Kece People, kalau selama ini Banjarbaru sering dianggap “kota penyangga”, mungkin sekarang waktunya kita ubah cara pandang itu. Soalnya, diam-diam, kota ini lagi naik level—bukan soal gedung tinggi atau jalan lebar, tapi soal kualitas hidup warganya yang paling unggul di Kalimantan Selatan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) lewat publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka 2026 ngasih satu fakta yang nggak bisa dianggap remeh, yaitu Banjarbaru mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 82,20 di tahun 2025—tertinggi se-Kalimantan Selatan.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” dikutip dari BPS Kota Banjarbaru, 2026.
Bahkan, selisihnya nggak tipis. IPM Banjarbaru jauh di atas rata-rata provinsi Kalimantan Selatan yang ada di angka 76,10. Kota besar seperti Banjarmasin pun masih di bawah, dengan nilai 80,88.
Artinya? Kalau ngomongin kualitas hidup—pendidikan, kesehatan, sampai daya beli—Banjarbaru lagi di posisi paling depan.
Menariknya lagi, ini bukan kota dengan populasi terbesar. Dari total 4,32 juta penduduk Kalimantan Selatan, Banjarbaru cuma punya sekitar 278,80 ribu jiwa—atau sekitar 6,45 persen saja, ranking ke-7.
“Kota Banjarbaru menduduki urutan jumlah penduduk terbesar ke-7 dengan 278,80 ribu jiwa atau sebesar 6,45 persen,” dikutip dari BPS Kota Banjarbaru, 2026.
Tapi justru di situlah poinnya.
Kota yang nggak terlalu besar ini ternyata bisa “lari lebih kencang” dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.
Kepala BPS Kota Banjarbaru, Dr. Agus Muslim, bilang kalau data ini memang disiapkan untuk jadi dasar memahami kondisi kota secara utuh.
“Publikasi ini berisikan informasi tentang kegiatan Dinas/Instansi Pemerintah dan Swasta di Kota Banjarbaru serta beberapa data hasil sensus dan survei yang disajikan dalam bentuk angka,” ujarnya.
Kece People, kalau dibedah lebih dalam, angka 82,20 ini bukan sekadar “prestasi di atas kertas”. Ada cerita besar di baliknya:
1. Banjarbaru Lagi Konsisten, Bukan Kebetulan
Ini bukan pertama kali Banjarbaru jadi nomor satu. Artinya, ada pola pembangunan yang jalan terus—nggak musiman.
2. SDM Jadi Kunci Utama
IPM tinggi artinya? Pendidikan lebih terjangkau, layanan kesehatan lebih siap, dan ekonomi warga relatif stabil.
Singkatnya: orang-orangnya makin “siap bersaing”.
3. Kota Kecil, Tapi Efektif
Nggak harus jadi kota terbesar untuk jadi yang terbaik. Banjarbaru justru nunjukin: ukuran kecil bisa jadi keunggulan—lebih mudah dikelola, lebih cepat berkembang.
4. Tapi Jangan Cepat Puas
Ini pointnya, karena ada tantangan yang mulai kelihatan:
- Urbanisasi makin deras (apalagi jadi ibu kota provinsi)
- Potensi kesenjangan antar wilayah
- Tekanan biaya hidup ke depan
Istilahnya kalau redaksi berkomentarnya begini, “IPM tinggi seperti Banjarbaru itu sinyal positif. Tapi tantangan berikutnya adalah menjaga pemerataan—jangan sampai hanya sebagian wilayah yang merasakan.”
Jadi, Kece People, Banjarbaru hari ini bukan cuma soal lokasi strategis atau status ibu kota baru. Ini tentang bagaimana sebuah kota bisa diam-diam membangun kualitas hidup warganya—dan akhirnya jadi yang terbaik.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi: “Banjarbaru bisa bersaing nggak?”
Tapi: “Seberapa lama Banjarbaru bisa tetap di puncak?”
