Kece People, suasana Silaturahmi Ramadan Banjarbaru tahun ini terasa beda. Hangatnya bukan cuma karena bulan suci Ramadan 1447 H, tapi juga karena kehadiran 75 anak yatim Banjarbaru yang jadi tamu kehormatan di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (25/02/2026) lalu. Acara yang dihadiri Wali Kota Banjarbaru bersama unsur Forkopimda Banjarbaru ini jadi simbol bahwa pemerintah bukan sekadar soal kebijakan, tapi juga soal hati.
Di tengah lantunan doa dan suasana penuh khidmat, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby hadir bersama Wakil Wali Kota Wartono. Anak-anak dari Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia duduk rapi, wajah mereka menyimpan harapan yang besar.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi dan memiliki cita-cita yang tinggi. Ibu berpesan agar rajin-rajin belajar, kuatkan ibadah, dan jaga akhlak sebaik-baiknya,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa setiap anak punya kesempatan yang sama untuk sukses.
“Insyaallah, kalian akan menjadi pemimpin hebat yang membawa kemajuan bagi Kota Banjarbaru,” tambahnya.
Kalimat itu bukan sekadar motivasi, Kece People. Itu doa. Itu harapan. Itu juga bentuk cinta seorang pemimpin kepada generasi penerusnya.
Sebagai tanda kasih sayang hari itu, Erna Lisa Halaby bersama Ketua TP PKK Banjarbaru, Riandy Hidayat, menyerahkan langsung 75 paket tali asih kepada anak-anak yatim. Suasana pun makin haru, ada senyum, ada mata berkaca-kaca.
Acara makin lengkap dengan tausiyah dari Ustaz Muhammad Rizal Fathoni yang mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim dan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Pesannya sederhana tapi dalam: Ramadan bukan cuma soal puasa, tapi juga soal empati.
Turut hadir jajaran Kepala SKPD, camat hingga lurah se-Kota Banjarbaru. Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa pelayanan publik bukan melulu administrasi dan meja kerja. Tapi juga soal hadir di tengah masyarakat, berbagi rasa, dan menguatkan yang lemah.
Banjarbaru hari itu tak cuma menggelar acara. Banjarbaru sedang merawat harapan.
