Kece People, siapa sangka urusan AC yang biasanya cuma kita ingat pas kamar mulai panas, ternyata bakal membawa ratusan praktisi pendingin dan tata udara se-Indonesia kumpul di Banjarbaru. Melalui kegiatan APITU Berbagi ke-14 dan Silaturahmi Nasional atau Siltnas, kota ini bersiap jadi tuan rumah agenda nasional Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU).
Ketua Pelaksana, Mochammad Agus Ropiqi, membocorkan sejumlah persiapan saat berkunjung ke newsroom Banjarbaru Kece di Jalan Bina Murni, Banjarbaru.
Agus, yang juga merupakan Sekretaris APITU DPD Kalimantan Selatan, menyebut agenda nasional ini rencananya digelar pada Agustus mendatang. Banjarbaru dipilih sebagai titik kumpul utama, sementara peserta dari berbagai daerah rencananya akan menginap di Asrama Haji.
Namun, Kece People, yang bikin menarik bukan cuma soal jumlah peserta. Ada satu ide yang cukup berani sedang didorong panitia, yakni membawa kegiatan APITU keluar dari ruangan tertutup dan menghadirkannya langsung di ruang publik.
“Selama ini rangkaian APITU Berbagi dan Silatnas, belum pernah ada konsep full outdoor. Biasanya selalu indoor,” ungkap Agus.
Menurut Agus, ada beberapa opsi yang sempat ditawarkan untuk lokasi kegiatan. Pertama, peserta menginap dan berkegiatan di Asrama Haji. Kedua, menginap di Asrama Haji namun kegiatan dipusatkan di Balai Kemensos kawasan Trikora. Ketiga, peserta tetap menginap di Asrama Haji, tetapi kegiatan utama digelar secara outdoor di Lapangan Murjani.
Nah, opsi ketiga inilah yang tampaknya paling menggoda hati panitia. Bukan sekadar ingin beda gaya, tetapi ada misi lebih besar di baliknya.
Agus menilai, jika kegiatan digelar di Murjani, maka masyarakat umum bisa ikut melihat langsung perkembangan dunia pendingin dan tata udara. Produk, brand, inovasi, hingga teknologi terbaru tidak hanya dipamerkan kepada peserta internal, tetapi juga bisa dilihat langsung oleh pengguna AC, pelaku usaha, dan warga sekitar.
“Kalau di Murjani, end user bisa langsung melihat. Masyarakat luas bisa tahu, oh ini ada brand ini, ada inovasi ini,” jelasnya.
Menurutnya konsep ini bisa menjadi nilai tambah. Selama ini, kegiatan seminar, presentasi produk, dan pertemuan teknis biasanya berlangsung di dalam gedung. Pesertanya terbatas, suasananya formal, dan jarak dengan masyarakat cukup terasa.
Agus menilai, kalau dibawa ke ruang publik, ceritanya bisa lain. Warga bisa datang, melihat, bertanya, bahkan mengenal lebih dekat profesi teknisi pendingin dan tata udara. Dalam bahasa Banjar-nya, ini bukan cuma acara kumpul-kumpul, tapi bisa jadi ajang “meucah rasa penasaran” masyarakat soal dunia AC dan teknologi pendingin.
Dari sisi peserta, antusiasme daerah juga mulai terlihat. Agus menyebut, APITU memiliki 29 DPD di seluruh Indonesia. Bahkan, beberapa daerah sudah menunjukkan kesiapan berangkat dalam jumlah besar.
“Makassar ada yang bersedia datang 50 orang. Jawa Timur menyatakan sudah 115 orang yang siap berangkat,” terangnya.
Meski begitu, Agus tidak ingin memasang target terlalu muluk. Baginya, jika kegiatan ini mampu menghadirkan sedikitnya 500 peserta, maka Banjarbaru sudah berhasil menjadi tuan rumah yang ramai dan berkesan.
“Target ulun tidak muluk-muluk. Setidaknya 500 orang meramaikan. Kalau lebih, itu bonus,” katanya.
Jika rencana ini berjalan mulus, APITU Berbagi ke-14 bukan hanya menjadi ajang silaturahmi nasional para praktisi pendingin dan tata udara. Lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi panggung baru bagi Banjarbaru untuk memperlihatkan diri sebagai kota yang siap menyambut agenda berskala nasional.
Kece People, tinggal tunggu tanggal mainnya. Kalau Murjani benar-benar dipilih, siap-siap saja Banjarbaru bakal lebih ramai dari biasanya. Bukan cuma oleh peserta Silatnas, tapi juga oleh warga yang penasaran ingin melihat dunia pendingin dan tata udara dari dekat. Kada tiap hari, kan, Banjarbaru jadi pusat kumpul teknisi AC se-Indonesia?
