Kece People, suasana di pendulangan intan Pumpung, Sungai Tiung Cempaka, mendadak jadi sorotan saat peserta Festival Wisata Budaya Internasional 2023 turun langsung merasakan sensasi jadi pendulang. Momen ini bukan cuma soal wisata, tapi juga tentang bagaimana wisata Banjarbaru makin dilirik dunia. Sabtu (12/08/2023) jadi hari yang tak biasa di kawasan yang terkenal dengan intan legendarisnya itu.
Di bawah terik matahari khas Kalimantan Selatan, seorang wisatawan asing—yang biasa kita sebut bule—tak canggung memegang alat dulang. Dengan penuh rasa penasaran, ia mencoba menyaring tanah demi tanah, berharap ada kilau kecil yang muncul dari dasar nampan. Wah, mantap kali lah pemandangannya!
Pendulangan Intan Pumpung memang bukan destinasi biasa, Kece People. Tempat ini sudah lama jadi ikon wisata edukasi sekaligus sejarah pertambangan tradisional di Banjarbaru. Nah, kedatangan delegasi internasional ini makin mempertegas kalau pesonanya bukan kaleng-kaleng.
Kunjungan itu merupakan bagian dari rangkaian Festival Wisata Budaya Internasional 2023, di mana Pumpung menjadi salah satu titik promosi unggulan pariwisata Kalimantan Selatan.
Lurah Sungai Tiung, Dedy Wahyudie, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Kami bahagia, karena ternyata pumpun ini sudah dikenal di masyarakat luas di Indonesia dan internasional, tahap selanjutnya kami perlu pengembangan, semoga kedepannya apa yang kita hasilkan dari sini bisa lebih dikembangkan lagi, serta produk UMKM juga kita kenalkan selain hasil dari pendulangan intan ini,” katanya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pumpung bukan cuma soal intan, tapi juga soal masa depan ekonomi warga. Ada UMKM lokal yang ikut diperkenalkan, ada potensi wisata berbasis budaya yang terus dikembangkan. Jadi bukan sekadar dulang-dulang tanah, tapi mendulang peluang juga, bah!
Tak hanya Pumpung, rombongan delegasi juga menyambangi Kampung Purun di Kelurahan Palam. Di sana, mereka melihat langsung kerajinan purun yang khas dan bernilai ekonomi tinggi. Anyaman tradisional itu menjadi bukti bahwa kearifan lokal Banjarbaru tetap hidup dan adaptif.
Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke Dekranasda Kota Banjarbaru Creative Hub atau Mess L. Tempat ini menjadi ruang kreatif bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan berinovasi.
Kece People, momentum seperti ini bukan cuma seremoni. Ini soal positioning. Soal bagaimana Banjarbaru menunjukkan ke dunia bahwa kita punya potensi wisata yang autentik, edukatif, dan berkelas internasional.
Kalau bule saja sudah takjub, masa kita orang sini biasa-biasa saja? Yuk, lebih bangga lagi dengan wisata lokal kita. Karena kadang yang bikin dunia terpukau itu justru yang tiap hari kita lewati.
Banjarbaru? Kece kali lah!
