Kece People, Banjarbaru sedang tumbuh. Kafe makin ramai, perumahan makin menjulang, ekonomi kreatif mulai menggeliat. Tapi di tengah geliat itu, ada satu kegelisahan yang diam-diam mengendap di kepala banyak anak muda Banjarbaru.
Setelah lulus, mau kerja, ngonten, kuliah, atau merantau?
Kerja berarti stabil, tapi persaingan ketat.
Ngonten menjanjikan cuan dan popularitas, tapi tak selalu pasti.
Kuliah membuka peluang dan gelar, tapi butuh biaya dan waktu.
Merantau terdengar menjanjikan, tapi penuh risiko dan adaptasi.
Empat pilihan. Satu masa depan.
Dan Kece People, ini bukan sekadar soal profesi. Ini soal identitas, harga diri, dan seberapa berani kita melangkah di kota yang terus berubah.
Pertanyaannya, mana yang paling realistis?
Kerja: Stabil Tapi Tidak Selalu Ideal
Bekerja adalah pilihan paling “aman”. Gaji bulanan jelas, ritme hidup lebih teratur, bisa bantu orang tua. Buat sebagian anak muda Banjarbaru, ini adalah bentuk tanggung jawab.
Namun realitanya, persaingan ketat. Lowongan terbatas. Tidak semua bisa langsung kerja sesuai jurusan. Ada yang sarjana ekonomi tapi kerja di administrasi umum. Ada yang lulusan komunikasi tapi masuk sales.
Dalam bahasa urang Banjar, “yang penting kawa makan dan halal dulu.”
Kerja memberi stabilitas, tapi kadang belum memberi kepuasan.
Ngonten: Viral Itu Menggiurkan
Era digital membuka jalan baru. Jadi konten kreator bukan lagi sekadar hobi. Ada yang mulai dari review kuliner Banjarbaru, bikin konten komedi khas Banjar, sampai bahas isu lokal dengan gaya santai tapi kritis.
Sekali viral, followers naik. Endorse datang. Cuan mengalir.
Tapi Kece People, dunia konten bukan cuma soal kamera dan filter estetik. Ada algoritma, konsistensi, personal branding, dan mental baja. Banyak yang semangat di awal, tapi tumbang karena sepi penonton.
Ngonten itu peluang besar. Tapi juga medan yang tidak selalu ramah.
Kuliah: Investasi Masa Depan
Sebagian memilih lanjut kuliah. Entah ambil strata lebih tinggi atau pindah jurusan demi peluang kerja yang lebih luas.
Kuliah memberi jaringan, ilmu, dan gelar yang bisa membuka pintu lebih besar. Tapi tentu butuh biaya, waktu, dan komitmen panjang.
Ada yang kuliah sambil kerja. Ada yang fokus penuh sebagai mahasiswa. Semua dengan harapan satu: masa depan lebih cerah.
Namun pertanyaannya tetap sama: apakah gelar menjamin pekerjaan?
Merantau: Jalan Berani Keluar Zona Nyaman
Pilihan klasik tapi selalu relevan: merantau.
Ke Banjarmasin, Balikpapan, bahkan Jakarta. Alasannya jelas: peluang lebih besar, jaringan lebih luas, pengalaman lebih kaya.
Tapi merantau bukan cuma soal pindah kota. Ini soal mental. Soal siap hidup jauh dari keluarga. Soal bertahan di kota orang dengan biaya hidup lebih tinggi.
Bagi sebagian anak muda Banjarbaru, merantau adalah pembuktian diri.
Lalu, Mana yang Paling Tepat?
Kece People, tidak ada jawaban tunggal.
Kerja itu baik.
Ngonten itu peluang.
Kuliah itu investasi.
Merantau itu keberanian.
Yang menentukan bukan sekadar pilihan, tapi kesiapan. Mental belajar. Kemauan berkembang. Dan kemampuan beradaptasi.
Banjarbaru mungkin bukan kota metropolitan. Tapi mimpi tidak pernah dibatasi ukuran kota.
Empat jalan sudah di depan mata. Tinggal satu pertanyaan terakhir:
Kece People, kamu lagi berdiri di persimpangan yang mana?
