Home Ngomongin Data Analisis Banjarbaru Ngegas, Tapi Ada yang Masih Tertinggal

Banjarbaru Ngegas, Tapi Ada yang Masih Tertinggal

0
Banjarbaru punya IPM tertinggi, tapi masih ada 1.034 rumah tak layak huni.

Kece People yuk “Ngomongin Data” lagi hari ini.

Banjarbaru hari ini sering disebut kota paling “niat” soal pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalsel, fasilitas makin lengkap, kota makin rapi. Tapi coba kita geser sedikit dari jalan utama—kisahnya bisa beda.

Ada rumah-rumah yang belum sepenuhnya layak disebut “tempat tinggal”.

Data dari Kota Banjarbaru Dalam Angka 2026 membuka sisi lain yang jarang dibahas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru dalam rilisannya Banjarbaru Dalam Angka 2026, kita disuguhkan fakta yang menarik.

Tercatat, ada 1.034 rumah tidak layak huni (RTLH) di Banjarbaru. Tidak bisa bilang angka kecil sih, ini berarti masih banyak warga yang hidup dengan kondisi hunian yang jauh dari ideal.

Dan kalau kita zoom in, satu wilayah langsung “nyala” angkanya.

Cempaka: 596 rumah

Alias lebih dari setengah total RTLH di seluruh kota.

Sisanya tersebar di Landasan Ulin ada 169, Liang Anggang ada 145, Banjarbaru Selatan ada 85, dan Banjarbaru Utara ada 39 rumah.

Bukan cuma soal rumah. Kawasan kumuh juga masih ada—totalnya 38,27 hektare.

Dan lagi-lagi, Cempaka jadi titik paling berat, yakni 35,05 hektare kawasan kumuh

Sisanya ada di Liang Anggang seluas 2,45 ha, dan Landasan Ulin, 0,77 ha.

Artinya? Masalah ini bukan merata—tapi terkonsentrasi di titik tertentu.

Plot Twist: Sudah Ditangani, Tapi…

Tenang, bukan berarti nggak ada usaha.

Di tahun 2025, tercatat sebanyak 149 rumah sudah ditangani

Dengan rincian:

  • BSPS: 25 unit
  • APBD I: 23 unit
  • APBD II: 101 unit

Tapi kalau dibanding totalnya…

149 vs 1.034

Rasanya kayak lagi ngejar sesuatu yang masih jauh di depan.

“Kota Maju” Itu Relatif

IPM 82,20 bikin Banjarbaru terlihat unggul. Tapi kalo dirujuk pada data perumahan bisa dibilang belum semua merasakan hal yang sama.

Cempaka Bukan Sekadar Angka

Angka tinggi di satu wilayah biasanya bukan kebetulan. Bisa jadi soal, akses pembangunan, kondisi geografis, atau prioritas kebijakan

Kejar-kejaran Waktu

Kalau tiap tahun cuma 100-an rumah yang diperbaiki…sementara kebutuhan masih ribuan…artinya perjalanan ini masih panjang, banar.

Kalo di room redaksi komentarnya “Angka IPM itu penting, tapi rumah yang layak itu kebutuhan dasar. Kalau masih banyak yang belum dapat, berarti ada yang harus dikejar lagi.”

Jadi, Kece People, Banjarbaru memang lagi naik level—itu fakta. Tapi di balik semua pencapaian itu, masih ada cerita yang belum usai.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version