Home Banjarbaru Daging Kurban Yes, Sampah Plastik No

Daging Kurban Yes, Sampah Plastik No

0
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat peluncuran Bank Sampah “SIPALUI” di SDN 3 Kemuning pada Jumat (8/5/2026). (FOTO: Medcen Bjb)

Kece People, Idul Adha Tanpa Plastik di Banjarbaru nampaknya mulai digas serius. Tahun ini, pembagian daging kurban tidak lagi hanya bicara soal antrean, kupon, dan siapa dapat bagian apa. Ada pesan baru yang ingin dibawa Pemerintah Kota Banjarbaru yaitu tinggalkan kantong plastik sekali pakai, lalu beralih ke pembungkus ramah lingkungan.

Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Banjarbaru menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0299/PKL/DLH/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Banjarbaru. Surat yang dirilis tersebut bertanggal 18 Mei 2026 dan ditandatangani Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Dalam surat edaran tersebut, sasaran imbauan dibuat cukup luas. Bukan hanya panitia kurban di masjid atau musala, tetapi juga kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, instansi vertikal, camat, lurah, ketua RT, hingga seluruh panitia pelaksanaan kegiatan Idul Adha se-Kota Banjarbaru. Artinya, gerakan ini diminta menjadi kerja bareng, bukan tugas satu-dua pihak saja.

“Tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban,” begitu bunyi salah satu poin pada surat itu.

Pesan tersebut menandai perubahan kebiasaan yang selama ini cukup melekat. Biasanya, daging kurban dibagikan memakai kantong plastik karena dianggap cepat, murah, dan praktis. Namun, di balik kepraktisan itu, ada tumpukan sampah yang bisa bertahan lama di lingkungan. Maka tahun ini, panitia kurban di Banjarbaru didorong mencari pilihan yang lebih elok, seperti besek, daun, kotak makanan, wadah guna ulang, atau kemasan lain yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya soal kemasan dalam surat edaran itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan area kegiatan kurban. Lokasi penampungan, penjualan, hingga pemotongan hewan kurban biasanya menjadi titik paling sibuk. Ada banyak orang datang, aktivitas berlangsung padat, dan kondisi lapangan bisa cepat kotor kalau tidak diatur sejak awal.

Karena itu, kebersihan lokasi tidak bisa menunggu acara selesai. Panitia perlu menyiapkan alur kerja yang rapi, tempat sampah yang memadai, dan sistem pembersihan yang jelas. Kalau tempatnya bersih, warga nyaman, panitia pun lebih mudah bergerak. Sederhana, tapi dampaknya nyata.

Daging Kurban Yes, Sampah Plastik No 1
Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor 600.4/0299/PKL/DLH/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Idul Adha Tanpa Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Banjarbaru.

Poin penting lain adalah pengelolaan sampah dan limbah setelah pemotongan hewan kurban. Pemkot Banjarbaru mengingatkan agar sampah maupun limbah tidak dibuang sembarangan, apalagi ke sungai. Ini penting, Kece People, karena limbah kurban yang tidak dikelola dengan benar bisa mengganggu kebersihan lingkungan dan mencemari aliran air.

“Membawa wadah sendiri dari rumah yang terbuat dari bahan ramah lingkungan saat mengambil hak atas daging kurban,” pesan Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby kepada warganya dalam surat itu.

Jadi, kalau biasanya datang mengambil daging kurban cukup membawa kupon dan harapan, tahun ini warga Banjarbaru bisa lebih siap. Bawa rantang, kotak makan, wadah tertutup, atau tempat lain yang bersih dan aman. Pulang tetap membawa daging kurban, tapi tanpa menambah sampah plastik. Elok banar, kan?

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap imbauan ini dapat menjadi perhatian bersama dan dijalankan dengan baik. Kolaborasi antara SKPD, kecamatan, kelurahan, RT, panitia kurban, dan warga menjadi kunci agar pelaksanaan Idul Adha berlangsung tertib, bersih, dan ramah lingkungan.

Jadi, Kece People, sebelum berangkat mengambil daging kurban nanti, jangan lupa siapkan wadah dari rumah. Kurban tetap khusyuk, lingkungan tetap cantik, dan Banjarbaru makin kece.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version