- Advertisement -spot_img
25 C
Banjarbaru
BerandaBerita KalselBanjarmasinDi Tengah Era Digital, Bahasa Banjar Masih Bertahan dan Bikin Bangga Banua

Di Tengah Era Digital, Bahasa Banjar Masih Bertahan dan Bikin Bangga Banua

- Advertisement -spot_img

Kece People, di tengah derasnya tren bahasa gaul di internet, istilah viral media sosial, dan campuran bahasa asing yang makin mendominasi percakapan anak muda sekarang, tak terasa Bahasa Banjar perlahan mulai jarang terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Padahal bagi urang Banua, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi biasa. Di dalam Bahasa Banjar tersimpan budaya, identitas, cara menghormati orang lain, sampai warisan yang sejak dulu hidup dalam keseharian masyarakat Banjar.

Hari ini, banyak anak muda lebih fasih mengikuti tren bahasa di TikTok atau Instagram dibanding bercakap menggunakan bahasa daerah sendiri. Pelan-pelan, kebiasaan menggunakan Bahasa Banjar mulai berkurang. Di sekolah, di tongkrongan, bahkan di rumah, tak sedikit yang mulai mencampur atau meninggalkan bahasa asli Banua karena dianggap kurang modern.

Padahal, setiap kata dalam Bahasa Banjar menyimpan cara urang Banua menghormati orang tua, bercanda, menyampaikan rasa hormat, sampai menunjukkan kedekatan emosional. Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi. Ia adalah rumah budaya yang membuat sebuah daerah tetap punya jati diri.

Karena itu, ketika upaya pelestarian Bahasa Banjar mendapat perhatian nasional lewat Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026, pesan yang sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar seremoni penghargaan. Ini seperti pengingat bahwa bahasa daerah kada boleh dibiarkan hilang perlahan ditelan zaman.

Kece People, hilangnya bahasa daerah sering kali terjadi tanpa disadari. Awalnya cuma jarang dipakai. Lama-lama mulai terasa asing. Sampai akhirnya generasi berikutnya hanya mendengar bahasa itu dari cerita orang tua atau video lama di internet. Kalau sudah sampai titik itu, budaya ikut kehilangan suaranya sendiri.

Klik Juga  Firdaus Gagas Pembentukan KKATUPAT, Ingin Tanah Laut Makin Naik Kelas

Bahasa Banjar sejatinya punya kekuatan besar karena lahir dari kehidupan masyarakat Banua yang kaya sejarah dan tradisi. Dari pasar tradisional, sungai, warung kopi, sampai obrolan keluarga di rumah, bahasa ini tumbuh bersama kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Logatnya hangat, sederhana, tapi penuh makna.

Klik Juga  Firdaus Gagas Pembentukan KKATUPAT, Ingin Tanah Laut Makin Naik Kelas

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR juga menegaskan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai identitas masyarakat Banjar.

“Bahasa daerah tidak boleh hilang ditelan zaman. Pemerintah ingin generasi muda tetap mengenal, menggunakan, dan bangga terhadap bahasa Banjar sebagai bagian dari identitas budaya daerah,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin saat momen penerimaan Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 yang diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penyerahaan penghargaan tersebut berlangsung pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (25/05).

Namun Kece People, pada akhirnya, menjaga Bahasa Banjar bukan cuma tugas pemerintah atau sekolah. Yang paling menentukan justru generasi mudanya sendiri. Selama masih ada anak muda yang mau memakai Bahasa Banjar di rumah, di tongkrongan, di media sosial, bahkan dalam karya kreatif mereka, maka bahasa itu masih hidup.

Karena sejatinya, sebuah budaya tidak benar-benar hilang saat bangunannya runtuh atau tradisinya berubah. Budaya mulai hilang ketika bahasanya tak lagi digunakan oleh generasinya sendiri.

Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga bahasa daerah agar tetap hidup di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Klik Juga  Fakta Mengejutkan Gen Z Kotabaru 2025, Rawan Depresi tapi Paling Jago Self Reward!

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box