Kece People, memasuki 10 malam terakhir Ramadan, suasana ibadah biasanya terasa berbeda. Masjid makin ramai, doa makin panjang, dan hati terasa lebih khusyuk. Banyak orang berharap bisa bertemu dengan malam Lailatul Qadar atau biasa disebut malam seribu bulan, malam paling istimewa dalam Islam.
Malam itu bukan malam biasa. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam ibadah bisa bernilai seperti beribadah lebih dari 83 tahun. Mantap, lah!
Karena kemuliaannya itu, banyak umat Islam berusaha mencari tanda-tandanya, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Rasulullah Menyuruh Umatnya Mencari di Malam Ganjil
Rasulullah SAW tidak pernah menyebut tanggal pasti datangnya malam Lailatul Qadar. Namun beliau memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada malam tertentu.
“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini kemudian menjadi dasar bagi banyak umat Muslim untuk memperbanyak ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
1. Malam Terasa Sangat Tenang
Kece People, banyak ulama menyebut salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa damai dan tenang. Tidak ada rasa gerah, tidak juga dingin yang menusuk.
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa suasana malam tersebut terasa berbeda.
“Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu. Tidak hujan dan tidak panas,” ujar Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Abdul Muiz Al menukil dari MUI Digital, 17 Maret 2025.
2. Udara Sejuk, Tidak Panas dan Tidak Dingin
Ciri lain yang sering disebut dalam berbagai riwayat adalah suhu malam yang terasa sejuk.
Bukan panas seperti biasanya, tapi juga bukan dingin yang menusuk. Banyak orang yang merasakan malam tersebut terasa sangat nyaman untuk beribadah lama.
3. Langit Terlihat Cerah
Beberapa riwayat juga menyebut bahwa langit pada malam Lailatul Qadar terlihat cerah dan damai.
Tidak ada badai atau cuaca ekstrem. Suasana terasa teduh, seakan-akan malam itu membawa ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
4. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Salah satu tanda yang sering disebut dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi harinya.
“Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya mataharinya terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR Muslim No. 762)
Artinya, ketika matahari terbit, cahayanya tampak lembut dan tidak menyilaukan seperti biasanya.
5. Malaikat Turun Membawa Rahmat
Dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan.
Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 4 yang menjelaskan bahwa malam tersebut dipenuhi kedamaian hingga terbit fajar.
Karena itu, banyak ulama mengatakan malam tersebut terasa begitu penuh ketenangan spiritual.
Lailatul Qadar Tidak Bisa Dipastikan Tanggalnya
Para ulama sepakat bahwa waktu pasti Lailatul Qadar memang dirahasiakan oleh Allah SWT.
Tujuannya agar umat Islam terus beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya menunggu satu malam tertentu saja.
Kece People, Jangan Sampai Terlewat
Nah Kece People, kalau sudah masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, jangan sampai ibadahnya malah kendor.
Justru di fase inilah umat Muslim biasanya memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Siapa tahu, di antara malam-malam itu, kita sedang berada di malam seribu bulan yang penuh berkah.
Bahasa urang Banjar bilang, “jangan sampai lewat haja, sayang banar mun kada dimanfaatakan.”




