Home Banjarbaru Hiburan Banjarbaru Dari Mitos ke Layar Lebar! Film Kuyank Bongkar Fakta Mistis dari Tanah...

Dari Mitos ke Layar Lebar! Film Kuyank Bongkar Fakta Mistis dari Tanah Banjar

0
Film Kuyank angkat mitos Banjar dari Kalimantan Selatan ke layar lebar nasional. (FOTO: instagram.com/@saranjanakotaghaib)

Kece People, cerita lama dari Banua kini naik kelas. Lewat film Kuyank 2026, mitos Banjar tentang kuyang dari Kalimantan Selatan kembali hidup—kali ini bukan di cerita lisan, tapi di layar lebar nasional.

Film Kuyank hadir sebagai karya terbaru Johansyah Jumberan, yang sebelumnya sukses mengantar film Saranjana: Kota Ghaib menembus 1 juta penonton.

Kini, kisahnya ditarik lebih dalam, lebih gelap, dan lebih personal.

Dan yang paling dekat jelaslah berakar dari mitos Banjar di Kalimantan Selatan.

Dari Banua ke Layar Nasional

Kece People, film ini bukan sekadar horor biasa. “Kuyang”—biasa disebut, atau dalam film ini disebut Kuyank—adalah bagian dari cerita turun-temurun di masyarakat Banjar.

Bukan hanya sekadar hantu, tetapi sesuatu yang… pernah hidup.

Hal itu juga ditegaskan langsung oleh pemeran utama, Putri Intan Kasela yang memerankan Rusmiati.

“Kuyang itu sebenarnya manusia yang punya ilmu hitam. Bukan hantu. (Kuyang) masih bisa dipegang, atau digaplok ha ha ha,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan bagaimana transformasi itu terjadi.

“Bagaimana menjadi kuyang itu benar kata Anda, kepala akan lepas dari badannya. Badannya bisa bersembunyi di belakang pintu atau gentong. Kalau di film ini bersembunyi di gentong,” ujarnya.

Cinta yang Berubah Jadi Kutukan

Cerita berpusat pada Rusmiati, perempuan sederhana yang menikah dengan Badri, lelaki terpandang.

Awalnya sih semua baik-baik saja. Tapi satu hal jadi tekanan, tak kunjung punya anak.

Ketika keluarga mulai mendorong Badri untuk menikah lagi, Rusmiati dihadapkan pada ketakutan paling dalam—kehilangan cinta dan harga dirinya.

Di titik itu, ia memilih jalan yang tak biasa yakni mempelajari ajian Kuyang yang diyakini ilmu itu bisa memberi kecantikan dan keabadian

Namun, keputusan itu justru membuka pintu teror terhadap perempuan hamil, bayi, dan jelaslah melukai ketentraman desa yang ia tinggali.

Dan ketika rahasia itu terbongkar, alhasil kemarahan warga tak lagi bisa dibendung.

Syuting di Jantung Kalimantan Selatan

Yang bikin film ini makin kuat, Kece People—lokasi syutingnya benar-benar menyatu dengan alam Banua.

Beberapa lokasi yang digunakan:

  • Pedalaman Kalimantan Selatan → menghadirkan atmosfer mistis, termasuk rawa dan area ekstrem
  • Kandangan dan Sungai Negara → adegan berat di arus sungai dengan latar rumah lanting
  • Desa Muning → rumah panggung, jembatan, dan aktivitas jukung yang autentik
  • Banjarmasin → kehidupan sungai dan lomba balap jukung

Semua ini bukan sekadar latar tapi bagian dari “nyawa cerita”.

Lebih dari Sekadar Horor

Kece People, film yang tayang sejak 29 Januari 2026 lalu bukan cuma soal takut.

Ini tentang tekanan sosial, kemudian cinta yang terdesak berujung pada pilihan ekstrem dan konsekuensi yang nggak bisa ditarik kembali

Film ini seperti mengingatkan, kadang yang paling menyeramkan bukan makhluknya tapi keputusan manusia itu sendiri.

Jadi, Kece People setelah semua ini…kita jadi bertanya-tanya.

Apakah kuyang itu benar-benar sekadar cerita? atau… sesuatu yang dulu pernah ada, dan kini hanya berubah bentuk?

Yang jelas, satu hal pasti. Banua punya cerita. Dan kini, Indonesia mulai mendengarnya.

(red)

Facebook Comments Box
Exit mobile version