Kece People, jujur aja—siapa nih yang habis liburan malah jadi “mager maksimal”?
Baru juga balik dari healing tipis-tipis, eh tiba-tiba harus ketemu lagi sama rutinitas, kerjaan numpuk, alarm pagi, dan deadline yang macam “menunggu di tikungan”.
Fenomena ini dikenal sebagai holiday blues, kondisi di mana seseorang merasa cemas, sedih, bahkan kehilangan semangat setelah masa liburan usai. Nah, menurut Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhammad Syarif Hidayatullah, M.Psi., kondisi ini sebenarnya wajar banget terjadi, tapi tetap bisa dikendalikan, ya lah.
Ia menjelaskan bahwa kunci utama biar nggak terjebak dalam suasana hati yang drop adalah dengan mengubah cara berpikir—jangan fokus ke capeknya aja, tapi lihat sisi positifnya juga.
“Supaya tidak terjebak dalam holiday blues, kita perlu menyadari bahwa aktivitas di tempat kerja tidak selalu buruk. Ada hal-hal menyenangkan seperti bertemu rekan kerja, dan kita juga masih punya waktu di akhir pekan untuk berkumpul atau jalan-jalan bersama keluarga,” kata Muhammad Syarif Hidayatullah.
Nah, Kece People, kadang kita lupa bahwa rutinitas itu juga punya sisi menyenangkan. Ketemu teman kantor, ngobrol santai pas jam istirahat, sampai nunggu weekend buat recharge lagi—itu semua bagian dari hidup yang juga patut dinikmati, bukan cuma dijalani.
Secara sederhana, post holiday blues adalah kondisi emosional sementara. Biasanya ditandai dengan rasa cemas, sedih, motivasi menurun, bahkan hilang semangat setelah kembali dari momen liburan yang lebih santai dan menyenangkan.
Apalagi kalau habis cuti panjang, kerjaan yang “parkir” sementara bisa datang sekaligus. Waduh, rasanya kayak dikejar-kejar 😅
Tapi tenang, ada cara cerdas biar nggak overthinking. Salah satunya dengan bikin skala prioritas. Pilah mana kerjaan yang harus diselesaikan dulu, dan mana yang masih bisa ditunda.
Dengan begitu, beban pikiran jadi lebih ringan dan kamu nggak merasa semuanya harus beres dalam satu waktu.
Jadi, Kece People, kuncinya bukan menghindari rutinitas, tapi berdamai dengannya. Pelan-pelan aja, yang penting tetap jalan.
Ingat, hidup bukan cuma soal liburan… tapi juga tentang bagaimana kita menikmati setiap fase, termasuk saat kembali ke realita. Santai aja, yang penting tetap waras dan bahagia, ya lah.




