- Advertisement -spot_img
28 C
Banjarbaru
BerandaBanjarbaruBanjarbaru dan Adipura: Bangkit atau Bye?

Banjarbaru dan Adipura: Bangkit atau Bye?

- Advertisement -spot_img

Kece People. Adipura 2026 bukan sekadar target, tapi ujian. Ujian buat Banjarbaru, masih layakkah disebut kota bersih, atau justru mulai tertinggal karena persoalan sampah yang belum tuntas.

Banjarbaru kini berdiri di persimpangan, kembali meraih Adipura atau hanya jadi cerita masa lalu.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq datang bukan sekadar melihat-lihat. Pesannya jelas, tegas, dan sedikit “menusuk”.

“Kota Banjarbaru merupakan target Menteri Lingkungan Hidup. Saya akan memaksa, suka atau tidak suka, Ibu Wali Kota Banjarbaru harus membawa Adipura 2026 untuk masyarakat Banjarbaru,” tegasnya Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat kunjungan kerja di Banjarbaru, Kamis.

Kalau dipikir, Banjarbaru memang punya “modal alami” yang kuat. Tata kota relatif rapi, wilayahnya nggak ribet, dan peluang jadi kota bersih itu terbuka lebar. Tapi satu hal yang masih jadi PR berat, “sampah”.

Masalah klasik ini ternyata belum sepenuhnya beres. Padahal, menurut Menteri Hanif, justru di sinilah kunci utama Adipura.

“Struktur kota Banjarbaru ini sebenarnya sangat mudah untuk dimanajemeni. Banjarbaru memang kota idaman. Karena itu tidak ada waktu lagi untuk berpikir panjang,” ujar Hanif.

Nah Kece People, dari sini kelihatan jelas—Adipura bukan cuma soal penilaian, tapi soal bagaimana kota ini benar-benar nyaman untuk ditinggali.

8 Bulan Penentuan: Banjarbaru Lagi Diuji

Tahun ini bukan tahun biasa. Penilaian Adipura bersisa delapan bulan lagi. Waktu yang singkat, tapi dampaknya panjang.

Klik Juga  Nayaka Foundation Tembus Tim Nasional! Ini Perannya di Sungai Barito

Yang dinilai bukan cuma hasil akhir, tapi proses dari “hulu ke hilir”—mulai dari sistem pengelolaan sampah, hingga edukasi ke masyarakat.

Artinya, semua harus bergerak. Nggak bisa lagi santai.

Jangan Cuma di Kantor, Harus Turun ke Lapangan

Pada kesempatna itu Hanif menilai salah satu poin penting yang ditekankan adalah peran camat dan lurah. Mereka diminta aktif turun langsung ke masyarakat.

Klik Juga  Festival Film Siswa dan Santri 2026: Rasa Dimasak, Cerita Hidup di Layar

Bukan cuma kerja administratif, tapi juga edukasi nyata. Dalam bahasa Banjar, jangan cuma “di kantor haja”, tapi harus turun jua, menyapa warga, mengajak perubahan dari hal kecil.

Karena sejatinya, Adipura bukan kerja satu dua orang—tapi kerja satu kota.

Banjarbaru dan Adipura: Bukan Cerita Baru

Kalau kita kilas balik, Banjarbaru bukan pemain baru dalam urusan Adipura. Kota ini sudah mengoleksi 10 Piala Adipura, sejak pertama kali meraihnya di 2008.

Simbol kejayaan itu bahkan diabadikan lewat Tugu Adipura di Jalan Ahmad Yani Km 34,6—sebuah pengingat bahwa Banjarbaru pernah jadi contoh kota bersih.

Tapi Kece People, mempertahankan itu jauh lebih sulit daripada meraihnya.

Harapan Ada di Warga

Di sisi lain, Erna Lisa Halaby menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong keterlibatan masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pendekatan berbasis masyarakat adalah kunci. Dengan adanya sarana ini, masyarakat memiliki alat yang lebih baik untuk mengolah sampah, sehingga beban sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan,” ungkapnya.

Pesannya sederhana tapi kuat Kece People, tanpa warga, Adipura cuma mimpi.

Mulai dari hal kecil—buang sampah pada tempatnya, memilah sampah, sampai ikut kegiatan lingkungan—semua itu jadi bagian dari perubahan besar.

Klik Juga  Ramadhan 2026 Jadi Momentum Hijrah? Ini 7 Amalan yang Bisa Kamu Mulai

“Partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga pengelolaan sampah tidak lagi menjadi persoalan, melainkan menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi kebersihan, kesehatan, dan keindahan Kota Banjarbaru,” harapnya.

Saatnya Banjarbaru Membuktikan

Sekarang, bola ada di tangan Banjarbaru.

Dengan waktu yang terus berjalan, kota ini lagi diuji—apakah bisa bangkit, berbenah, dan kembali membawa pulang Adipura?

Atau justru tertinggal oleh kota lain yang lebih siap?

Jadi Kece People, ini bukan cuma soal pemerintah. Ini soal kita semua.

Klik Juga  Keren Pembukaan Porwanas XIV Kalsel 2024, Tarian Kolosal Geopark Meratus Mantap Banar

Banjarbaru dan Adipura—kita mau lanjut jadi kebanggaan, atau masih dikenang?

(red)

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box