Home Berita Kalsel Banjar 5 Rajab 1448H di Sekumpul: Ini 5 Imbauan Penting bagi Jemaah

5 Rajab 1448H di Sekumpul: Ini 5 Imbauan Penting bagi Jemaah

0
5 Rajab 1448H di Sekumpul, atau Haul Sekumpul simak imbauan jemaah.

Kece People, jemaah yang berencana mengikuti kegiatan rutin di Musholla Arraudhah Sekumpul menjelang 5 Rajab 1448 H atau 2026 M diminta mematuhi sejumlah imbauan demi menjaga kelancaran, keamanan, dan kekhusyukan kegiatan. Ketentuan tersebut mencakup pengaturan parkir, kepulangan jemaah, kebersihan lingkungan, hingga koordinasi dengan relawan di lapangan.

Dalam dokumen imbauan Tim Induk Sekumpul, jemaah diminta mengikuti arahan relawan dan aparat yang bertugas, termasuk menggunakan stiker kendaraan sesuai warna asal daerah. Stiker tersebut berfungsi membantu mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir sekaligus menentukan jalur kepulangan.

Jemaah juga diingatkan agar tidak memaksakan diri berangkat apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Mereka yang memiliki riwayat penyakit dianjurkan membawa obat-obatan pribadi dan mengetahui lokasi posko kesehatan terdekat.

Aturan Parkir dan Kepulangan Jemaah

Salah satu poin penting dalam imbauan tersebut adalah larangan memarkir kendaraan sembarangan. Jemaah diminta menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan relawan, mengikuti petunjuk arah, serta meminta kartu atau tanda parkir.

Dokumen itu juga menegaskan bahwa kendaraan yang sudah masuk lokasi parkir tidak diperbolehkan keluar sebelum waktunya sesuai arahan petugas.

Khusus kendaraan roda empat (R4), kepulangan diatur secara bertahap. Kendaraan diminta tetap berada di lokasi parkir sekurang-kurangnya dua jam setelah kegiatan, dengan satu jam pertama diprioritaskan untuk pejalan kaki dan satu jam berikutnya untuk kendaraan roda dua (R2), atau menunggu instruksi relawan setempat.

Pengaturan tersebut bertujuan mengurangi kepadatan arus kepulangan dan memberikan kesempatan bagi jemaah yang berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor untuk meninggalkan kawasan lebih dahulu.

Jemaah juga diminta memastikan seluruh anggota rombongan dan barang bawaan telah lengkap sebelum meninggalkan lokasi parkir.

Jalan Utama Berpotensi Diberlakukan Satu Arah

Imbauan Tim Induk Sekumpul turut menjadi perhatian bagi masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan, tetapi menggunakan jalan di sekitar kawasan tersebut.

Pada saat arus kepulangan jemaah, seluruh jalan utama akan digunakan untuk mendukung kelancaran perjalanan. Khusus Jalan Ahmad Yani, arus dari Martapura menuju Banjarmasin dan Hulu Sungai direncanakan menggunakan seluruh lajur dalam skema satu arah atau one way.

Pengguna jalan yang hendak bepergian berlawanan arah diminta menunggu atau memilih jalur alternatif agar tidak berhadapan dengan arus kepulangan jemaah.

Masyarakat juga diimbau menghindari kawasan terdampak apabila tidak memiliki keperluan mendesak, serta mengikuti rekayasa lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Warga Diminta Tidak Menghambat Jalur Jemaah

Warga yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan diharapkan membantu menjaga kelancaran perjalanan jemaah. Salah satunya dengan tidak memasang tenda di ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai jalur utama menuju lokasi parkir maupun tujuan jemaah.

Warga juga diminta berkoordinasi dengan posko setempat apabila menerima keluarga atau tamu yang mengikuti kegiatan, termasuk dalam pengaturan kendaraan dan pengantaran makanan.

Bagi warga yang memiliki halaman rumah, dokumen tersebut mengimbau agar area yang memungkinkan dapat digunakan jemaah untuk menggelar sajadah, bukan untuk tempat berdagang. Warga juga diminta tidak memberikan izin kepada pedagang kaki lima untuk berjualan di sekitar rumah, terutama dengan memanfaatkan jalan atau bahu jalan.

Selain itu, aktivitas jual beli diminta dihentikan selama rangkaian kegiatan di Musholla Arraudhah berlangsung. Warga yang menyewakan tempat tinggal atau tempat usaha juga diimbau menetapkan harga secara wajar dan tidak memanfaatkan momentum kegiatan untuk mengambil keuntungan berlebihan.

Dapur Umum Wajib Berkoordinasi

Imbauan tidak hanya ditujukan kepada jemaah dan warga, tetapi juga kepada masyarakat yang mendirikan dapur umum untuk menyediakan konsumsi.

Pengelola dapur diminta berkoordinasi dengan Tim Induk Sekumpul, Tim Zona, atau posko terdekat sebelum menjalankan kegiatan. Jumlah makanan yang dimasak harus disesuaikan dengan kemampuan dana, tenaga relawan, dan area pembagian konsumsi.

Distribusi makanan diharapkan merata dan mengutamakan wilayah sekitar dapur. Pengelola juga wajib menjaga kualitas makanan agar tetap layak dikonsumsi ketika dibagikan kepada jemaah.

Dalam dokumen tersebut, pengelola dapur umum dilarang mengambil keuntungan, melakukan penggalangan dana terbuka, menjadikan aktivitas dapur sebagai konten media, maupun menggunakan atribut organisasi atau kelompok saat bertugas sebagai relawan.

Kebersihan dapur dan lingkungan sekitar juga harus dijaga dengan berkoordinasi bersama koordinator kebersihan.

Jemaah Diingatkan Menjaga Kebersihan dan Kekhusyukan

Selain keselamatan perjalanan, jemaah diminta menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan. Imbauan tersebut mengusung prinsip “Datang Barasih Bulik Barasih”, yakni datang dalam keadaan bersih dan pulang tanpa meninggalkan sampah.

Jemaah juga diminta menjaga kekhusyukan kegiatan, peduli terhadap sesama, serta tidak meninggalkan acara sebelum selesai.

Bagi jemaah yang membawa anak-anak atau anggota keluarga lanjut usia, disarankan menyiapkan tanda pengenal berisi nomor telepon untuk memudahkan relawan apabila mereka terpisah dari rombongan.

Sementara itu, jemaah dari wilayah yang relatif dekat, seperti Banjarbaru dan Martapura, diimbau mempertimbangkan berjalan kaki apabila memungkinkan. Langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi kemacetan dan keterbatasan lahan parkir.

Melalui berbagai imbauan tersebut, Tim Induk Sekumpul meminta kerja sama seluruh pihak, mulai dari jemaah, relawan, warga, hingga pengguna jalan, agar kegiatan rutin di Musholla Arraudhah dapat berlangsung tertib, aman, bersih, dan khusyuk.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version