada Anak
Sesekali, ajak anak berbicara selama perjalanan. Tanyakan apakah mereka mengantuk, haus, capek, atau merasa tidak nyaman.
Komunikasi sederhana seperti ini penting dilakukan karena orang tua dapat mengetahui kondisi anak lebih cepat dan mengantisipasi potensi bahaya sebelum terjadi.
7. Kenalkan Budaya #Cari_Aman Sejak Dini
Libur sekolah juga bisa menjadi momen belajar yang menyenangkan. Orang tua dapat mulai mengenalkan anak tentang pentingnya keselamatan berkendara, arti rambu lalu lintas, serta potensi bahaya yang ada di jalan.
Dengan begitu, anak tidak hanya menjadi pembonceng yang aman, tetapi juga tumbuh dengan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.
Kece People, liburan memang momen untuk bersenang-senang bersama keluarga. Namun, rasa senang itu tentu akan terasa lebih lengkap jika perjalanan dilakukan dengan aman dan nyaman. Jadi, sebelum mengajak si kecil berkeliling selama masa libur sekolah, yuk terapkan tips #Cari_Aman agar perjalanan tetap seru, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Hanyar itu yang paling penting.
