- Advertisement -spot_img
33 C
Banjarbaru
BerandaOpiniPolling Netizen Kalsel Ramai Dibaca, Kok Nama Besar Nggak Ada Sih?

Polling Netizen Kalsel Ramai Dibaca, Kok Nama Besar Nggak Ada Sih?

- Advertisement -spot_img

Oleh: Muhammad Abe Arif, S.E

  • Wartawan dan Mahasiswa

Kece People, beberapa waktu lalu lini masa media sosial dihangatkan dengan postingan polling netizen Kalsel, sekilas terkesan santai, kayak survei ringan buat seru-seruan. Tapi kalau diperhatikan bujur-bujur, kaya lain kisahnya.

Kalau dikiaskan kaya air sungai beriak tenang diatas, tapi bawahnya ada arus yang mulai bergerak. Memang sih tahun 2029 masih jauh, tapi dalam komunikasi politik, waktu tidaklah begitu krusial, yang terpenting kapan persepsi itu mulai ditanam.

Nah, salah satu cara persepsi itu mulai dititip lewat polling.

Awalnya memang kelihatan biasa. Empat nama muncul, publik disuruh milih. Demokratis? Iya, kelihatannya. Tapi coba kita balik pertanyaannya, bukan “siapa yang dipilih”, tapi “kenapa cuma itu yang ditampilkan?”

Nah, di situ mulai terasa ada “rasa-rasa” yang beda.

Dalam komunikasi, polling bukanlah sekadar wadah pilihan, tapi lebih mirip pintu yang sudah diseleksi dari awal. Jadi bukan membuka semua kemungkinan, tapi menyederhanakan—bahasa simpelnya: “ini aja pilihannya, jangan ke mana-mana lagi,” mungkin bagitu.

Pelan, tapi ngena.

Menariknya, justru bukan siapa yang masuk—tapi siapa yang nggak ada. Nama Muhidin atau dikenal Haji Muhidin, Gubernur Kalimantan Selatan yang kita ketahui saat ini secara posisi adalah pusat kekuasaan, inti gravitasi otorisasi di Banua malah tak muncul dari dari daftar itu. Tak sebegitu dikenalkah nama itu bagi warga netizen? Apakah ini bukan sekadar lupa Kece People? Ini sinyal?

Klik Juga  Banjir Menggenang, Paman Birin Dikenang

Dalam politik, menghilangkan itu sama kuatnya dengan menampilkan.

Seakan-akan publik mulai diajak pelan-pelan “move on” dari kekuasaan yang ada sekarang.

Di sisi lain, ada nama Hasnuryadi Sulaiman sang Wakil Gubernur Kalimantan Selataan saat ini tetap muncul. Nah ini juga menarik, karena di sini kita melihat strategi yang halus, seolah-olah nama itu terpisah dari konteks kekuasaan, lalu ditampilkan sebagai figur independen. Jadi tak lagi dilihat sebagai bagian dari sistem kekuasaan, tapi sebagai individu yang “layak dipilih”. Tanpa banyak narasi, tapi pesannya sampai.

Klik Juga  Laki-Laki Tak Bercerita, Tiba-Tiba Jadi Ketua PKK

Sementara itu, nama lain seperti Ahmad Alim Bachri, Endang Agustina, dan Rifqinizamy Karsayuda membuat polling ini terlihat beragam. Seolah inklusif. Tapi sebenarnya… ini lebih ke hasil kurasi daripada cerminan utuh.

Bahasanya keren, tapi intinya sederhana, yakni pilihan sudah diseleksi sebelum sampai ke publik.

Dan di sinilah kekuatan sebenarnya bekerja.

Masyarakat Banjar yang cenderung halus dan tidak suka konfrontasi terbuka, justru jadi lahan subur untuk strategi seperti ini. Tidak perlu kampanye keras, tidak perlu deklarasi besar.

Cukup ulang nama, munculkan terus, biasakan. Lama-lama terasa akrab.

Dan dalam politik, keakraban itu bisa berubah jadi kepercayaan. Namun tentu saja, strategi bukan tanpa resiko

Kalau publik mulai sadar bahwa pilihan mereka sudah “diatur dari depan”, kepercayaan bisa berubah jadi curiga.

Polling yang tadinya terlihat santai, bisa berubah jadi bahan pertanyaan, “ini benar suara rakyat, atau suara yang diarahkan”?

Namun sebelum semua itu terjadi, satu hal sudah tunai dilakukan, yakni “panggung sudah dibentuk”.

Dan kalau panggungnya sudah terbentuk, permainan berikutnya tidak lagi dimulai dari nol. Publik mungkin merasa sedang memilih, tapi sebenarnya sedang memilih dari pilihan yang sudah dipilihkan.

Klik Juga  Renungan dari ruang Redaksi: Menjelang 10 Hari Kedua Ramadan, Saatnya Evaluasi, Masihkah Kita Setulus Awal?

Jadi, Kece People… ini bukan sekadar polling. Ini tentang siapa yang duluan mengisi kepala publik.

Karena politik hari ini, yang menang bukan cuma yang kuat,tapi yang paling dulu menentukan siapa yang dianggap layak untuk jadi kuat.

Nah, menurut pian… ini murni kebetulan, atau sudah mulai disusun pelan-pelan?

Facebook Comments Box

Update Berita Banjarbaru gak musti ribet dong? Yuk Kece People, gabung ke channel WhatsApp Banjarbaru Kece untuk dapetin informasi terbaru dengan cara yang mudah dan menyenangkan. untuk mendapatkan informasi kece yang simpel, bermanfaat dan menyenangkan.

Banjarbaru Kece - Keren dan Cerdas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img
Facebook Comments Box