Kece People, di balik pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial, Indonesia akhirnya memiliki “rumah” sendiri di dunia digital. Namanya .ai.id, sebuah domain yang dirancang khusus untuk memperkuat identitas para pelaku AI Indonesia sekaligus menegaskan posisi Tanah Air dalam persaingan teknologi global.
Peluncuran domain .ai.id menjadi kabar menggembirakan bagi dunia teknologi Indonesia. Bukan sekadar alamat website, kehadiran domain ini dianggap sebagai langkah besar untuk memperkuat identitas digital Indonesia di tengah persaingan industri kecerdasan artifisial yang semakin ketat di tingkat global.
Menariknya, domain .ai.id disebut sebagai domain tingkat kedua berbasis kode negara atau country code top-level domain (ccTLD) pertama di dunia yang secara khusus didedikasikan untuk ekosistem AI sebuah negara.
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara Korika dan PANDI yang sama-sama ingin mendorong kedaulatan digital Indonesia di era kecerdasan artifisial.
Bagi Indonesia, langkah ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan AI di dalam negeri tumbuh sangat pesat. Namun ironisnya, sebagian besar startup, pengembang, hingga institusi riset masih menggunakan domain “.ai” yang secara teknis merupakan kode negara milik Anguilla.
Situasi itulah yang dinilai menciptakan paradoks. Industri AI Indonesia berkembang pesat, tetapi identitas digital yang digunakan justru mengacu pada negara lain.
Ketua Umum Korika, Hammam Riza, menegaskan bahwa peluncuran .ai.id memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar peluncuran sebuah domain internet.
“Peluncuran .ai.id bukan sekadar peluncuran domain, ini adalah deklarasi kedaulatan digital. Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan Artifisial,” ujarnya.
Berdasarkan Indonesia AI Report 2025, sekitar 45 persen pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi teknologi AI dengan pertumbuhan mencapai 47 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini termasuk salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Tak heran jika pemerintah, komunitas teknologi, hingga pelaku industri mulai melihat AI sebagai salah satu sektor strategis yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
Selain menjadi simbol identitas, Korika juga menilai domain .ai.id dapat berfungsi sebagai infrastruktur kepercayaan atau trust infrastructure. Konsepnya mirip dengan domain .gov.id yang identik dengan instansi pemerintah atau .ac.id yang selama ini digunakan perguruan tinggi.
Dengan kata lain, ketika sebuah perusahaan menggunakan domain .ai.id, publik akan lebih mudah mengenali bahwa mereka merupakan bagian dari ekosistem AI Indonesia.
Cara Daftar Domain .ai.id
Bagi Kece People yang tertarik mengamankan nama domain .ai.id, proses pendaftarannya dibuka secara bertahap dalam empat fase.
1. Fase Sunrise (2 Juni–2 Juli 2026)
Tahap pertama diperuntukkan bagi pemilik merek dagang yang telah terdaftar di Indonesia. Tujuannya untuk melindungi identitas merek mereka sebelum domain dibuka untuk publik.
2. Fase Grandfather (13 Juli–13 Agustus 2026)
Tahap ini khusus untuk pemilik domain .id aktif yang ingin mengamankan versi .ai.id dari nama domain yang sudah mereka miliki.
3. Fase Landrush (24 Agustus–24 September 2026)
Pada tahap ini masyarakat umum mulai bisa mendaftarkan nama domain strategis melalui skema harga premium.
4. General Availability (Mulai 5 Oktober 2026)
Inilah fase yang paling ditunggu. Mulai tanggal tersebut, pendaftaran dibuka untuk publik melalui registrar resmi PANDI dengan sistem siapa cepat dia dapat atau first come, first served.
Jika terdapat lebih dari satu pihak yang menginginkan nama domain yang sama, maka penentuan kepemilikan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka.
Perwakilan brand domain.ai.id, Alexander, memastikan kesiapan sistem untuk melayani tingginya minat masyarakat terhadap domain baru tersebut.
“Kami siap menjawab kebutuhan pengguna dan memastikan proses registrasi .ai.id berjalan lancar bagi seluruh calon pengguna,” tandasnya.






