Home Berita Kalsel Banjarmasin Alarm Anak Muda Banua! Data BRIDA: Pengangguran Pemuda Banjarmasin 15,43%, NEET Kotabaru...

Alarm Anak Muda Banua! Data BRIDA: Pengangguran Pemuda Banjarmasin 15,43%, NEET Kotabaru 29,95%

0
Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat. (FOTO: Dok. MC Kalsel)

Kece People. Jumlah generasi muda di Kalimantan Selatan sebenarnya luar biasa besar. Anak mudanya banyak. Energinya juga kuat. Namun di balik potensi itu masih ada persoalan yang belum selesai. Sebagian pemuda di Banua ternyata belum tersambung dengan dunia kerja.

Hal itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2027 yang digelar di Aula Bappeda Kalsel, Selasa (10/2/2026) lalu. Dalam forum tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel, Thaufik Hidayat, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, menjadi kunci penting masa depan daerah.

Dalam paparannya, ia menyebut komposisi penduduk Kalimantan Selatan saat ini memang didominasi generasi muda. Mulai dari Gen Z, milenial, hingga generasi setelahnya. Kalau dirinci, kelompok usia pemuda antara 16 hingga 30 tahun mencapai 25,16 persen dari total penduduk.

Dengan kata lain, Kece People, kira-kira satu dari empat warga Banua adalah anak muda. Potensinya luar biasa besar, tinggal bagaimana mempersiapkan mereka agar siap menghadapi dunia kerja.

“Artinya satu dari empat penduduk Kalimantan Selatan adalah pemuda. Ini merupakan potensi besar yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan kesiapan memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Nah, di sinilah tantangannya mulai terlihat.

Fenomena Pemuda NEET Masih Tinggi

Thaufik mengungkapkan masih ada pemuda yang masuk kategori Not in Education, Employment, and Training (NEET). Artinya mereka tidak sedang sekolah, tidak bekerja, dan juga tidak mengikuti pelatihan.

Di Kalimantan Selatan, rata-rata angka pemuda NEET mencapai 21,17 persen.

Yang cukup menyita perhatian, Kabupaten Kotabaru menjadi daerah dengan angka tertinggi yaitu 29,95 persen. Sementara angka terendah berada di Kabupaten Tabalong dengan 14,14 persen.

Bahasa sederhananya, masih ada cukup banyak anak muda yang posisinya seperti “di tengah jalan”, belum benar-benar masuk jalur pendidikan atau pekerjaan.

Pengangguran Pemuda Banjarmasin Paling Tinggi

Selain itu, ada satu angka lain yang juga bikin dahi sedikit berkerut, Kece People.

Tingkat pengangguran pemuda di Kota Banjarmasin tercatat mencapai 15,43 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di 13,41 persen.

Sementara secara keseluruhan, tingkat pengangguran pemuda di Kalimantan Selatan berada di angka 10,89 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa meski jumlah generasi muda besar, peluang kerja yang tersedia belum sepenuhnya mampu menyerap semuanya.

Kalau kata urang Banjar, anak mudanya banyak banar, tapi kada semuanya kawa langsung dapat gawean.

Pendidikan Naik, Tapi Tantangan Tetap Ada

Meski begitu, ada juga kabar cukup menggembirakan. Tingkat partisipasi pendidikan di Kalimantan Selatan terbilang cukup baik.

Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi mencapai 40,90 persen, bahkan berada di atas rata-rata nasional. Sementara APK tingkat SMA berada di 78,21 persen.

Ini berarti semakin banyak pemuda yang mengenyam pendidikan. Namun tantangannya bukan hanya sekolah tinggi, melainkan bagaimana memastikan mereka punya keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ekonomi Berubah, Peluang Kerja Ikut Bergeser

Thaufik juga menyinggung dinamika ekonomi daerah yang mulai berubah. Meski tingkat kemiskinan di Kalimantan Selatan termasuk dua terendah secara nasional setelah Bali, ada tanda-tanda kerentanan ekonomi yang perlu diwaspadai.

Salah satunya terlihat dari menurunnya jumlah kelas menengah sejak 2021 hingga 2024. Selain itu, pertumbuhan sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah juga mulai melambat.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya transformasi pembangunan ekonomi yang didukung penguatan SDM dan inovasi, sehingga generasi muda memiliki peluang kerja yang lebih berkelanjutan,” tandasnya.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version