Home Editorial 76 Tahun Kalsel: Kaya Sumber Daya, Sudahkah Kaya Masa Depan?

76 Tahun Kalsel: Kaya Sumber Daya, Sudahkah Kaya Masa Depan?

0
Kalsel 76 tahun punya ekonomi yang tumbuh dan kemiskinan menurun. Kini tantangannya mengubah kekayaan SDA menjadi masa depan.

Kece People, Kalimantan Selatan memasuki usia 76 tahun dengan ekonomi yang terus tumbuh, kemiskinan yang menurun, dan pembangunan manusia yang membaik. Namun di balik berbagai capaian itu, ada pertanyaan yang layak direnungkan: sudahkah kekayaan sumber daya hari ini cukup diubah menjadi kekayaan masa depan?

Tanggal 14 Agustus 2026, Kalimantan Selatan genap berusia 76 tahun. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengusung tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju”, yang membawa semangat menjaga hasil pembangunan, bekerja lebih cepat, dan membawa Banua semakin maju.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengatakan, “Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini mengusung tema ‘Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju’.” Tema itu pantas menjadi momentum bukan hanya untuk merayakan perjalanan Kalsel, tetapi juga melihat lebih jauh ke mana Banua akan bergerak.

Sebab ulang tahun sebuah daerah semestinya tidak berhenti pada seremoni. Pada usia 76 tahun, pertanyaan pentingnya bukan hanya apa yang sudah dibangun, melainkan fondasi apa yang sedang disiapkan untuk 20 atau 30 tahun mendatang?

Ada alasan untuk optimistis.

Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2026 tumbuh 5,28 persen secara tahunan. Jika dihitung sepanjang semester pertama 2026, pertumbuhannya mencapai 5,47 persen. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Banua masih bergerak positif.

Indikator sosial juga menunjukkan kemajuan. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin Kalsel berada di angka 3,63 persen, atau sekitar 165,41 ribu orang. Sementara Indeks Pembangunan Manusia Kalsel pada 2025 mencapai 76,10, meningkat dari 75,19 pada tahun sebelumnya.

Tetapi angka pertumbuhan bukan akhir dari cerita pembangunan.

Kalsel sejak lama dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan aktivitas ekonomi berbasis komoditas. Kekayaan itu tentu menjadi modal besar. Tantangannya adalah memastikan modal tersebut tidak berhenti menjadi pendapatan hari ini, tetapi ikut membiayai ekonomi masa depan.

Di sinilah Kece People, diversifikasi menjadi penting, yakni dengan memperkuat industri pengolahan, pertanian modern, UMKM, ekonomi kreatif, jasa, teknologi, pendidikan, hingga sektor logistik.

Apalagi Kalsel mempunyai persoalan ekologis yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan. Indeks Risiko Bencana Indonesia 2025 menempatkan Kalimantan Selatan dalam kelas risiko sedang dengan nilai 83,68. BNPB mencatat banjir, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana yang paling banyak terjadi di provinsi ini sepanjang 2025.

Artinya, pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak semestinya dipertentangkan. Lingkungan yang terjaga justru menjadi salah satu fondasi ekonomi jangka panjang.

Arah itu sebenarnya sudah tergambar dalam pembangunan Kalsel menuju 2045. Visi RPJPD menempatkan Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Logistik Kalimantan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan menuju Babussalam.

76 Tahun Kalsel Kaya Sumber Daya, Sudahkah Kaya Masa Depan 1
Infografis 76 tahun Kalimantan Selatan.

Banjarbaru mempunyai posisi khusus dalam transformasi tersebut. Sejak Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022, Banjarbaru ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Status itu membuat Banjarbaru bukan sekadar pusat administrasi, tetapi berpeluang berkembang sebagai pusat pelayanan, pendidikan, jasa, inovasi, dan pertumbuhan baru.

Namun memindahkan pusat pemerintahan tentu tidak cukup hanya dengan memindahkan gedung dan birokrasi. Transformasi sesungguhnya terjadi ketika perubahan itu menghasilkan kesempatan baru bagi masyarakat.

Karena pada akhirnya, masa depan Kalimantan Selatan bukan hanya berada pada apa yang tersimpan di bawah tanahnya.

Masa depan itu berada pada manusia yang hidup di atasnya.

Pada anak muda yang memperoleh pendidikan berkualitas, pekerja yang semakin terampil, pelaku UMKM yang naik kelas, lahirnya pengusaha dan inovator baru, kota yang semakin produktif, serta lingkungan yang tetap layak diwariskan.

Batu bara dan sumber daya alam mempunyai batas. Tetapi pengetahuan, keterampilan, institusi yang kuat, dan kesempatan dapat diwariskan lintas generasi.

Maka pada usia 76 tahun ini, makna “Banua Maju” mungkin perlu dibaca lebih jauh: bukan sekadar seberapa banyak kekayaan yang mampu kita keluarkan dari bumi Kalimantan Selatan, tetapi seberapa berhasil kekayaan itu kita ubah menjadi masa depan.

Selamat Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan. Kaya sumber daya adalah anugerah. Kaya masa depan adalah pilihan.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version