Kece People, kalau kamu sering lewat Lapangan Murjani Banjarbaru di pagi hari, pasti sadar satu hal. Belakangan ini suasananya makin ramai oleh anak muda yang berlari.
Lari yang dulu identik dengan olahraga serius, sekarang berubah jadi aktivitas santai yang penuh gaya.
Sepatu lari warna-warni, smartwatch di tangan, sampai playlist musik di telinga, semuanya jadi pemandangan yang biasa di lintasan Murjani setiap pagi.
Murjani Jadi “Basecamp” Anak Muda yang Hobi Lari
Lapangan Murjani memang punya magnet tersendiri. Lokasinya di tengah kota, lintasannya luas, dan suasana paginya juga cukup adem.
Makanya tidak heran kalau banyak anak muda menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul sebelum lari bareng.
Ada yang datang sendiri, ada juga yang datang bersama komunitas kecil. Biasanya mereka memulai lari sekitar pukul enam pagi.
Targetnya juga beragam. Ada yang cukup dua putaran, ada pula yang langsung menantang diri sampai lima putaran atau lebih.
Menariknya lagi, setelah selesai lari banyak yang tidak langsung pulang. Sebagian memilih duduk santai atau lanjut ngopi di sekitaran kawasan Murjani. Jadi suasananya terasa seperti nongkrong, tapi versi sehat.
Tren ini semakin terasa ketika ada digelaran event Classy Yamaha Fun Run di Banjarbaru Januari lalu. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian anak muda yang ingin merasakan sensasi lari bareng dalam suasana lebih meriah.
Dari event itu, harmonisasi antara olahraga, komunitas, dan gaya hidup sehat dalam satu kegiatan yang seru.
“PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Yamaha menggandeng komunitas lari KepoRunners dengan menghadirkan gaya hidup sehat dan stylish.” ujar Tim Promosi Classy Yamaha Iqbal Velayati dikutip dari ANTARA
Kehadiran event seperti ini membuat budaya lari semakin terasa dekat dengan anak muda Banjarbaru.
Lari Bukan Cuma Olahraga, Tapi Cara Cari Circle
Kece People, ada satu hal menarik dari tren ini.
Banyak anak muda yang ikut komunitas lari bukan semata-mata ingin olahraga. Ada juga yang ingin mencari circle pertemanan baru.
Ketika lari dilakukan bersama-sama, suasana terasa lebih santai. Dari yang awalnya cuma ikut-ikutan karena tren, lama-lama justru jadi rutinitas mingguan.
Tidak sedikit yang menyebut agenda lari bersama sebagai Sunday Run Ritual.
Dari FOMO Jadi Gaya Hidup Sehat
Sebagian anak muda mengaku awalnya ikut lari karena FOMO alias takut ketinggalan tren.
Namun setelah dijalani beberapa minggu, manfaatnya mulai terasa. Badan terasa lebih bugar, tidur lebih nyenyak, bahkan mood juga jadi lebih stabil.
Karena itu banyak yang akhirnya menjadikan morning run sebagai bagian dari gaya hidup.
Banjarbaru Punya Potensi Jadi Kota Sport Lifestyle
Melihat tren yang terus berkembang ini, Banjarbaru sebenarnya punya peluang besar untuk menjadi kota dengan budaya sport lifestyle yang kuat.
Dengan ruang publik seperti Lapangan Murjani dan semakin banyaknya event lari, bukan tidak mungkin ke depan kota ini akan semakin sering menjadi tuan rumah fun run, marathon, hingga festival olahraga.
Lumayan juga, Kece People. Selain bikin badan sehat, kota kita juga makin hidup dan penuh energi.
